Wamendagri Pastikan Layanan Publik di Sumatera Pulih 100 Persen

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaktara – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, melaporkan bahwa proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak di Sumatera dan Jawa Barat terus berjalan secara progresif.

Ia menjelaskan bahwa pemulihan infrastruktur dasar di wilayah Sumatera telah menunjukkan perkembangan positif, baik pada layanan publik, sektor pendidikan, maupun infrastruktur dasar.

Konektivitas listrik di Sumatera Barat telah pulih sepenuhnya, sementara di Sumatera Utara dan Aceh masing-masing sudah mendekati 100 persen.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Secara umum kegiatan belajar mengajar berjalan 100 persen, hanya sekitar 3 persen yang masih menggunakan kelas darurat. Kemudian listrik di Sumatera Barat terkoneksi 100 persen, di Sumut ada 1 persen dan juga di Aceh 1 persen yang masih belum tersambung,” katanya kepada media di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten, dikutip Jumat (30/1/2026).

Selain itu, pemerintah menargetkan percepatan pemindahan pengungsi ke hunian sementara (huntara) dalam waktu satu bulan ke depan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda darurat.

Terkait pelayanan publik, Bima menegaskan bahwa kantor-kantor pemerintahan di wilayah terdampak di Sumatera pada umumnya telah kembali beroperasi.

“Pelayanan publik juga sudah berjalan semua 100 persen, hanya di Aceh Tamiang yang masih memerlukan proses, tetapi pembersihan sudah tuntas di pusat pemerintahan di Kota Aceh Tamiang,” ujarnya.

Berbeda dengan kondisi di Sumatera, Bima menyampaikan bahwa penanganan bencana di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, masih menghadapi tantangan yang cukup besar. Hal tersebut disebabkan oleh medan yang berat serta kondisi cuaca yang belum sepenuhnya mendukung proses evakuasi.

Ia menambahkan bahwa kedalaman timbunan material di lokasi bencana dapat mencapai hingga 20 meter, sehingga menyulitkan proses pencarian dan evakuasi korban.

Meski demikian, seluruh sumber daya telah dikerahkan, dan warga terdampak juga telah mendapatkan santunan atau insentif untuk mendukung relokasi sementara ke hunian yang lebih aman, baik di rumah kerabat maupun lokasi lainnya.

Berita Terkait

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada
Prabowo: Biaya Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Harus Gratis
Kronologi Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Erupsi Anak Krakatau
KSOP Banten Bersama Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Menhub Dudy Perpanjang Penutupan 8 Bandara Akibat Abu Vulkanik
Kemkomdigi Larang Operator Hanguskan Sisa Kuota Internet
Bukan Cuma Tren, Ini Cara Gen-Z Selamatkan Indonesia dari Bahaya Sisa Pangan!
MagangHub Batch 2 Kemnaker Dibuka Besok, Ini Tahapan Seleksinya

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 11:24 WIB

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Prabowo: Biaya Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Harus Gratis

Kamis, 10 September 2026 - 09:14 WIB

Kronologi Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Erupsi Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 - 08:54 WIB

KSOP Banten Bersama Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Senin, 7 September 2026 - 08:06 WIB

Menhub Dudy Perpanjang Penutupan 8 Bandara Akibat Abu Vulkanik

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Nasional

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:24 WIB