Jaktara – Stasiun pengisian bluk elpiji (SPBE) di Cimuning, Kota Bekasi, Jawa Barat terbakar pada Rabu (1/4/2026) malam.
Dari video yang tersebar di media sosial, langit di sekitar SPBE menjadi jingga kemerahan. Api tampak membubung tinggi. Warga yang berada di sekitar lokasi pun menjauh.
“Terjadi ledakan dan kebakaran di SPBE Cimuning [PT Indogas Andalan Kita],” tulis akun txtmustikajaya di media sosial x pada Rabu (1/4) malam sekitar pukul 21.15 WIB.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Area Manager Communications, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria membenarkan kejadian tersebut dan meminta maaf.
“Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) memohon maaf atas insiden yang terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Indogas Andalan Kita pada Rabu, 1 April 2026.”
“Pertamina Patra Niaga Regional RJBB dan pihak SPBE langsung bergerak cepat dan berkoordinasi dengan Tim Damkar setempat,” tulis Susanto dalam rilis tertulis, Rabu (1/4) malam.
12 Orang Alami Luka Bakar
Sementara itu, Kepolisian Resor (Polres) Metro Bekasi Kota mencatat 12 orang menjadi korban kebakaran di area Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat dengan kondisi seluruhnya mengalami luka bakar.
“Sementara ini data di kami ada 12 korban, tersebar di beberapa rumah sakit,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Pol Kusumo Wahyu Bintoro di Bekasi, Kamis.
Dia mengatakan korban mengalami luka bakar cukup serius, antara 60-70 persen dan hingga kini masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Korban merupakan warga sekitar dan karyawan di SPBE Cimuning.
“Mudah-mudahan jangan sampai ada korban jiwa. Ada dari warga, ada juga karyawan. Kami masih mendata semua,” ujarnya.







