Tanpa Pembenahan Penyeberangan, Kelancaran Mudik Nasional Sulit Optimal

Senin, 16 Maret 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Deddy Herlambang Peneliti Senior INSTRAN (Inisiatif Strategis Transportasi).

Deddy Herlambang Peneliti Senior INSTRAN (Inisiatif Strategis Transportasi).

Jaktara – Moda penyeberangan sangat jarang disorot di sektor keselamatan. Dalam periode 2023–2025 terdapat beberapa kecelakaan kapal penyeberangan seperti tenggelamnya ferry, kapal terbakar, dan kapal terbalik.

Peristiwa paling menonjol adalah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya (2025) dan kebakaran KM Barcelona V-A (2025) yang menimbulkan banyak korban jiwa dan sedikit disorot isu keselamatan transportasi penyeberangan di negeri ini. Kecelakaan laut tersebut yang tak terdata juga sangat banyak pada pelayaran rakyat baik yang resmi ataupun tidak resmi.

Untuk demand penyeberangan tetap sangatlah tinggi, kita mempunyai 17.000 pulau yang masih tergantung pada penyeberangan laut. Jumlah penyeberang (penumpang ferry) pada periode mudik Lebaran di lintasan utama penyeberangan nasional, khususnya lintasan Pelabuhan Merak – Pelabuhan Bakauheni yang merupakan jalur tersibuk di Indonesia dan dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sistem penyeberangan nasional yang dikelola ASDP, selama periode Lebaran diperkirakan sekitar 4,5 – 5 juta penumpang menggunakan transportasi penyeberangan di berbagai lintasan (Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Kayangan–Pototano, dll.).

Jumlah Penyeberang Mudik Lebaran 2023–2025 (periode H-10 sampai Hari Lebaran, arah Jawa → Sumatera). Tahun 2023 Jumlah Penumpang 920.054 orang Jumlah Kendaraan 213.737 unit. Tahun 2024, 859.699 orang, 226.299 unit, sedangkan tahun 2025, 885.828 orang, 225.400 unit, ada kenaikan sekitar 3% dari Tahun 2024.

Jumlah penyeberang mudik Lebaran di lintasan utama ferry Indonesia relatif stabil pada kisaran 850 ribu – 920 ribu penumpang per tahun untuk rute Jawa–Sumatera.

Memang terdapat kenaikan 3 % penyeberangan di tahun 2025, namun Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP), menyatakan tidak mendapat ada keuntungan kenaikan penyeberangan di kala mudik Lebaran 2023 hingga 2025.

Tiada Keberpihakan

Adanya kebijakan pengaturan arus kendaraan diberlakukan selama mudik Lebaran 2026, dalam beberapa kondisi terjadi ketidakseimbangan distribusi kendaraan antara pelabuhan utama dan pelabuhan penunjang.

Pada saat pelabuhan utama relatif kosong, pelabuhan penunjang seperti BBJ dan Ciwandan justru mengalami antrean kendaraan yang sangat panjang.

Rekayasa antrian kendaraan penyeberang ke Sumatera khusus kendaraan roda-dua selama mudik lebaran tiap tahun dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan dan BBJ. Kapal-kapal ferry juga melayani sampai ke BBJ dan Ciwandan untuk menyeberangkan pemudik ke Pelabuhan Panjang dan Wika Lampung.

Tarif normal sebenarnya dari Pelabuhan Merak ke Bakahuni, bila melayani hingga Ciwandan sampai ke Pelabuhan Wika tentunya lebih jauh, tetapi tidak diizinkan menaikan tarif dan tiada subsidi dari Pemerintah.

Kondisi ini yang dikeluhkan pada pengelola ferry karena di kala mudik lebaran seharusnya memperoleh untung besar namun malah sebaliknya karena biaya operasi kapal ferry lebih besar bila dari Ciwandan dibandingkan dari Merak.

