Jakarta Mahal: Mengubah Bonus Demografi Menjadi Produktivitas Kota

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik UPN.

Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik UPN.

Jaktara.com – Apakah Jakarta sudah benar benar siap menjadi rumah bagi generasi produktifnya sendiri?

Pertanyaan ini penting setelah hasil Survei Penduduk Antar Sensus atau Supas 2025 menunjukkan bahwa struktur penduduk Jakarta didominasi generasi muda, terutama generasi milenial.

Berdasarkan keterangan BPS DKI Jakarta terkait Supas 2025, jumlah penduduk Jakarta sekitar 10,72 juta jiwa. Generasi milenial menjadi kelompok terbesar dengan porsi sekitar 24,82 persen.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika digabung dengan generasi Z dan post generasi Z, kelompok muda mencapai sekitar 66,72 persen dari total penduduk Jakarta.

Ini berarti dua dari tiga warga Jakarta berada dalam spektrum usia muda dan produktif.

Rumus masalahnya sederhana, tetapi sangat menentukan masa depan kota.

Apakah infrastruktur, tata ruang, hunian, transportasi, dan ruang ekonomi Jakarta sudah mampu mendukung kebutuhan generasi produktif?

Jawabannya, belum sepenuhnya. Jakarta memang sudah memiliki MRT, LRT, TransJakarta, KRL, kawasan bisnis, pusat pendidikan, dan ekosistem digital yang berkembang.

Namun, kota ini masih menghadapi persoalan mendasar: biaya hidup tinggi, hunian mahal, waktu tempuh panjang, pekerjaan formal terbatas, dan ruang kreatif yang belum merata.

Jakarta hari ini seperti mesin besar dengan tenaga muda yang melimpah, tetapi pelumasnya belum cukup. Mesin itu bisa menghasilkan produktivitas tinggi jika komponennya bergerak selaras.

Namun jika satu bagian macet, misalnya hunian tidak terjangkau atau transportasi tidak efisien, maka energi besar itu berubah menjadi panas, kelelahan, dan pemborosan.

Bonus demografi pun tidak otomatis menjadi berkah. Ia bisa menjadi beban jika kota gagal menyediakan ekosistem yang mendukung produktivitas.

Dari sisi ekonomi, dominasi generasi muda adalah peluang besar. Milenial dan Gen Z merupakan kelompok yang aktif dalam konsumsi digital, ekonomi kreatif, usaha rintisan, jasa profesional, kuliner, logistik, teknologi, dan pekerjaan berbasis platform.

Mereka bukan hanya pencari kerja, tetapi juga pencipta tren, pasar, dan model bisnis baru.

Jika diarahkan dengan tepat, Jakarta dapat tumbuh sebagai pusat inovasi urban, bukan hanya pusat administrasi dan perdagangan.

Namun peluang ini menghadapi hambatan besar.

Pertama, persoalan hunian. Banyak pekerja muda tidak mampu tinggal dekat tempat kerja karena harga sewa dan properti terlalu mahal.

Akibatnya mereka tinggal semakin jauh dari pusat aktivitas ekonomi. Pendapatan yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan keterampilan, menabung, berinvestasi, atau membangun usaha, habis untuk biaya sewa dan transportasi.

Kota yang mahal dapat melemahkan kelas produktifnya sendiri.

Kedua, transportasi. Jakarta telah mengalami kemajuan, tetapi tantangannya bukan hanya menyediakan moda angkutan, melainkan memastikan mobilitas warga menjadi lebih murah, cepat, aman, dan terintegrasi.

Bagi generasi produktif, waktu tempuh adalah biaya ekonomi. Jika seseorang menghabiskan dua hingga tiga jam per hari di jalan, maka yang hilang bukan hanya waktu, tetapi juga energi, kesehatan mental, kesempatan belajar, dan produktivitas.

Ketiga, lapangan kerja dan ruang kreatif. Banyak anak muda Jakarta bekerja di sektor informal, ekonomi gig, usaha mikro, konten digital, desain, kuliner, dan jasa kreatif.

Namun kebijakan kota masih sering lebih cepat melayani investasi besar daripada membangun ruang tumbuh bagi pelaku muda.

Padahal ekonomi masa depan Jakarta dapat lahir dari coworking space terjangkau, inkubator bisnis tingkat kecamatan, pasar kreatif, studio komunitas, pelatihan digital, dan akses pembiayaan kecil yang mudah.

