Eks Wamenaker Noel: KPK Isinya Orang Bohong, Licik dan Liar

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terdakwa kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 di Kementerian Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer bersiap menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (19/1/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama]

Terdakwa kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 di Kementerian Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer bersiap menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (19/1/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama]

Jaktara – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer atau Noel, meluapkan amarahnya terkait proses hukum yang sedang menyeret namanya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan dari pihak mana pun selain perintah pengadilan.

Noel bahkan secara terang-terangan menyerang kredibilitas lembaga antirasuah tersebut dengan menyebut oknum di dalamnya sebagai sosok yang tidak jujur.

“Yang bisa memerintah saya itu pengadilan, bukan juru bicara apalagi komisioner KPK. KPK ini isinya orang-orang ‘bocil’: bohong, licik, dan liar,” cetusnya saat ditemui awak media, dikutip dari akun TikTok @immanuelebenezerofficial, dikutip Selasa (3/2/2026).

Sebut OTT Sebagai Rekayasa

Ia juga menyindir prosedur Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang sering dibanggakan KPK. Menggunakan istilah pelesetan, ia menuding bahwa tindakan tersebut hanyalah titipan atau tipu muslihat belaka.

“OTT itu nipu semua. O-tipu-tipu, kalau enggak O-tipu-tipu? O-tipipan,” ujarnya sinis.

Dalam pembelaannya, ia memaparkan dua poin utama yang menurutnya membuktikan dirinya tidak bersalah. Pertama minimnya saksi.

Ia mengklaim bahwa dalam persidangan hari Senin lalu, dari lima saksi yang dihadirkan, tidak ada satu pun yang menyebutkan namanya terlibat.

Kedua Neol menegaskan bahwa peristiwa yang disangkakan terjadi sebelum ia menjabat sebagai Wamenaker. Ia menduga ada motif politik atau bisnis di balik kasus ini.

“Ada pengusaha atau pejabat yang terganggu dengan kebijakan saya. Itu yang pasti. Apalagi narasinya saya dibilang memeras pengusaha,” tambahnya.

Kritik Nasib Buruh dan Outsourcing

Alih-alih mengusut kasusnya, ia justru balik menyerang KPK karena dianggap tutup mata terhadap penderitaan jutaan buruh yang dieksploitasi melalui sistem outsourcing.

“KPK ke mana? Kerjaannya cuma o-tetek, o-tetek, o-titip. Jutaan buruh itu diperas pengusaha dan outsourcing. Ke mana itu KPK-KPK itu?,” ucapnya mempertanyakan.

Menutup pernyatannya, mantan aktivis ini memperingatkan pihak-pihak yang mencoba menjatuhkannya bahwa ia tidak akan tinggal diam. Meski merasa dijinakkan oleh sistem, ia merasa taringnya masih ada.

“Jangan salahkan saya. Saya lahir di dunia jalanan, dari dunia aktivis. Mungkin dulu saya singa lapangan, sekarang saya singa sirkus. Tapi singa sirkus, walaupun meraung, tetap menakutkan!” pungkasnya.

Berita Terkait

YLBHI Minta Kapolri Tegur Kapolres Karanganyar yang Bubarkan Paksa Kemah Pemuda Ahmadiyah
Motif Dendam Pribadi, Dalang Penyiraman Air Keras di Bekasi Bayar Eksekutor Rp9 Juta
Usai Viral, Polisi Tangkap Dua Pemalak Pengendara Mobil di Kebon Kacang Tanah Abang
Cegah Korupsi, KPK Larang Pejabat Pakai Fasilitas Negara Mudik 
Pengendara Mobil Plat Luar Jakarta Jadi Korban Pemerasan di Tanah Abang
Mangkir Panggilan, Tersangka Kasus BPR DCN Ditangkap Tim OJK-Polri di Jakarta
Prabowo Sebut Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Bentuk Terorisme
Data Pelaku Dirilis Polri & TNI Beda, Tim Advokasi Curigai Pengaburan Kasus KontraS

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:24 WIB

YLBHI Minta Kapolri Tegur Kapolres Karanganyar yang Bubarkan Paksa Kemah Pemuda Ahmadiyah

Sabtu, 4 April 2026 - 19:50 WIB

Motif Dendam Pribadi, Dalang Penyiraman Air Keras di Bekasi Bayar Eksekutor Rp9 Juta

Sabtu, 28 Maret 2026 - 21:47 WIB

Usai Viral, Polisi Tangkap Dua Pemalak Pengendara Mobil di Kebon Kacang Tanah Abang

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:29 WIB

Cegah Korupsi, KPK Larang Pejabat Pakai Fasilitas Negara Mudik 

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:20 WIB

Pengendara Mobil Plat Luar Jakarta Jadi Korban Pemerasan di Tanah Abang

Berita Terbaru

Nasional

Tekanan Politik DPR di Balik Pengunduran Diri Perry Warjiyo

Selasa, 28 Jul 2026 - 09:00 WIB

Ekonomi & Bisnis

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia

Selasa, 28 Jul 2026 - 08:28 WIB

Ekonomi & Bisnis

Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen

Senin, 22 Jun 2026 - 20:41 WIB