Mudik Lebaran 2026: Jangan Hanya Bertumpu Pada Jalan Tol

Rabu, 18 Februari 2026 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegjapranata dan Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). (Foto/dok pribadi)

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegjapranata dan Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). (Foto/dok pribadi)

Jaktara – Meskipun angka pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diprediksi mencapai 143,9 juta orang (hasil Survey Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan Tahun 2026), jumlah ini sebenarnya mengalami penurunan tipis dibandingkan tahun 2025 yang mencatatkan potensi 146 juta orang.

Berdasarkan hasil survei prakiraan pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran 2026 (Badan Kebijakan Transportasi, 2026), mayoritas masyarakat memilih bepergian dengan alasan utama untuk merayakan Idulfitri di kampung halaman, yakni mencapai 95,27 juta orang (66,2%). Alasan lainnya adalah tradisi mengunjungi orang tua atau sanak saudara sebesar 27,78 juta orang (19,3%).

Di sisi lain, bagi masyarakat yang memutuskan untuk tidak melakukan perjalanan luar kota, alasan utamanya adalah memilih berlibur di dalam kota saja (34,40 juta orang atau 23,9%) serta kendala biaya (32,96 juta orang atau 22,9%).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengenai pilihan moda transportasi, mobil pribadi menjadi favorit utama masyarakat dengan jumlah mencapai 76,24 juta orang (52,98 persen). Sementara untuk kategori transportasi umum, bus menjadi pilihan paling populer yang digunakan oleh 23,34 juta orang (16,22 persen).

Pemudik yang menggunakan mobil untuk bepergian pada libur Lebaran memilih melewati Jalan Tol 50,63 juta orang (66,40 persen), kemacetan parah sulit dihindari. Solusi kuncinya bukan lagi sekadar menambah tol, melainkan membenahi jalan arteri agar pemudik punya pilihan jalur alternatif yang setara, baik dari segi keamanan maupun kenyamanan.

Ruas Tol Jakarta–Cikampek menjadi jalur yang paling padat dengan proporsi 16,30% (8,25 juta kendaraan). Kepadatan ini diikuti rapat oleh Jakarta–Cikampek II Elevated (Layang MBZ) sebesar 15,10% (7,64 juta) dan Tol Dalam Kota Jakarta sebanyak 14,20% (7,19 juta).

Sejak 2019, Tol Trans-Jawa tetap menjadi primadona karena dianggap jalur tercepat. Namun, popularitas ini harus dibarengi pengelolaan matang guna mencegah penumpukan ekstrem di titik-titik kritis.

Menurut data terbaru dari PT Jawa Marga (2026), guna menunjang kelancaran arus mudik tahun ini terdapat penambahan infrastruktur jalan tol fungsional sepanjang 120,76 km yang tersebar di empat titik utama. Kontribusi terbesar berasal dari Tol Jakarta–Cikampek II Selatan dengan panjang 54,75 km, diikuti oleh Tol Probolinggo–Banyuwangi sepanjang 49,68 km.

Melengkapi jaringan tersebut, dua ruas di wilayah Provinsi DI Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah juga akan dioperasikan, yakni Tol Jogja–Solo segmen Prambanan–Purwomartani (11,48 km) dan Tol Jogja–Bawen segmen Ambarawa–Bawen (4,85 km).

Jalan tol maupun arteri di Jawa tidak dirancang untuk lonjakan volume ekstrem saat Lebaran. Oleh karena itu, Pengaturan lalu lintas yang matang menjadi kunci utama. Disamping itu, kemacetan saat mudik Lebaran sulit dihindari, maka fokus utama adalah mengendalikan arus lalu lintas dan menjamin keselamatan pemudik.

Masyarakat memilih jalan tol demi kenyamanan dan keamanan, meski risiko macet tetap tinggi saat mudik. Sebaliknya, jalur alternatif menuntut kewaspadaan ekstra akibat padatnya sepeda motor serta minimnya rambu dan penerangan jalan.

Jika terjadi kerusakan kendaraan berhenti di jalur kiri dan segera menghubungi pusat pelayanan petugas untuk meminta bantuan. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima dengan BBM terisi penuh atau keterisian batere mencukupi.

Jalur Arteri

Meski jalan tol jadi pilihan utama, kepadatan ekstrem saat Lebaran sering kali tak terhindarkan. Pemudik sebenarnya punya alternatif menarik: Jalur Pantura yang legendaris atau Jalur Pansel yang indah.

Pada momen tertentu, jalur arteri ini justru menawarkan durasi perjalanan yang lebih terukur dan bebas dari jebakan macet panjang di tol. Pasar tumpah masih menjadi gangguan kelancaran lalu lintas.

