Respons Keputusan MSCI, BEI: Empat Proposal Reformasi Sudah Diakui

Selasa, 21 April 2026 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pejabat sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik.

Pejabat sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik.

Jaktara.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons pengumuman terbaru yang disampaikan oleh Penyedia indeks saham global, Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait hasil tinjauan indeks terhadap pasar saham Indonesia.

Pejabat sementara (PJs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa bursa sebelumnya telah melakukan pertemuan langsung dengan MSCI pada 16 April 2026 untuk membahas sejumlah langkah penguatan struktur pasar modal domestik.

MSCI bahkan telah mengakui (acknowledge) proposal yang diajukan oleh Bursa sebelumnya sebagai bagian dari proses evaluasi.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mengapresiasi bahwa 4 proposal yang telah kami deliver di-acknowledge oleh MSCI,” kata Jeffrey kepada wartawan Selasa (21/4/2024).

Jeffrey menegaskan komunikasi dengan penyedia indeks global akan terus dilakukan guna memastikan reformasi pasar berjalan sejalan dengan standar internasional.

Selain itu, Bursa juga akan memperluas dialog dengan investor global untuk menghimpun masukan terkait penguatan ekosistem pasar modal nasional.

“Kami akan terus berkomunikasi dengan investor global untuk memperoleh masukan untuk penguatan pasar modal ke depan,” pungkas dia.

Sebelumnya MSCI memutuskan untuk kembali membekukan saham Indonesia dalam rebalancing indeks Mei 2026. Langkah ini diambil seiring masih berlangsungnya evaluasi atas reformasi transparansi pasar modal Indonesia.

Dalam pernyataan resminya pada Senin (20/4/2026), MSCI menegaskan bahwa belum ada penambahan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes pada periode review kali ini.

Artinya, sejumlah aspek penting juga belum mengalami perubahan, mulai dari tidak adanya kenaikan foreign inclusion factor (FIF), tidak ada penyesuaian number of share, hingga belum ada peningkatan klasifikasi dalam kategori indeks.

Keputusan ini sekaligus menunda rebalancing konstituen saham Indonesia. MSCI memilih menahan diri sembari memastikan bahwa kebijakan baru yang diterapkan benar-benar konsisten dan efektif dalam jangka panjang.

Editor : Dwi Rizky

Berita Terkait

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar
Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026
Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen
Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia
Pemerintah Bongkar Dugaan Mafia Beras, Kerugian Negara Tembus Rp71 T
KKP Dukung Pemanfaatan Ruang Laut untuk Lindungi Mangrove & Populasi Kerang Dara di Belitung
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Nasional

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:24 WIB