Oleh Karena itu, kebijakan Jakarta harus diarahkan untuk membuat kota ini tetap layak bagi generasi produktif. Pertama, pemerintah perlu mempercepat hunian terjangkau berbasis transit.

Kawasan dekat stasiun dan halte utama jangan hanya diisi apartemen mahal dan pusat komersial, tetapi juga rumah sewa terjangkau bagi pekerja muda.

Transportasinya publik, maka manfaat ruang kotanya juga harus publik.

Kedua, transportasi harus diperlakukan sebagai kebijakan produktivitas. Integrasi tarif, koneksi antarmoda, trotoar aman, jalur sepeda, dan ketepatan layanan perlu menjadi prioritas.

Kota yang baik bukan kota yang memaksa semua orang bergerak jauh, tetapi kota yang membuat pekerjaan, pendidikan, layanan publik, dan ruang sosial lebih dekat dengan warga.

Ketiga, Jakarta perlu memperbanyak ruang ekonomi untuk anak muda.

Aset pemerintah yang tidak produktif dapat diubah menjadi ruang kerja bersama, pusat pelatihan, ruang pamer UMKM, laboratorium digital, dan pusat komunitas kreatif.

Anak muda sering kali tidak membutuhkan bantuan besar. Mereka membutuhkan tempat, jaringan, internet cepat, mentor, legalitas sederhana, dan akses pasar.

Keempat, kebijakan ketenagakerjaan harus menyesuaikan perubahan zaman.

Pekerja lepas, pekerja platform, pelaku usaha kecil, dan kreator digital perlu mendapat perlindungan sosial dan akses peningkatan keterampilan.

Pelatihan vokasi harus terhubung dengan kebutuhan nyata ekonomi Jakarta, seperti teknologi informasi, desain, perawatan kesehatan, logistik, pariwisata urban, energi bersih, dan jasa profesional.

Intinya, dominasi milenial dan generasi muda di Jakarta adalah peluang historis.

Dengan penduduk sekitar 10,72 juta jiwa dan mayoritas berada pada kelompok muda, Jakarta memiliki modal besar untuk menjadi kota produktif, inovatif, dan kompetitif.

Akan Tetapi bonus demografi tidak akan bekerja otomatis. Tanpa hunian terjangkau, transportasi efisien, ruang kreatif, dan pekerjaan layak, energi muda itu dapat berubah menjadi frustrasi sosial.

Jakarta harus berhenti memandang generasi muda hanya sebagai angka statistik atau pasar konsumsi.

Mereka adalah penggerak ekonomi kota. Masa depan Jakarta tidak hanya ditentukan oleh gedung tinggi dan proyek besar, tetapi oleh kemampuan kota menjaga agar generasi produktifnya dapat tinggal, bekerja, berkarya, dan hidup layak.

Kota yang menang bukan yang paling megah, melainkan yang paling mampu membuat talenta mudanya tetap produktif dan berdaya.

Catatan: Artikel ini merupakan opini pribadi dari Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta. Seluruh isi dari artikel ini tidak mencerminkan pandangan Redaksi Jaktara.com.

Penulis : Achmad Nur Hidayat

Berita Terkait

Rapor Merah Sektor Industri: Pekerjaan Rumah Bagi Menteri Baru
Gaji Manajer Kopdes Rp8,3 Juta: Siapa yang Membayar?
Menyelamatkan Tahu-Tempe, Melindungi Hak Hidup Petani Kedelai
Gerakan Buruh dan Koperasi
Tragedi Bekasi Timur: Alarm Keras Reformasi Sistem Keselamatan Kereta Api Nasional
WFH Jumat: Misi Penghematan atau Ilusi Pelesiran?
Perkuat Perdagangan, Jangan Meniggalkan Jepang
Tanpa Pembenahan Penyeberangan, Kelancaran Mudik Nasional Sulit Optimal

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Rapor Merah Sektor Industri: Pekerjaan Rumah Bagi Menteri Baru

Rabu, 30 September 2026 - 17:22 WIB

Gaji Manajer Kopdes Rp8,3 Juta: Siapa yang Membayar?