Saat ini pula Pemerintah di kegiatan mudik lebaran 2026 serentak memberikan diskon tarif mudik lebaran hingga 30% di semua moda, Kereta Api, penerbangan bus, kapal atau  penyeberangan hingga diskon tarif tol.

Diskon mudik itupun disubsidi oleh operator penyeberangan sendiri jadi diskon tersebut bukan biaya subdisi yang diberikan oleh Pemerintah. Sangat berat memang melayani subsidi transportasi umum bila tanpa subsidi dari Pemerintah karena mencari celah keuntungan di kala peak season saja yang bukan di sesi mudik.

Bila mudik lebaran sangat banyak frekuensi penyeberangan menuju Bakahuni (Sumatera) memunculkan pola operasi TBB (Tiba Bongkar Berangkat) dimana kapal tiba di pelabuhan tujuan, melakukan bongkar kendaraan, namun kembali ke Pelabuhan Merak tanpa memuat kendaraan atau muatan, atau kembali ke pelabuhan semula kosong tanpa muatan, akibatnya kapal penyeberangan rugi operasional.

Dalam kondisi tersebut kapal penyeberangan (ferry) tetap beroperasi dengan biaya penuh namun tanpa keuntungan berimbang, sehingga operator penyeberangan pada praktiknya turut menanggung beban ekonomi yang cukup besar dalam menjaga kelancaran Angkutan Lebaran.

Indonesia termasuk negara kepulauan besar, namun tampaknya industri penyeberangan belum memperoleh fleksibilitas kebijakan ekonomi yang sama dengan moda transportasi lainnya. Dibandingkan infrastruktur jalan tol yang selalu mendapatkan karpet merah kebijakan Pemerintah, penyeberangan terasa dianaktirikan. Pelayanan dan keselamatan penyeberangan dituntut menjadi target utama namun keberpihakan Pemerintah masih dinantikan agar mudik selalu optimal.

Pada sektor penerbangan, kereta api, maupun angkutan darat, pemerintah memberikan ruang penerapan tarif dinamis hingga batas atas pada periode puncak perjalanan.

Mekanisme tersebut tidak hanya menjaga keberlanjutan usaha operator, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk mengatur distribusi permintaan. Penerapan tarif dinamis hingga batas atas pada periode tertentu dapat membantu mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata, sehingga penumpukan pada waktu dan pelabuhan tertentu dapat dikurangi.

Infrastruktur Dermaga Baru

Setiap tahun kita pasti menggelar mudik massal seperti halnya mudik Lebaran dan Nataru tiada salahnya dilakukan upgrade dermaga Pelabuhan. Sejatnya sangat mendesak dalam jangka menengah dan panjang diperlukan peningkatan kapasitas dermaga pada lintasan penyeberangan utama sebagai bagian dari penguatan sistem transportasi nasional.

Perlunya memperbesar atau meningkatkan kapasitas dermaga ferry untuk jangka panjang merupakan bagian penting dari strategi pengembangan transportasi penyeberangan nasional. Hal ini terutama relevansi pada pelabuhan dengan trafik tinggi seperti Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni yang menjadi penghubung utama antara Pulau Jawa dan Sumatera melalui Selat Sunda.

Bila musim mudik lebaran tiba Pelabuhan BBJ dan Ciwandan dijadikan penyeberangan sementara untuk penyeberangan truk 2 sumbu roda dan kendaraan roda dua. Fasilitas tersebut juga sementara, maka pelayanan juga sementara sehingga rampdoor, toilet, warung makan dan fasilitas umum lain terkadang terjadi banyak kekurangan di sana.

Dermaga baru akan mengakomodasi kapal ferry generasi baru, sehingga kapal ferry modern akan memiliki ukuran lebih besar dibanding kapal lama. Dermaga baru akan berkapasitas kendaraan lebih banyak, kapasitas penumpang lebih besar, sistem ramp door lebih lebar.

