Harga Emas Diproyeksi Bisa Tembus hingga US$6.000 per Troy Ons di 2026

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi emas.

Ilustrasi emas.

Jaktara – Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI memproyeksikan harga emas akan berada di kisaran US$5.500–US$6.000 per troy ons hingga akhir 2026. Proyeksi ini sejalan dengan volatilitas yang masih tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Analis dari Research and Development ICDX, Tiffani Safinia, menjelaskan dalam jangka pendek, pergerakan emas masih akan dipengaruhi dinamika dolar AS, imbal hasil obligasi, dan perkembangan konflik global. Namun secara keseluruhan harga emas dapat tembus hingga US$6.000 per try ons.

“Hal ini mencerminkan ekspektasi reli yang semakin menguat di tengah ketidakpastian geopolitik dan pembelian agresif oleh bank sentral,” kata dia dalam diskusi di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiffani menambahkan saat ini beberapa lembaga keuangan global juga telah menaikkan proyeksi harga emas untuk tahun 2026, yang didorong oleh risiko geopolitik global yang persisten serta permintaan struktural dari bank sentral. .

Berdasarkan poll Reuters terhadap 30 analis dan trader internasional, untuk tahun 2026 median proyeksi harga emas untuk 2026 berada di US$4.746,50 per troy ons, melonjak signifikan dibanding estimasi US$4.275 yang dirilis pada Oktober sebelumnya.

Di tingkat institusional, Goldman Sachs Group Inc. merevisi naik target harga emas akhir 2026 menjadi US$5.400 per troy ons, dari sebelumnya US$4.900, dengan menyoroti meningkatnya permintaan dari investor swasta dan bank sentral sebagai katalis utama.

J.P. Morgan juga berada di kubu optimistis dengan proyeksi harga emas mencapai US$6.300 per troy ons pada kuartal IV 2026. Sementara itu, Morgan Stanley mematok proyeksi rata-rata US$4.600, dengan skenario bullish mencapai US$5.700 pada paruh kedua 2026.

Berita Terkait

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar
Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026
Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen
Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia
Pemerintah Bongkar Dugaan Mafia Beras, Kerugian Negara Tembus Rp71 T
KKP Dukung Pemanfaatan Ruang Laut untuk Lindungi Mangrove & Populasi Kerang Dara di Belitung
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Nasional

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:24 WIB