Keterbatasan konektivitas utara-selatan membuat Jalur Pantura tetap menjadi tumpuan utama, apalagi dengan belum rampungnya Tol Bocimi dan Tol Cigatas. Namun, kehadiran Tol Cisumdawu kini memberi angin segar; jalur ini efektif memangkas beban Tol Cipali dan Cipularang, terutama bagi pemudik dari Bandung menuju Jawa Tengah dan sekitarnya.

Ironisnya, ekspektasi bahwa jalan tol selalu lebih cepat justru memicu penumpukan kendaraan yang melampaui kapasitas. Kondisi ini diperparah oleh rest area yang dirancang untuk situasi normal. Saat Lebaran, area ini kewalahan menampung lonjakan pemudik hingga berubah menjadi titik penyumbat arus yang memicu kemacetan baru.

Penambahan Fasilitas

Menghadapi lonjakan mudik, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) perlu memperkuat fasilitas _rest area_ dengan penambahan toilet secara masif. Prioritas khusus harus diberikan pada jumlah toilet perempuan demi meminimalisir antrean panjang.

Selain itu, pembangunan rest area tambahan darurat yang fokus pada kebutuhan dasar sanitasi menjadi langkah krusial untuk menjaga kelancaran arus di dalam tol.

Penyediaan rest area di luar jalan tol yang dekat dengan pintu keluar (gerbang tol) diharapkan mampu menghentikan kebiasaan berbahaya beristirahat di bahu jalan.

Dengan adanya alternatif yang memadai, risiko penyempitan jalur dapat ditekan. Masyarakat perlu diingatkan bahwa bahu jalan bukanlah tempat istirahat, melainkan jalur steril khusus untuk kondisi darurat.

Sinergi antara BUJT dan Pemerintah Daerah menjadi kunci untuk menghadirkan tempat istirahat sementara di dekat pintu keluar tol.

Contoh sukses terlihat di Tol Salatiga; hanya 500 meter dari gerbang tol, pemudik sudah bisa menemukan rumah makan dan SPBU yang luas. Agar efektif, informasi fasilitas luar tol ini perlu diintegrasikan secara real-time ke dalam aplikasi Travoy.

Meningkatnya tren mobil listrik mewajibkan BUJT menyediakan SPKLU di titik-titik strategis ruas tol. Di sisi lain, sirkulasi rest area harus dijaga melalui petugas parkir yang tegas memberlakukan batas waktu istirahat maksimal 30 menit saat padat. Aspek keamanan pun tetap jadi prioritas lewat peningkatan patroli serta kesiagaan mobil derek gratis hingga pintu keluar terdekat.

Rekayasa Lalu Lintas

Penerapan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) yang menjadi solusi rutin dalam beberapa tahun terakhir sejatinya perlu dikaji lebih mendalam, terutama terkait dampaknya terhadap pergerakan bus antarkota.

Kebijakan satu arah ini harus mempertimbangkan kelancaran armada bus yang perlu segera kembali ke Jakarta untuk menjemput gelombang pemudik berikutnya setelah menyelesaikan pengantaran ke daerah tujuan.

Untuk mengantisipasi berulangnya kecelakaan akibat kendaraan di jalur berlawanan arah (contraflow) belajar dari kasu KM 58 yang menewaskan 12 orang pada mudik Lebaran 2024, perlu sosialisasi masif sebelum pelaksanaan.

Kondisi pengemudi harus fit (hindari jangan lelah dan mengantuk), memastikan kendaraan tetap di lajur kiri (lajur kanan untuk mendahului), batas kecepatan (maksimal 60 km per jam), menjaga jarak dan mematuhi rambu lalu lintas, jika terjadi kerusakan kendaraan berhenti di jalur kiri dan segera menghubungi pusat pelayanan petugas untuk meminta bantuan, pastikan kendaraan prima dengan BBM terisi penuh atau keterisian batere mencukupi.

Kemudian pembatas jalan untuk mengamankan kendaraan dipasang lebih rapat. Semula 30 meter menjadi setiap 10 meter. Disiapkan pula mobil pengaman (safety car) serta pemadam kebakaran dan mobil derek disiapkan untuk mengantisipasi kecelakaan yang dapat mengakibatkan kebakaran.

Catatan: Artikel ini merupakan opini dari Djoko Setijowarno Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat. Seluruh isi artikel tidak mencerminkan pandangan Redaksi Jaktara.com.

