Strategi Pertamina Tetap Tumbuh di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Kamis, 9 April 2026 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Pertamina (Persero).

PT Pertamina (Persero).

Jaktara – PT Pertamina (Persero) berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan tetap bertumbuh di tengah ketegangan geopolitik global. Optimisme tersebut akan diwujudkan melalui lima strategi Pertamina dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 2026 (RKAP), sebagai acuan menghadapi volatilitas pasokan dan harga energi dunia.

Komitmen tersebut ditegaskan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri di Grha Pertamina, Jakarta, Selasa 7 April 2026.

Simon mengungkapkan, Pertamina telah melalui tahun 2025 yang penuh dengan berbagai tantangan, mulai dari tekanan ekonomi global, volatilitas harga energi, hingga kompleksitas operasional yang semakin tinggi.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Namun di tengah semua itu, Pertamina tetap berdiri kokoh menjadi garda terdepan penopang kehidupan masyarakat. Ini menegaskan bahwa Pertamina bukan hanya entitas bisnis, tetapi juga bagian dari solusi bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.

RKAP tahun 2026 Pertamina, Simon menjelaskan, mempertimbangkan dinamika geopolitik global yang berpotensi mendisrupsi sektor energi dan perekonomian dunia. Konflik di kawasan Timur Tengah serta meningkatnya tekanan di jalur strategis seperti Selat Hormuz turut memicu volatilitas pasokan dan harga energi global.

Simon menekankan lima strategi penting untuk menavigasi tantangan tersebut. Pertama, menjaga disiplin biaya secara ketat di seluruh lini operasi. Kedua, memastikan operasional perusahaan semakin andal dan efisien.

Ketiga, menjalankan investasi secara selektif dengan fokus pada proyek-proyek yang benar-benar strategis. Keempat, membangun organisasi yang lebih lincah dalam merespons perubahan. Serta, kelima, terus mendorong inovasi sebagai kebutuhan utama dalam menghadapi dinamika bisnis energi.

Simon mengungkapkan, Pertamina berupaya memanfaatkan tantangan geopolitik sebagai peluang. Salah satunya dengan mendorong efisiensi serta meningkatkan operasional seperti utilisasi kilang. Dengan langkah ini, Pertamina mengincar pertumbuhan volume penjualan produk energi berkualitas.

“Di tengah gejolak global yang semakin kompleks, peran Pertamina sebagai Soko Guru Energi atau penopang ketahanan energi nasional menjadi semakin penting. Eksistensi Pertamina di tahun 2026 bukan hanya tentang pertumbuhan. Ini tentang ketahanan, keandalan, dan kedaulatan energi nasional, karena itu Pertamina tidak bisa bekerja biasa-biasa saja,” tegasnya.

Ketahan Energi Jadi Fokus Pertamina

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menambahkan, ketahanan energi adalah prioritas utama Pertamina. Pada jangka pendek, Pertamina berkomitmen menjaga pasokan energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Kondisi yang saat ini terjadi bukan situasi normal. Ini “stress test” bagi Pertamina, sehingga respon Pertamina tidak boleh biasa-biasa saja. Pertamina harus bekerja over-maksimal,” tutup Mochamad Iriawan.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.

Berita Terkait

YLKI Desak Prabowo Turun Tangan Atasi Persoalan Listrik
Bahlil Semprot PLN Soal Pemadaman Bergilir: Segera Atasi Masalah Teknis!
Dua Pembangkit Besar Gangguan, PLN Lakukan Pengaturan Pasokan Listrik Jawa
Pertagas Group Perkuat Dukungan Energi bagi Industri di KEK Sei Mangkei
Serikat Pekerja PLN Indonesia Power Services Tolak Permenaker 7/2026, Ancam Aksi Lebih Besar Jika Tak Direvisi
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 dan Pertamax Green Rp17.000 per Liter
Indonesia Peringkat ke-2 Dunia Negara Paling Tahan Guncangan Energi 2026
Harga Minyak Mentah RI Tembus 102,26 Dolar AS per Barel di Maret 2026

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:46 WIB

YLKI Desak Prabowo Turun Tangan Atasi Persoalan Listrik

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:16 WIB

Bahlil Semprot PLN Soal Pemadaman Bergilir: Segera Atasi Masalah Teknis!

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:56 WIB

Dua Pembangkit Besar Gangguan, PLN Lakukan Pengaturan Pasokan Listrik Jawa

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:06 WIB

Pertagas Group Perkuat Dukungan Energi bagi Industri di KEK Sei Mangkei

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:59 WIB

Serikat Pekerja PLN Indonesia Power Services Tolak Permenaker 7/2026, Ancam Aksi Lebih Besar Jika Tak Direvisi

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Nasional

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:24 WIB