Hilirisasi Kelapa dan CPO Bisa Sumbang hingga Rp20.000 Triliun ke Khas Negara

Senin, 16 Februari 2026 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaktara – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah tengah fokus hilirisasi besar-besaran di sektor pertanian dan perkebunan dengan total dukungan anggaran hingga Rp371 triliu dalam tiga tahun ke depan.

“Hilirisasi itu bukan pilihan, tapi keharusan. Kita punya bahan baku terbesar dunia, tapi nilai tambahnya dinikmati negara lain. Ini yang harus kita ubah,” tegasnya saat menghadiri Sidang Dewan Pleno (SDP) HIPMI 2026 di Hotel Four Points by Sheraton, Kota Makassar, Minggu (15/2/2026).

Mentan mengklaim Indonesia menjadi nomor satu kelapa terbesar dunia. Harga kelapa Rp1.350, dan menurutnya jika dilakukan hilirisasi jadi coconut milk, coconut water, dan turunannya, nilainya bisa naik 100 kali lipat.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita ini nomor satu kelapa terbesar dunia. Harga kelapa kita Rp1.350. Kalau kita hilirisasi jadi coconut milk, coconut water, dan turunannya, nilainya bisa naik 100 kali lipat. Ekspor kita Rp24 triliun, kalau diolah bisa jadi Rp2.400 triliun, bahkan Rp5.000 triliun,” tegasnya.

Ia juga menyoroti gambir yang 80 persen bahan bakunya dikuasai Indonesia, namun pengolahannya masih dilakukan di luar negeri.

“Sedihnya gambir kita diekspor, diolah di luar, lalu dijual kembali ke dunia. Potensinya Rp5.000 triliun. Kita mau berubah atau tidak?” katanya.

Pada komoditas CPO, Indonesia menguasai 60–70 persen pasar dunia. Dengan strategi penguatan biofuel dan pengurangan impor solar, nilai tambahnya dinilai bisa melonjak signifikan.

“Kalau harga CPO rendah kita serap jadi biofuel dalam negeri, kalau tinggi kita ekspor. Kita bisa mainkan dunia. Sekarang nilainya Rp549 triliun, bisa jadi Rp1.500 triliun, bahkan Rp5.000 triliun kalau hilirisasi penuh,” ujarnya.

Mentan Amran lebih lanjut menekankan bahwa keberhasilan hilirisasi dan transformasi ekonomi sangat bergantung pada keberanian generasi pengusaha muda.

“HIPMI, Anda yang menentukan republik ini lima, sepuluh, lima belas tahun ke depan. Perputaran ekonomi republik ini ada di pengusaha,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa lompatan hanya terjadi jika ada perubahan cara kerja dan keberanian keluar dari zona nyaman. Mengutip Albert Einstein, Amran menyampaikan, “Insanity is doing the same thing over and over again and expecting different results.” kutipnya.

Menurutnya, organisasi atau individu yang bekerja biasa-biasa saja namun mengharapkan hasil luar biasa, tidak akan pernah mencapai lompatan besar.

“Hari ini kita sudah doa paling tinggi. Sekarang saatnya bertindak paling tinggi. Doa, mimpi besar, tindakan besar, dan konsisten, itu kunci keberhasilan,” tegasnya.

Kementerian Pertanian juga membuka peluang konkret bagi pelaku usaha muda, mulai dari cetak sawah baru, pengembangan kakao hampir satu juta hektare dengan dukungan anggaran Rp10 triliun, hingga pembangunan pabrik kelapa senilai Rp1,5 triliun per unit melalui skema kolaborasi pembiayaan.

Mentan Amran mengajak HIPMI untuk tidak terjebak dalam pola lama “maju dua langkah, mundur dua langkah, seperti poco-poco”. Ia menekankan bahwa Indonesia harus keluar dari middle income trap melalui keberanian kebijakan dan konsistensi hilirisasi.

“Kalau tiga komoditas saja kita hilirisasi serius, kelapa, gambir, dan CPO, itu bisa 15.000 sampai 20.000 triliun. Itu setara tujuh tahun APBN. Ini bukan mimpi. Ini soal kita mau atau tidak,” pungkasnya.

Momentum SDP HIPMI 2026 pun menjadi panggung konsolidasi sekaligus panggilan aksi bagi pengusaha muda Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian energi, dan transformasi ekonomi nasional berbasis hilirisasi.

Berita Terkait

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar
Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026
Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen
Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia
Pemerintah Bongkar Dugaan Mafia Beras, Kerugian Negara Tembus Rp71 T
KKP Dukung Pemanfaatan Ruang Laut untuk Lindungi Mangrove & Populasi Kerang Dara di Belitung
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Nasional

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:24 WIB