Saat ini dermaga sementara atau darurat untuk kebutuhan mudik seperti Ciwandan dan BBJ memiliki dermaga yang kecil yang membatasi jenis kapal yang bisa bersandar dan mengurangi efisiensi operasional kapal ferry.

Subsidi Tarif

Kita semua tetap berharap penyeberangan dengan kapal ferry baru atau yang lebih terawat. Artinya diperlukan kesehatan keuangan operator kapal ferry yang ideal bila ingin membeli kapal ferry yang baru atau laik berlayar.

Jika tarif penyeberangan sulit dinaikan dan Pemerintah kurang mendukung sektor penyeberangan maka perlunya subsidi untuk operasi penyeberangan.

Apabila Pemerintah enggan memberikan subdisi tarif atau subsidi dengan skema PSO di struktur pentarifan, maka dapat pemberian subsidi lain berupa insentif pajak (diskon Ppn).

Kemudahan lain yang secara ekonomis dapat membantu renewal sarana-sarana (ferry) penyeberangan laut ada alternatif beberapa skema dapat digunakan, yakni cost plus subsidy Pemerintah menutup seluruh biaya ditambah margin operator.

Kedua adalah availability payment yang operator dibayar berdasarkan ketersediaan kapal dan jadwal. Alternatif lain yakni minimum revenue guarantee yang Pemerintah dapat menjamin pendapatan minimum operator (bila merugi diganti Pemerintah).

Subsidi sarana ferry per lintasan biasanya sangat besar karena pendapatan tarif pada lintasan perintis hanya menutup sebagian kecil biaya operasi, sehingga pemerintah perlu memberikan subsidi agar konektivitas antar pulau tetap terjaga.

Catatan: Artikel ini merupakan opini dari Deddy Herlambang Peneliti Senior INSTRAN (Inisiatif Strategis Transportasi). Seluruh isi artikel tidak mencerminkan pandangan Redaksi Jaktara.com.

Penulis : Deddy Herlambang

Berita Terkait

Rapor Merah Sektor Industri: Pekerjaan Rumah Bagi Menteri Baru
Gaji Manajer Kopdes Rp8,3 Juta: Siapa yang Membayar?
Menyelamatkan Tahu-Tempe, Melindungi Hak Hidup Petani Kedelai
Jakarta Mahal: Mengubah Bonus Demografi Menjadi Produktivitas Kota
Gerakan Buruh dan Koperasi
Tragedi Bekasi Timur: Alarm Keras Reformasi Sistem Keselamatan Kereta Api Nasional
WFH Jumat: Misi Penghematan atau Ilusi Pelesiran?
Perkuat Perdagangan, Jangan Meniggalkan Jepang
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Rapor Merah Sektor Industri: Pekerjaan Rumah Bagi Menteri Baru

Rabu, 30 September 2026 - 17:22 WIB

Gaji Manajer Kopdes Rp8,3 Juta: Siapa yang Membayar?

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:00 WIB

Menyelamatkan Tahu-Tempe, Melindungi Hak Hidup Petani Kedelai

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:02 WIB

Jakarta Mahal: Mengubah Bonus Demografi Menjadi Produktivitas Kota

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:16 WIB

Gerakan Buruh dan Koperasi

Berita Terbaru

Maman dalam Diskusi Media (DM FWUMKM) dengan tema Mengawal Momentum UMKM Naik Kelas di Tengah Rekor Penyaluran KUR di Smesco Startup Hub, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).

Nasional

Forum Wartawan UMKM Sukses Gelar Turnamen Billiar Antar Media

Senin, 12 Okt 2026 - 16:24 WIB

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto/Dok Humas Pemprov Jabar).

