TPST Bantargebang Longsor, Pemprov DKI Sampaikan Duka dan Pastikan Santunan bagi Korban

Senin, 9 Maret 2026 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaktara – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya tiga orang dalam peristiwa longsor di gunungan sampah Zona 4 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 15.29 WIB.

Berdasarkan data sementara, tiga korban meninggal dunia adalah Sumini (60), pemilik warung di sekitar lokasi; Dedi Sutrisno, pengemudi truk Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Pusat; serta Endah Widayati (25), seorang pemulung.

Selain itu, seorang pengemudi truk Sudin LH Jakarta Selatan, Slamet, mengalami luka ringan. Ia telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Saat ini, kondisinya telah membaik dan diperbolehkan pulang.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan simpati kepada keluarga korban dan memastikan seluruh proses penanganan darurat dilakukan secara cepat serta terkoordinasi,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, di Jakarta dikutip Senin (9/3/2026).

Ia menegaskan, DLH DKI Jakarta langsung bergerak cepat mengaktifkan operasi tanggap darurat menyusul peristiwa longsor di area TPST Bantargebang.

Langkah cepat dan terkoordinasi dilakukan untuk memastikan keselamatan petugas di lapangan, penanganan korban, serta stabilisasi area terdampak agar pelayanan pengelolaan sampah dapat segera dipulihkan.

Sejak laporan kejadian diterima, DLH langsung mengerahkan tim dan mengoordinasikan operasi penanganan bersama lintas instansi. Tim gabungan yang terlibat antara lain Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, BPBD DKI Jakarta, BPBD Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Polsek Bantargebang, serta Koramil 05/Bantargebang. Asep juga memimpin langsung operasi tanggap darurat di lokasi.

“Begitu kejadian dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat. Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran,” kata Asep.

Dalam operasi evakuasi, dari total tujuh truk yang terdampak longsor, sebanyak lima unit telah berhasil dievakuasi. Sementara dua truk lainnya masih dalam proses evakuasi, yakni kendaraan yang dikemudikan oleh Riki Supriyadi dari Sudin LH Jakarta Utara dan Irwan Supriyatin. Hingga kini, tim gabungan terus bekerja di lokasi untuk mempercepat proses evakuasi.

Asep menambahkan, seluruh petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, biaya pengobatan bagi korban luka akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah.

“Selain itu, santunan sosial juga akan diberikan kepada korban terdampak lainnya, termasuk pemilik warung dan pemulung yang bukan berstatus PJLP,” ungkap Asep.

Untuk mendukung operasi tersebut, DLH bersama tim gabungan mengerahkan 13 unit ekskavator serta menyiagakan dua unit ambulans dari DLH dan Pemerintah Kota Bekasi. Peralatan tersebut digunakan secara simultan untuk membuka timbunan material longsor guna mempercepat proses evakuasi.

Pada saat yang sama, langkah stabilisasi area juga segera dilakukan untuk mencegah potensi longsor susulan. Penataan dan penguatan zona timbunan dilakukan secara bertahap agar struktur timbunan kembali stabil dan aman bagi operasional di lapangan.

“Keselamatan dalam pengoperasian layanan sampah di TPST Bantargebang adalah prioritas utama. Setelah area dinilai aman, kami langsung melakukan stabilisasi dan penataan zona timbunan agar kondisi kembali terkendali,” jelas Asep.

Meski proses penanganan masih berlangsung, DLH memastikan pelayanan publik pengelolaan sampah tetap berjalan. Untuk itu, satu titik buang sementara di TPST Bantargebang dibuka pada malam hari guna menjaga kelancaran ritase truk sampah dari Jakarta. Sementara dua titik buang lainnya masih dalam tahap perapihan.

“Saat ini kami juga meminta kepada jajaran Sudin LH Provinsi DKI Jakarta untuk sementara menunda pengiriman sampah ke TPST Bantargebang hingga proses evakuasi selesai,” ujar Asep.

Langkah ini diambil untuk memastikan sistem pengangkutan sampah Jakarta tetap berjalan sekaligus meminimalkan antrean truk selama proses evakuasi dan penanganan di area terdampak.

“Pemprov DKI berkomitmen menangani situasi ini secara cepat, hati-hati, dan terkoordinasi. Fokus kami adalah keselamatan, penanganan korban, serta memastikan operasional pengelolaan sampah Jakarta dapat segera pulih dengan aman,” tutup Asep.

Berita Terkait

Pemprov DKI Salurkan Santunan ke Korban Longsor TPST Bantargebang
Pramono Gratiskan Transportasi Publik dan Tempat Wisata Selama Lebaran
Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Mulai Beroperasi, Tarif Rp3.500 Selama 3 Bulan
Pramono Ajak Warga Mudik ke Jakarta, Tawarkan Diskon Belanja hingga 80%
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Ditarget Beroperasi Agustus 2026
Pemprov DKI Targetkan Operasional TPST Bantargebang Pulih dalam Sepekan
Longsor di TPST Bantargebang Bukti Nyata Kegagalan Sistemik Pengelolaan Sampah Jakarta
Pramono Jamin Perawatan Korban Longsor TPST Bantargebang

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:00 WIB

Pemprov DKI Salurkan Santunan ke Korban Longsor TPST Bantargebang

Selasa, 17 Maret 2026 - 09:30 WIB

Pramono Gratiskan Transportasi Publik dan Tempat Wisata Selama Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:00 WIB

Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Mulai Beroperasi, Tarif Rp3.500 Selama 3 Bulan

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:05 WIB

Pramono Ajak Warga Mudik ke Jakarta, Tawarkan Diskon Belanja hingga 80%

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:14 WIB

LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Ditarget Beroperasi Agustus 2026

Berita Terbaru