Jaktara – BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan berlangsung 27 Januari sampai dengan 3 Februari 2026.
Peringatan ini dikeluarkan setelah adanya fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan Fase Bulan Purnama atau Perigee.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan fenomena tersebut dapat memicu peningkatan tinggi muka air laut di wilayah pesisir utara Jakarta.
Isnawa menyampaikan, puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 05.00-11.00 WIB, dengan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak.
Wilayah yang terdampak meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, hingga kawasan Kepulauan Seribu.
“Masyarakat pesisir perlu meningkatkan kesiapsiagaan, karena durasi pasang tinggi bisa berlangsung beberapa hari berturut-turut,” ujarnya, dikutip Rabu (28/1/2026).
BPBD DKI Jakarta juga mengimbau warga untuk mewaspadai perubahan kondisi cuaca serta dinamika air laut yang bisa berubah cepat.
Selain itu, warga juga diingatkan untuk menghindari aktivitas di daerah pesisir yang berisiko terkena banjir rob, terutama saat puncak pasang.
“Pastikan juga sistem drainase di sekitar rumah tetap berfungsi baik untuk menghindari terjadinya genangan air,” katanya.
BPBD DKI Jakarta juga meminta masyarakat memantau informasi resmi melalui kanal digital pemerintah seperti Peringatan Dini Gelombang Pasang di bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, aplikasi JAKI untuk melaporkan genangan, serta situs pantaubanjir.jakarta.go.id untuk memperoleh pembaruan kondisi secara real-time.
“Layanan darurat gratis 112 juga telah disiapkan pemerintah untuk merespons situasi darurat dan laporan masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” tandasnya.








