Daftar Daerah dengan Kualitas Hidup Terbaik di Indonesia

Minggu, 1 Februari 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaktata – Keberhasilan pembangunan daerah di Indonesia selama ini tampaknya terlalu sering dilihat dari angka-angka pertumbuhan ekonomi, padahal seharusnya konsisten dalam menghadirkan kehidupan yang sehat, berpendidikan, dan aman.

Hal ini menegaskan bahwa daerah berkualitas terbaik bukan yang sekadar paling kaya secara ekonomi, melainkan yang paling mampu mewujudkan kesejahteraan sosial secara merata dan berkelanjutan.

“Kualitas hidup tinggi adalah hasil dari kebijakan yang konsisten, bukan kebetulan,” ungkap Kepala Peneliti NEXT Indonesia Center, Ade Holis, di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Untuk menemukan daerah dengan kualitas hidup terbaik, ungkap Ade Holis, NEXT Indonesia Center menguji data 514 kabupaten/kota, melalui delapan indikator yang membentuk Indeks Sosial.

Delapan indikator tersebut mencakup persentase penduduk miskin, tingkat pengangguran terbuka (TPT), dependency ratio, serta rasio belanja makanan terhadap total pengeluaran. Selain itu, indeks ini mengintegrasikan variabel umur harapan hidup (UHH), harapan lama sekolah (HLS), rata-rata lama sekolah (RLS), dan pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan.

Dari hasil analisis, rata-rata Indeks Sosial Indonesia secara nasional pada tahun 2024 berada di level 64,66, sebuah angka yang menjadi batas garis bagi daerah untuk dikategorikan memiliki kualitas hidup di atas atau di bawah standar nasional.

“Agar adil, penilaian dilakukan berdasarkan pengelompokan wilayah, yakni terbaik di Sumatra, Jawa dan Bali, Nusa Tenggara dan Maluku, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua,” ujar Ade Holis.

Hasil Analisis 

Hasil analisis NEXT Indonesia Center menunjukkan, sejumlah kota besar berhasil tampil menonjol sebagai daerah dengan kualitas hidup terbaik, yakni Denpasar, Banda Aceh, Kupang, Kendari, Samarinda, hingga Jayapura. Mereka adalah daerah-daerah terbaik dengan Indeks Sosial tertinggi di masing-masing wilayahnya.

Kota Denpasar menempati posisi puncak nasional dengan skor Indeks Sosial tertinggi mencapai 94,80 pada tahun 2024. Ibu kota Provinsi Bali ini menunjukkan profil sosial-ekonomi yang sangat solid, ditandai oleh tingkat kemiskinan rendah sebesar 2,59 persen serta tingkat pengangguran terbuka yang hanya 2,11 persen.

“Struktur konsumsi di Denpasar menjadi indikator kemajuan yang nyata. Rasio belanja makanan yang rendah di Denpasar, yakni 42,24 persen, menunjukkan bahwa mayoritas rumah tangga telah melewati fase pemenuhan kebutuhan dasar sehingga kualitas hidup meningkat secara substantif,” ungkap Ade.

Selanjutnya ada Kota Banda Aceh yang memimpin klaster Sumatra dengan Indeks Sosial 87,10. Keunggulan Banda Aceh terutama ditopang oleh indikator pendidikan dan kesehatan yang sangat kuat. Menurut Ade, Banda Aceh membuktikan bahwa kualitas hidup bisa unggul meski bukan wilayah industri besar.

“Harapan lama sekolah masyarakat Banda Aceh mencapai 17,94 tahun, rata-rata lama sekolah 13,10 tahun, serta umur harapan hidup 75,25 tahun, yang seluruhnya berada di atas rata-rata Indonesia. Capaian ini mencerminkan keberhasilan akumulasi modal manusia dalam jangka panjang,” jelas dia.

Di wilayah Sulawesi, Kota Kendari menjadi yang terbaik dengan skor 85,27. Sama seperti Banda Aceh, Kendari mengandalkan modal manusia dengan angka harapan lama sekolah mencapai 16,92 tahun dan umur harapan hidup 75,47 tahun.