Penulis : Djoko Setijowarno

Berita Terkait

Rapor Merah Sektor Industri: Pekerjaan Rumah Bagi Menteri Baru
Gaji Manajer Kopdes Rp8,3 Juta: Siapa yang Membayar?
Menyelamatkan Tahu-Tempe, Melindungi Hak Hidup Petani Kedelai
Jakarta Mahal: Mengubah Bonus Demografi Menjadi Produktivitas Kota
Gerakan Buruh dan Koperasi
Tragedi Bekasi Timur: Alarm Keras Reformasi Sistem Keselamatan Kereta Api Nasional
WFH Jumat: Misi Penghematan atau Ilusi Pelesiran?
Perkuat Perdagangan, Jangan Meniggalkan Jepang

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Rapor Merah Sektor Industri: Pekerjaan Rumah Bagi Menteri Baru

Rabu, 30 September 2026 - 17:22 WIB

Gaji Manajer Kopdes Rp8,3 Juta: Siapa yang Membayar?

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:00 WIB

Menyelamatkan Tahu-Tempe, Melindungi Hak Hidup Petani Kedelai

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:02 WIB

Jakarta Mahal: Mengubah Bonus Demografi Menjadi Produktivitas Kota

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:16 WIB

Gerakan Buruh dan Koperasi

Berita Terbaru

Maman dalam Diskusi Media (DM FWUMKM) dengan tema Mengawal Momentum UMKM Naik Kelas di Tengah Rekor Penyaluran KUR di Smesco Startup Hub, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).

Nasional

Forum Wartawan UMKM Sukses Gelar Turnamen Billiar Antar Media

Senin, 12 Okt 2026 - 16:24 WIB

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto/Dok Humas Pemprov Jabar).

Uncategorized

Gubernur Jabar Perusak Iklim Investasi

Senin, 5 Okt 2026 - 14:24 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Diskusi dan Buka Puasa Bersama Forum Komunikasi Wartawan Ekonomi Makro (Forkem) di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Ekonomi & Bisnis