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:00 WIB

Menyelamatkan Tahu-Tempe, Melindungi Hak Hidup Petani Kedelai

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:02 WIB

Jakarta Mahal: Mengubah Bonus Demografi Menjadi Produktivitas Kota

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:16 WIB

Gerakan Buruh dan Koperasi

Berita Terbaru

Maman dalam Diskusi Media (DM FWUMKM) dengan tema Mengawal Momentum UMKM Naik Kelas di Tengah Rekor Penyaluran KUR di Smesco Startup Hub, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).

Nasional

Forum Wartawan UMKM Sukses Gelar Turnamen Billiar Antar Media

Senin, 12 Okt 2026 - 16:24 WIB

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto/Dok Humas Pemprov Jabar).

Uncategorized

Gubernur Jabar Perusak Iklim Investasi

Senin, 5 Okt 2026 - 14:24 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Diskusi dan Buka Puasa Bersama Forum Komunikasi Wartawan Ekonomi Makro (Forkem) di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Ekonomi & Bisnis

Siap-Siap! BSU Rp900 Ribu Kembali Dibagikan ke 13,3 juta Pekerja

Senin, 5 Okt 2026 - 11:00 WIB

news-1701

yakinjp

MAUJP

MAUJP

MAUJP

SATGASJITU

SLOT GACOR

SALAMJITU

SATGASJITU

SEMOGAJITU

SALAMJITU

Slot Gacor

MAUJP

Slot Gacor

SLOT GACOR

artikel 000000121

artikel 000000122

artikel 000000123

artikel 000000124

artikel 000000125

artikel 000000126

artikel 000000127

artikel 000000128

artikel 000000129

artikel 000000130

artikel 000000131

artikel 000000132

artikel 000000133

artikel 000000134

artikel 000000135

artikel 000000136

artikel 000000137

artikel 000000138

artikel 000000139

artikel 000000140

artikel 000000141

artikel 000000142

artikel 000000143

artikel 000000144

artikel 000000145

artikel 000000146

artikel 000000147

artikel 000000148

artikel 000000149

artikel 000000150

artikel 000000151

artikel 000000152

artikel 000000153

artikel 000000154

artikel 000000155

artikel 000000156

artikel 000000157

artikel 000000158

artikel 000000159

artikel 000000160

artikel 000000161

artikel 000000162

artikel 000000163

artikel 000000164

artikel 000000165

artikel 000000166

artikel 000000167

artikel 000000168

artikel 000000169

artikel 000000170

artikel 000000171

artikel 000000172

artikel 000000173

artikel 000000174

artikel 000000175

informasi terbaru kabupaten belu 00000056

informasi terbaru kabupaten belu 00000057

informasi terbaru kabupaten belu 00000058

informasi terbaru kabupaten belu 00000059

informasi terbaru kabupaten belu 00000060

informasi terbaru kabupaten belu 00000061

informasi terbaru kabupaten belu 00000062

informasi terbaru kabupaten belu 00000063

informasi terbaru kabupaten belu 00000064

informasi terbaru kabupaten belu 00000065

informasi terbaru kabupaten belu 00000066

informasi terbaru kabupaten belu 00000067

informasi terbaru kabupaten belu 00000068

informasi terbaru kabupaten belu 00000069

informasi terbaru kabupaten belu 00000070

informasi terbaru kabupaten belu 00000071

informasi terbaru kabupaten belu 00000072

informasi terbaru kabupaten belu 00000073

informasi terbaru kabupaten belu 00000074

informasi terbaru kabupaten belu 00000075

informasi terbaru kabupaten belu 00000076

informasi terbaru kabupaten belu 00000077

informasi terbaru kabupaten belu 00000078

informasi terbaru kabupaten belu 00000079

informasi terbaru kabupaten belu 00000080

informasi terbaru kabupaten belu 00000081

informasi terbaru kabupaten belu 00000082

informasi terbaru kabupaten belu 00000083

informasi terbaru kabupaten belu 00000084

informasi terbaru kabupaten belu 00000085

informasi terbaru kabupaten belu 00000086

informasi terbaru kabupaten belu 00000087

informasi terbaru kabupaten belu 00000088

informasi terbaru kabupaten belu 00000089

informasi terbaru kabupaten belu 00000090

informasi terbaru kabupaten belu 00000091

informasi terbaru kabupaten belu 00000092

informasi terbaru kabupaten belu 00000093

informasi terbaru kabupaten belu 00000094

informasi terbaru kabupaten belu 00000095

informasi terbaru kabupaten belu 00000096

informasi terbaru kabupaten belu 00000097

informasi terbaru kabupaten belu 00000098

informasi terbaru kabupaten belu 00000099

informasi terbaru kabupaten belu 00000100

informasi terbaru kabupaten belu 00000101

informasi terbaru kabupaten belu 00000102