Kejutan muncul dari kawasan timur Indonesia, Kota Kupang mencatatkan Indeks Sosial sebesar 85,53. Di tengah tantangan ekonomi kawasan, Kupang mampu menunjukkan performa pendidikan yang jauh melampaui rata-rata kawasannya, dengan rata-rata lama sekolah 11,64 tahun dibanding rerata regional 8,58 tahun.

“Capaian Kupang sebagai bukti bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang martabat hidup. Kupang menunjukkan bahwa akses luas terhadap pendidikan mampu mendorong kualitas hidup sosial ke level yang jauh lebih tinggi,” ujar Ade.

Di Kalimantan, Kota Samarinda memiliki nilai Indeks Sosial 84,43. Capaian ini ditopang oleh tingkat kemiskinan yang rendah sebesar 4,30 persen. Di sisi lain, Ibu Kota Kalimantan Timur ini menorehkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di sepanjang 2024, angkanya tercatat 8,66 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur yang mencapai 6,17 persen.

Sementara itu, Kota Jayapura tetap menjadi pusat kualitas hidup di Papua dengan skor 80,85. Jayapura berfungsi sebagai magnet kemajuan dengan angka rata-rata lama sekolah 12,07 tahun, yang menjadi pembeda signifikan bagi kualitas hidup di wilayah timur.

Kendati demikian, meski 247 kabupaten/kota di Indonesia memiliki Indeks Sosial di atas rata-rata nasional, tapi tantangan besar masih membayangi akibat jurang ketimpangan antardaerah. Tercatat masih ada 267 kabupaten/kota dengan Indeks Sosial di bawah rata-rata nasional, menandakan kemajuan kualitas hidup masih terkonsentrasi di pusat-pusat layanan regional tertentu saja.

“Pembangunan inklusif sangat penting, setiap daerah harus mampu memastikan warganya menjalani hidup bermartabat tanpa terjebak kerentanan ekonomi akut, sehingga ketahanan sosial nasional terbentuk secara lebih merata,” tutup Ade Holis.

Penulis : Tasya

Editor : Rizky Dwi

Berita Terkait

Pramono Jamin Perawatan Korban Longsor TPST Bantargebang
Update Longsor Bantargebang: 4 Meninggal Dunia, 5 Korban Hilang Masih Dicari
TPST Bantargebang Longsor, Pemprov DKI Sampaikan Duka dan Pastikan Santunan bagi Korban
3 Orang Meninggal Dunia Akibat Longsor di TPST Bantargebang
43 Murid beserta Guru Keracunan MBG di Cimahi
Dedi Mulyadi: Saya Jujur Tahun Ini Mengajukan Pinjaman Rp2 Triliun
Tak Ada Izin, Wali Kota Bekasi Hentikan Paksa Proyek Galian Kabel
Tingkat Kepuasan Warga Jabar Terhadap Dedi Mulyadi Tembus 95,5%

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:38 WIB

Pramono Jamin Perawatan Korban Longsor TPST Bantargebang

Senin, 9 Maret 2026 - 13:38 WIB

Update Longsor Bantargebang: 4 Meninggal Dunia, 5 Korban Hilang Masih Dicari

Senin, 9 Maret 2026 - 06:30 WIB

TPST Bantargebang Longsor, Pemprov DKI Sampaikan Duka dan Pastikan Santunan bagi Korban

Senin, 9 Maret 2026 - 04:54 WIB

3 Orang Meninggal Dunia Akibat Longsor di TPST Bantargebang

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:20 WIB

43 Murid beserta Guru Keracunan MBG di Cimahi

Berita Terbaru

Bank Perekonomian Rakyat Koperindo, yang berlokasi di Wisma Techking 2, Jl. A.M Sangaji No.24 3, RT.3/RW.4 10130 Petojo Utara, Jakarta Pusat. Izin BPR Koperindo dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhitung sejak tanggal 9 Maret 2026. (Dok: LPS)

Ekonomi & Bisnis

LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah PT BPR Koperindo

Sabtu, 14 Mar 2026 - 12:23 WIB

Ekonomi & Bisnis

Wuling Siapkan Posko Mudik hingga Bengkel 24 Jam Selama Lebaran 2026

Sabtu, 14 Mar 2026 - 09:59 WIB

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal

Ekonomi & Bisnis

Lebih Dari 25 Ribu Buruh Tidak Mendapatkan THR

Sabtu, 14 Mar 2026 - 09:18 WIB