Uncategorized

Gubernur Jabar Perusak Iklim Investasi

Senin, 5 Okt 2026 - 14:24 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Diskusi dan Buka Puasa Bersama Forum Komunikasi Wartawan Ekonomi Makro (Forkem) di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Ekonomi & Bisnis

Siap-Siap! BSU Rp900 Ribu Kembali Dibagikan ke 13,3 juta Pekerja

Senin, 5 Okt 2026 - 11:00 WIB

news-1701

yakinjp

MAUJP

MAUJP

MAUJP

SATGASJITU

SLOT GACOR

SALAMJITU

SATGASJITU

SEMOGAJITU

SALAMJITU

Slot Gacor

MAUJP

Slot Gacor

SLOT GACOR

artikel 000000121

artikel 000000122

artikel 000000123

artikel 000000124

artikel 000000125

artikel 000000126

artikel 000000127

artikel 000000128

artikel 000000129

artikel 000000130

artikel 000000131

artikel 000000132

artikel 000000133

artikel 000000134

artikel 000000135

artikel 000000136

artikel 000000137

artikel 000000138

artikel 000000139

artikel 000000140

artikel 000000141

artikel 000000142

artikel 000000143

artikel 000000144

artikel 000000145

artikel 000000146

artikel 000000147

artikel 000000148

artikel 000000149

artikel 000000150

artikel 000000151

artikel 000000152

artikel 000000153

artikel 000000154

artikel 000000155

artikel 000000156

artikel 000000157

artikel 000000158

artikel 000000159

artikel 000000160

artikel 000000161

artikel 000000162

artikel 000000163

artikel 000000164

artikel 000000165

artikel 000000166

artikel 000000167

artikel 000000168

artikel 000000169

artikel 000000170

artikel 000000171

artikel 000000172

artikel 000000173

artikel 000000174

artikel 000000175

informasi terbaru kabupaten belu 00000056

informasi terbaru kabupaten belu 00000057

informasi terbaru kabupaten belu 00000058

informasi terbaru kabupaten belu 00000059

informasi terbaru kabupaten belu 00000060

informasi terbaru kabupaten belu 00000061

informasi terbaru kabupaten belu 00000062

informasi terbaru kabupaten belu 00000063

informasi terbaru kabupaten belu 00000064

informasi terbaru kabupaten belu 00000065

informasi terbaru kabupaten belu 00000066

informasi terbaru kabupaten belu 00000067

informasi terbaru kabupaten belu 00000068

informasi terbaru kabupaten belu 00000069

informasi terbaru kabupaten belu 00000070

informasi terbaru kabupaten belu 00000071

informasi terbaru kabupaten belu 00000072

informasi terbaru kabupaten belu 00000073

informasi terbaru kabupaten belu 00000074

informasi terbaru kabupaten belu 00000075

informasi terbaru kabupaten belu 00000076

informasi terbaru kabupaten belu 00000077

informasi terbaru kabupaten belu 00000078

informasi terbaru kabupaten belu 00000079

informasi terbaru kabupaten belu 00000080

informasi terbaru kabupaten belu 00000081

informasi terbaru kabupaten belu 00000082

informasi terbaru kabupaten belu 00000083

informasi terbaru kabupaten belu 00000084

informasi terbaru kabupaten belu 00000085

informasi terbaru kabupaten belu 00000086

informasi terbaru kabupaten belu 00000087

informasi terbaru kabupaten belu 00000088

informasi terbaru kabupaten belu 00000089

informasi terbaru kabupaten belu 00000090

informasi terbaru kabupaten belu 00000091

informasi terbaru kabupaten belu 00000092

informasi terbaru kabupaten belu 00000093

informasi terbaru kabupaten belu 00000094

informasi terbaru kabupaten belu 00000095

informasi terbaru kabupaten belu 00000096

informasi terbaru kabupaten belu 00000097

informasi terbaru kabupaten belu 00000098

informasi terbaru kabupaten belu 00000099

informasi terbaru kabupaten belu 00000100

informasi terbaru kabupaten belu 00000101

informasi terbaru kabupaten belu 00000102

informasi terbaru kabupaten belu 00000103

informasi terbaru kabupaten belu 00000104

informasi terbaru kabupaten belu 00000105

informasi terbaru kabupaten belu 00000106

informasi terbaru kabupaten belu 00000107

informasi terbaru kabupaten belu 00000108

informasi terbaru kabupaten belu 00000109

informasi terbaru kabupaten belu 00000110

informasi terbaru kabupaten belu 00000111