Siap-Siap! BSU Rp900 Ribu Kembali Dibagikan ke 13,3 juta Pekerja

Senin, 5 Okt 2026 - 11:00 WIB

news-1701

yakinjp

MAUJP

MAUJP

MAUJP

SATGASJITU

SLOT GACOR

SALAMJITU

SATGASJITU

SEMOGAJITU

SALAMJITU

Slot Gacor

MAUJP

Slot Gacor

SLOT GACOR

artikel 000000121

artikel 000000122

artikel 000000123

artikel 000000124

artikel 000000125

artikel 000000126

artikel 000000127

artikel 000000128

artikel 000000129

artikel 000000130

artikel 000000131

artikel 000000132

artikel 000000133

artikel 000000134

artikel 000000135

artikel 000000136

artikel 000000137

artikel 000000138

artikel 000000139

artikel 000000140

artikel 000000141

artikel 000000142

artikel 000000143

artikel 000000144

artikel 000000145

artikel 000000146

artikel 000000147

artikel 000000148

artikel 000000149

artikel 000000150

artikel 000000151

artikel 000000152

artikel 000000153

artikel 000000154

artikel 000000155

artikel 000000156

artikel 000000157

artikel 000000158

artikel 000000159

artikel 000000160

artikel 000000161

artikel 000000162

artikel 000000163

artikel 000000164

artikel 000000165

artikel 000000166

artikel 000000167

artikel 000000168

artikel 000000169

artikel 000000170

artikel 000000171

artikel 000000172

artikel 000000173

artikel 000000174

artikel 000000175

informasi terbaru kabupaten belu 00000056

informasi terbaru kabupaten belu 00000057

informasi terbaru kabupaten belu 00000058

informasi terbaru kabupaten belu 00000059

informasi terbaru kabupaten belu 00000060

informasi terbaru kabupaten belu 00000061

informasi terbaru kabupaten belu 00000062

informasi terbaru kabupaten belu 00000063

informasi terbaru kabupaten belu 00000064

informasi terbaru kabupaten belu 00000065

informasi terbaru kabupaten belu 00000066

informasi terbaru kabupaten belu 00000067

informasi terbaru kabupaten belu 00000068

informasi terbaru kabupaten belu 00000069

informasi terbaru kabupaten belu 00000070

informasi terbaru kabupaten belu 00000071

informasi terbaru kabupaten belu 00000072

informasi terbaru kabupaten belu 00000073

informasi terbaru kabupaten belu 00000074

informasi terbaru kabupaten belu 00000075

informasi terbaru kabupaten belu 00000076

informasi terbaru kabupaten belu 00000077

informasi terbaru kabupaten belu 00000078

informasi terbaru kabupaten belu 00000079

informasi terbaru kabupaten belu 00000080

informasi terbaru kabupaten belu 00000081

informasi terbaru kabupaten belu 00000082

informasi terbaru kabupaten belu 00000083

informasi terbaru kabupaten belu 00000084

informasi terbaru kabupaten belu 00000085

informasi terbaru kabupaten belu 00000086

informasi terbaru kabupaten belu 00000087

informasi terbaru kabupaten belu 00000088

informasi terbaru kabupaten belu 00000089

informasi terbaru kabupaten belu 00000090

informasi terbaru kabupaten belu 00000091

informasi terbaru kabupaten belu 00000092

informasi terbaru kabupaten belu 00000093

informasi terbaru kabupaten belu 00000094

informasi terbaru kabupaten belu 00000095

informasi terbaru kabupaten belu 00000096

informasi terbaru kabupaten belu 00000097

informasi terbaru kabupaten belu 00000098

informasi terbaru kabupaten belu 00000099

informasi terbaru kabupaten belu 00000100

informasi terbaru kabupaten belu 00000101

informasi terbaru kabupaten belu 00000102

informasi terbaru kabupaten belu 00000103

informasi terbaru kabupaten belu 00000104

informasi terbaru kabupaten belu 00000105

informasi terbaru kabupaten belu 00000106

informasi terbaru kabupaten belu 00000107

informasi terbaru kabupaten belu 00000108

informasi terbaru kabupaten belu 00000109

informasi terbaru kabupaten belu 00000110

informasi terbaru kabupaten belu 00000111

informasi terbaru kabupaten belu 00000112

informasi terbaru kabupaten belu 00000113

informasi terbaru kabupaten belu 00000114

informasi terbaru kabupaten belu 00000115

informasi terbaru kabupaten belu 00000116

informasi terbaru kabupaten belu 00000117

informasi terbaru kabupaten belu 00000118

informasi terbaru kabupaten belu 00000119

informasi terbaru kabupaten belu 00000120

informasi terbaru kabupaten belu 00000121

informasi terbaru kabupaten belu 00000122

informasi terbaru kabupaten belu 00000123

informasi terbaru kabupaten belu 00000124

informasi terbaru kabupaten belu 00000125

informasi terbaru kabupaten belu 00000126

informasi terbaru kabupaten belu 00000127

informasi terbaru kabupaten belu 00000128

informasi terbaru kabupaten belu 00000129

informasi terbaru kabupaten belu 00000130

article 48666670361

article 48666670362

article 48666670363

article 48666670364

article 48666670365

article 48666670366

article 48666670367

article 48666670368

article 48666670369

article 48666670370

article 48666670371

article 48666670372

article 48666670373

article 48666670374

article 48666670375

article 48666670376

article 48666670377

article 48666670378

article 48666670379

article 48666670380

article 48666670381

article 48666670382

article 48666670383

article 48666670384

article 48666670385

article 48666670386

article 48666670387

article 48666670388

article 48666670389

article 48666670390

article 48666670391

article 48666670392

article 48666670393

article 48666670394

article 48666670395

article 48666670396

article 48666670397

article 48666670398

article 48666670399

article 48666670400

article 48666670401

article 48666670402

article 48666670403

article 48666670404

article 48666670405

article 48666670406

article 48666670407

article 48666670408

article 48666670409

article 48666670410

article 58666670411

article 58666670412

article 58666670413

article 58666670414

article 58666670415

article 58666670416

article 58666670417

article 58666670418

article 58666670419

article 58666670420

article 58666670421

article 58666670422

article 58666670423

article 58666670424

article 58666670425

article 58666670426

article 58666670427

article 58666670428

article 58666670429

article 58666670430

article 58666670431

article 58666670432

article 58666670433

article 58666670434

article 58666670435

article 58666670436

article 58666670437

article 58666670438

article 58666670439

article 58666670440

article 58666670441

article 58666670442

article 58666670443

article 58666670444

article 58666670445

article 58666670446

article 58666670447

article 58666670448

article 58666670449

article 58666670450

article 58666670451

article 58666670452

article 58666670453

article 58666670454

article 58666670455

article 58666670456

article 58666670457

article 58666670458

article 58666670459

article 58666670460

article 58666670461

article 58666670462

article 58666670463

article 58666670464

article 58666670465

article 58666670466

article 58666670467

article 58666670468

article 58666670469

article 58666670470

article 58666670471

article 58666670472

article 58666670473

article 58666670474

article 58666670475

article 58666670476

article 58666670477

article 58666670478

article 58666670479

article 58666670480

article 58666670481

article 58666670482

article 58666670483

article 58666670484

article 58666670485

article 58666670486

article 58666670487

article 58666670488

article 58666670489

article 58666670490

article 58666670491

article 58666670492

article 58666670493

article 58666670494

article 58666670495

article 58666670496

article 58666670497

article 58666670498

article 58666670499

article 58666670500

article 58666670501

article 58666670502

article 58666670503

article 58666670504

article 58666670505

article 58666670506

article 58666670507

article 58666670508

article 58666670509

article 58666670510

news-1701