PLN Nusantara Power Percepat Pengembangan PLTS Terapung Karangkates

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLN Nusantara Power akan membangun PLTS Terapung Karangkates dengan kapasitas 100 MWac atau 133 MWp melalui entitas pengembang PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI). . Proyek ini direncanakan akan selesai pada Januari 2027. (Dok: PLN Nusantara Power)

PLN Nusantara Power akan membangun PLTS Terapung Karangkates dengan kapasitas 100 MWac atau 133 MWp melalui entitas pengembang PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI). . Proyek ini direncanakan akan selesai pada Januari 2027. (Dok: PLN Nusantara Power)

Jaktara — PLN Nusantara Power melalui anak usahanya, PLN Nusantara Renewables terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan PLTS Terapung Karangkates yang berlokasi di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Proyek ini menjadi salah satu langkah strategis dalam optimalisasi aset waduk untuk menghasilkan energi bersih, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, RUPTL PLN, serta agenda swasembada energi nasional.

PLTS Terapung Karangkates dikembangkan dengan kapasitas 100 MWac atau 133 MWp melalui entitas pengembang PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI).

Pengembangan proyek ini merupakan wujud nyata pemanfaatan ruang waduk yang produktif dan berkelanjutan. Dalam materi paparan disebutkan bahwa proyek ini didorong oleh beberapa landasan strategis, mulai dari komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement, implementasi program pemerintah terkait swasembada energi, optimalisasi aset existing berupa waduk, hingga penugasan dari PT PLN (Persero) kepada PT PLN Nusantara Power pada tahun 2022.

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam pengembangan energi ramah lingkungan ini,

“PLTS Terapung Karangkates merupakan langkah strategis PLN Nusantara Power Group dalam memperkuat portofolio energi baru terbarukan di Indonesia. Kami memandang proyek ini bukan sekadar pembangunan pembangkit, melainkan simbol kolaborasi, optimalisasi aset nasional, dan upaya bersama untuk mewujudkan masa depan energi yang lebih hijau dan efisien’, ujar Ruly.

Secara pengembangan, proyek ini telah melewati sejumlah tonggak penting. Setelah finalisasi perencanaan dan penyusunan studi kelayakan pada periode 2021–2022, salah satu milestone terbaru adalah pelaksanaan Soft Launching Ceremony pada 10 Februari 2026, yang menandai bergeraknya proyek ke fase konstruksi.

Dokumen KKPR PV Plant, AMDAL, dan KKPR SF telah selesai, sementara beberapa perizinan lanjutan seperti PPKH PV Plant SF, IPSDA, serta sebagian komponen LUA/RAUA masih dalam proses perolehan dengan target penyelesaian pada Maret 2026. Penataan KJA (Keramba dan Jaring Apung) juga telah diselesaikan pada 31 Januari 2026.

Pada sisi engineering, proses persetujuan desain masih berjalan. Pada sisi procurement, material floater untuk kapasitas 5 MW telah berada di site, disertai proses fabrikasi PV module, inverter, dan floater.

Sekretaris Perusahaan PLN Nusantara Renewables Ndaru Tri Hatmoko juga mengutarakan manfaat dari PLTS Terapung Karangkates ini.

‘PLTS Terapung Karangkates diharapkan memberikan manfaat besar bagi sistem energi maupun masyarakat sekitar. Dalam materi proyek dijelaskan bahwa pembangkit ini berpotensi menyediakan listrik bagi sekitar 100.000 rumah tangga serta menurunkan emisi karbon hingga 181.700 ton CO2 per tahun’, tambah Ndaru.

Selain itu, proyek ini diproyeksikan membuka sekitar 600 lapangan pekerjaan, meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, menarik investasi dan pendanaan internasional, serta menambah daya tarik wisata di Kabupaten Malang. Pemanfaatan area waduk sendiri direncanakan seluas 71 hektare atau sekitar 5,3% dari area Waduk Karangkates.

Melalui proyek ini, PLN Nusantara Power menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi energi bersih yang andal, inovatif, dan berkelanjutan bagi Indonesia.

Berita Terkait

YLKI Desak Prabowo Turun Tangan Atasi Persoalan Listrik
Bahlil Semprot PLN Soal Pemadaman Bergilir: Segera Atasi Masalah Teknis!
Dua Pembangkit Besar Gangguan, PLN Lakukan Pengaturan Pasokan Listrik Jawa
Pertagas Group Perkuat Dukungan Energi bagi Industri di KEK Sei Mangkei
Serikat Pekerja PLN Indonesia Power Services Tolak Permenaker 7/2026, Ancam Aksi Lebih Besar Jika Tak Direvisi
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 dan Pertamax Green Rp17.000 per Liter
Indonesia Peringkat ke-2 Dunia Negara Paling Tahan Guncangan Energi 2026
Harga Minyak Mentah RI Tembus 102,26 Dolar AS per Barel di Maret 2026

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:46 WIB

YLKI Desak Prabowo Turun Tangan Atasi Persoalan Listrik

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:16 WIB

Bahlil Semprot PLN Soal Pemadaman Bergilir: Segera Atasi Masalah Teknis!

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:56 WIB

Dua Pembangkit Besar Gangguan, PLN Lakukan Pengaturan Pasokan Listrik Jawa

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:06 WIB

Pertagas Group Perkuat Dukungan Energi bagi Industri di KEK Sei Mangkei

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:59 WIB

Serikat Pekerja PLN Indonesia Power Services Tolak Permenaker 7/2026, Ancam Aksi Lebih Besar Jika Tak Direvisi

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen

Senin, 22 Jun 2026 - 20:41 WIB