informasi terbaru kabupaten belu 00000112

informasi terbaru kabupaten belu 00000113

informasi terbaru kabupaten belu 00000114

informasi terbaru kabupaten belu 00000115

informasi terbaru kabupaten belu 00000116

informasi terbaru kabupaten belu 00000117

informasi terbaru kabupaten belu 00000118

informasi terbaru kabupaten belu 00000119

informasi terbaru kabupaten belu 00000120

informasi terbaru kabupaten belu 00000121

informasi terbaru kabupaten belu 00000122

informasi terbaru kabupaten belu 00000123

informasi terbaru kabupaten belu 00000124

informasi terbaru kabupaten belu 00000125

informasi terbaru kabupaten belu 00000126

informasi terbaru kabupaten belu 00000127

informasi terbaru kabupaten belu 00000128

informasi terbaru kabupaten belu 00000129

informasi terbaru kabupaten belu 00000130

article 48666670361

article 48666670362

article 48666670363

article 48666670364

article 48666670365

article 48666670366

article 48666670367

article 48666670368

article 48666670369

article 48666670370

article 48666670371

article 48666670372

article 48666670373

article 48666670374

article 48666670375

article 48666670376

article 48666670377

article 48666670378

article 48666670379

article 48666670380

article 48666670381

article 48666670382

article 48666670383

article 48666670384

article 48666670385

article 48666670386

article 48666670387

article 48666670388

article 48666670389

article 48666670390

article 48666670391

article 48666670392

article 48666670393

article 48666670394

article 48666670395

article 48666670396

article 48666670397

article 48666670398

article 48666670399

article 48666670400

article 48666670401

article 48666670402

article 48666670403

article 48666670404

article 48666670405

article 48666670406

article 48666670407

article 48666670408

article 48666670409

article 48666670410

article 58666670411

article 58666670412

article 58666670413

article 58666670414

article 58666670415

article 58666670416

article 58666670417

article 58666670418

article 58666670419

article 58666670420

article 58666670421

article 58666670422

article 58666670423

article 58666670424

article 58666670425

article 58666670426

article 58666670427

article 58666670428

article 58666670429

article 58666670430

article 58666670431

article 58666670432

article 58666670433

article 58666670434

article 58666670435

article 58666670436

article 58666670437

article 58666670438

article 58666670439

article 58666670440

article 58666670441

article 58666670442

article 58666670443

article 58666670444

article 58666670445

article 58666670446

article 58666670447

article 58666670448

article 58666670449

article 58666670450

article 58666670451

article 58666670452

article 58666670453

article 58666670454

article 58666670455

article 58666670456

article 58666670457

article 58666670458

article 58666670459

article 58666670460

article 58666670461

article 58666670462

article 58666670463

article 58666670464

article 58666670465

article 58666670466

article 58666670467

article 58666670468

article 58666670469

article 58666670470

article 58666670471

article 58666670472

article 58666670473

article 58666670474

article 58666670475

article 58666670476

article 58666670477

article 58666670478

article 58666670479

article 58666670480

article 58666670481

article 58666670482

article 58666670483

article 58666670484

article 58666670485

article 58666670486

article 58666670487

article 58666670488

article 58666670489

article 58666670490

article 58666670491

article 58666670492

article 58666670493

article 58666670494

article 58666670495

article 58666670496

article 58666670497

article 58666670498

article 58666670499

article 58666670500

article 58666670501

article 58666670502

article 58666670503

article 58666670504

article 58666670505

article 58666670506

article 58666670507

article 58666670508

article 58666670509

article 58666670510

news-1701