Prabowo Instruksikan Pembangunan Hunian Layak bagi Warga di Pinggir Rel

Sabtu, 28 Maret 2026 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaktara – Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat menindaklanjuti kondisi warga yang tinggal di kawasan pinggir rel kereta api di Senen, Jakarta Pusat. Usai melakukan blusukan dan menyapa langsung masyarakat pada Kamis, 26 Maret 2026, Kepala Negara segera menginstruksikan pembangunan hunian layak bagi warga terdampak.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo langsung menghubungi jajaran terkait untuk mempercepat penanganan tersebut.

“Presiden Prabowo langsung memerintahkan Menteri Perumahan melalui telepon karena sedang di Toba (diwakili Sekjen Menteri), Menteri Pekerjaan Umum, Dirut Perumnas dan KAI (Kereta Api Indonesia) serta beberapa pejabat terkait untuk membangun rumah hunian bagi warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 27 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Seskab Teddy, arahan tersebut segera ditindaklanjuti. Pemerintah memastikan proses awal pembangunan hunian baru langsung berjalan tanpa menunggu waktu lama.

“Hari ini juga tim sudah bergerak untuk menyiapkan proses pembangunan hunian baru yang letaknya tidak jauh dari kawasan asli tinggal mereka,” ungkap Seskab Teddy.

Langkah cepat ini diambil setelah Presiden Prabowo mendengar langsung kondisi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Banyak di antara mereka telah menetap selama puluhan tahun di kawasan pinggir rel dengan fasilitas yang sangat minim.

“Menurut penyampaian warga, mereka sudah tinggal puluhan tahun di pinggir rel dengan hunian serta atap terbatas. Dan Bapak Presiden ingin agar warga tersebut dapat dibuatkan tempat tinggal dan MCK yang layak untuk ditempati sesegera mungkin,” jelas Seskab Teddy.

Lebih dari sekadar relokasi, kebijakan ini dirancang dengan pendekatan kemanusiaan dan memastikan bahwa warga tetap dekat dengan lingkungan sosial dan sumber penghidupan mereka.

Pemerintah ingin perubahan ini tidak hanya menghadirkan tempat tinggal yang lebih aman, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Di tengah hiruk-pikuk kota, keputusan cepat ini menjadi pesan bahwa negara hadir, mendengar, dan bertindak.

Editor : Wira Dika

Berita Terkait

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada
Prabowo: Biaya Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Harus Gratis
Kronologi Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Erupsi Anak Krakatau
KSOP Banten Bersama Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Menhub Dudy Perpanjang Penutupan 8 Bandara Akibat Abu Vulkanik
Kemkomdigi Larang Operator Hanguskan Sisa Kuota Internet
Bukan Cuma Tren, Ini Cara Gen-Z Selamatkan Indonesia dari Bahaya Sisa Pangan!
MagangHub Batch 2 Kemnaker Dibuka Besok, Ini Tahapan Seleksinya

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 11:24 WIB

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Prabowo: Biaya Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Harus Gratis

Kamis, 10 September 2026 - 09:14 WIB

Kronologi Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Erupsi Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 - 08:54 WIB

KSOP Banten Bersama Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Senin, 7 September 2026 - 08:06 WIB

Menhub Dudy Perpanjang Penutupan 8 Bandara Akibat Abu Vulkanik

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Nasional

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:24 WIB