informasi terbaru kabupaten belu 00000103

informasi terbaru kabupaten belu 00000104

informasi terbaru kabupaten belu 00000105

informasi terbaru kabupaten belu 00000106

informasi terbaru kabupaten belu 00000107

informasi terbaru kabupaten belu 00000108

informasi terbaru kabupaten belu 00000109

informasi terbaru kabupaten belu 00000110

informasi terbaru kabupaten belu 00000111

informasi terbaru kabupaten belu 00000112

informasi terbaru kabupaten belu 00000113

informasi terbaru kabupaten belu 00000114

informasi terbaru kabupaten belu 00000115

informasi terbaru kabupaten belu 00000116

informasi terbaru kabupaten belu 00000117

informasi terbaru kabupaten belu 00000118

informasi terbaru kabupaten belu 00000119

informasi terbaru kabupaten belu 00000120

informasi terbaru kabupaten belu 00000121

informasi terbaru kabupaten belu 00000122

informasi terbaru kabupaten belu 00000123

informasi terbaru kabupaten belu 00000124

informasi terbaru kabupaten belu 00000125

informasi terbaru kabupaten belu 00000126

informasi terbaru kabupaten belu 00000127

informasi terbaru kabupaten belu 00000128

informasi terbaru kabupaten belu 00000129

informasi terbaru kabupaten belu 00000130

article 48666670361

article 48666670362

article 48666670363

article 48666670364

article 48666670365

article 48666670366

article 48666670367

article 48666670368

article 48666670369

article 48666670370

article 48666670371

article 48666670372

article 48666670373

article 48666670374

article 48666670375

article 48666670376

article 48666670377

article 48666670378

article 48666670379

article 48666670380

article 48666670381

article 48666670382

article 48666670383

article 48666670384

article 48666670385

article 48666670386

article 48666670387

article 48666670388

article 48666670389

article 48666670390

article 48666670391

article 48666670392

article 48666670393

article 48666670394

article 48666670395

article 48666670396

article 48666670397

article 48666670398

article 48666670399

article 48666670400

article 48666670401

article 48666670402

article 48666670403

article 48666670404

article 48666670405

article 48666670406

article 48666670407

article 48666670408

article 48666670409

article 48666670410

article 58666670411

article 58666670412

article 58666670413

article 58666670414

article 58666670415

article 58666670416

article 58666670417

article 58666670418

article 58666670419

article 58666670420

article 58666670421

article 58666670422

article 58666670423

article 58666670424

article 58666670425

article 58666670426

article 58666670427

article 58666670428

article 58666670429

article 58666670430

article 58666670431

article 58666670432

article 58666670433

article 58666670434

article 58666670435

article 58666670436

article 58666670437

article 58666670438

article 58666670439

article 58666670440

article 58666670441

article 58666670442

article 58666670443

article 58666670444

article 58666670445

article 58666670446

article 58666670447

article 58666670448

article 58666670449

article 58666670450

article 58666670451

article 58666670452

article 58666670453

article 58666670454

article 58666670455

article 58666670456

article 58666670457

article 58666670458

article 58666670459

article 58666670460

article 58666670461

article 58666670462

article 58666670463

article 58666670464

article 58666670465

article 58666670466

article 58666670467

article 58666670468

article 58666670469

article 58666670470

article 58666670471

article 58666670472

article 58666670473

article 58666670474

article 58666670475

article 58666670476

article 58666670477

article 58666670478

article 58666670479

article 58666670480

article 58666670481

article 58666670482

article 58666670483

article 58666670484

article 58666670485

article 58666670486

article 58666670487

article 58666670488

article 58666670489

article 58666670490

article 58666670491

article 58666670492

article 58666670493

article 58666670494

article 58666670495

article 58666670496

article 58666670497

article 58666670498

article 58666670499

article 58666670500

article 58666670501

article 58666670502

article 58666670503

article 58666670504

article 58666670505

article 58666670506

article 58666670507

article 58666670508

article 58666670509

article 58666670510

news-1701