Moody’s Tetapkan Peringkat Baa2 untuk Obligasi Global Indonesia

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi obligasi.

Ilustrasi obligasi.

Jaktara– Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Ratings (Moody’s) menetapkan peringkat Baa2 untuk surat utang (obligasi) luar negeri Pemerintah Indonesia yang diterbitkan dalam denominasi Yuan (CNH) dan Euro (EUR). Obligasi ini merupakan bagian dari program shelf global Indonesia senilai total USD10 miliar.

Dalam laporannya, Moody’s menyatakan bahwa obligasi ini merupakan kewajiban langsung dan tanpa jaminan dari Pemerintah Indonesia, dengan kedudukan yang setara (pari passu) dengan kewajiban tidak tersubordinasi lainnya. Dana yang diperoleh dari penerbitan ini rencananya akan digunakan untuk keperluan pembiayaan umum negara

“Peringkat Baa2 Indonesia mencerminkan ketahanan ekonominya, yang didukung oleh kekuatan struktural seperti kekayaan sumber daya alam dan demografi yang menguntungka, yang mendukung pertumbuhan jangka menengah,” tulis Moody’s dalam laporannya dikutip wartaekonomi, Rabu (25/2/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Moody’ memproyeksikan pertumbuhan PDB riil Indonesia akan tetap stabil di kisaran 5% dalam jangka menengah, dengan defisit fiskal dijaga di bawah 3% dari PDB. Meski begitu, Moody’s menyoroti adanya peningkatan risiko terhadap kredibilitas kebijakan dan kekuatan institusional selama satu tahun terakhir.

“Peningkatan volatilitas pasar saham dan valuta asing yang terkait, jika berlanjut, dapat melemahkan kekuatan ekonomi dan fiskal melalui berkurangnya daya tarik investasi dan biaya pinjaman yang lebih tinggi,” tulisnya.

Di sisi lain, Moody’s turut memperkirakan beban utang negara akan tetap stabil di sekitar 40% dari PDB. Kondisi ini akan sangat bergantung pada kepatuhan berkelanjutan terhadap disiplin fiskal seperti yang diwakili oleh batas defisit 3% dari PDB, dan tetap di bawah median negara-negara dengan peringkat Baa.

“Namun, kemampuan membayar utang tetap dibatasi oleh basis pendapatan yang rendah, membatasi fleksibilitas fiskal dan meningkatkan sensitivitas terhadap pergeseran kepercayaan pasar,” sebut Moody’s.

Keberadaan lembaga pengelola investasi baru, Danantara, juga turut menjadi perhatian. Moody’s menilai adanya ketidakpastian terkait pendanaan dan tata kelola Danantara dapat menimbulkan risiko kewajiban kontinjensi bagi pemerintah, mengingat kewenangannya yang besar atas aset-aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Danantara, juga telah meningkatkan risiko terhadap kredibilitas kebijakan dan potensi kewajiban kontingen bagi negara, terutama mengingat kewenangannya atas aset perusahaan milik negara dan agenda investasi yang ambisius,” tulis Moody’s.

Berita Terkait

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar
Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026
Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen
Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia
Pemerintah Bongkar Dugaan Mafia Beras, Kerugian Negara Tembus Rp71 T
KKP Dukung Pemanfaatan Ruang Laut untuk Lindungi Mangrove & Populasi Kerang Dara di Belitung
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Nasional

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:24 WIB