Bitcoin Siap Rebound ke USD85.000, Ini Pemantiknya

Kamis, 26 Februari 2026 - 03:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bitcoin

Ilustrasi Bitcoin

Jaktara – Bitcoin (BTC) disebut berpotensi rebound hingga US$85.000 setelah sejumlah analis menyoroti kemunculan pola teknikal triple bottom di tengah konsolidasi harga yang ketat. Proyeksi tersebut muncul saat sentimen pasar berada di level ketakutan ekstrem.

Saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di US$65.346, naik sekitar 3% dalam 24 jam terakhir. Namun secara mingguan, BTC masih melemah hampir 6%, mencerminkan tekanan jual yang belum sepenuhnya reda.

Meski harga masih bergerak sideways, sejumlah indikator teknikal mulai menarik perhatian pasar.

Pola Triple Bottom dan Proyeksi US$85.000

Beberapa analis mencatat Bitcoin sedang membentuk pola triple bottom, yaitu pola pembalikan bullish yang muncul ketika harga menguji level support yang sama beberapa kali tanpa menembusnya.

Sumber Gambar: X.com/martypartymusic

Analis MartyParty juga menyoroti pola double bottom pada ETF teknologi BlackRock (IGV). Ia menyebut korelasi historis antara Bitcoin dan indeks tersebut mencapai 0,92.

“Pola baru muncul pada BlackRock IGV. Terbentuk double bottom dengan target di level 95. Dengan korelasi Bitcoin sebesar 0,92 terhadap indeks tersebut, pola ini memproyeksikan Bitcoin berpotensi membentuk double bottom menuju US$84.000. Mari kita pantau perkembangannya,” jelasnya.

Jika pola pada pasar ekuitas tersebut terealisasi ke atas, proyeksi harga Bitcoin dapat mengarah ke kisaran US$84.000 hingga US$85.000.

Korelasi ini menunjukkan bahwa pergerakan Bitcoin saat ini turut dipengaruhi dinamika saham teknologi, bukan hanya faktor internal pasar kripto.

Fear & Greed Index Sentuh Extreme Fear

Sumber Gambar: zycrypto

Sentimen pasar turut menjadi sorotan. Fear & Greed Index Bitcoin sempat turun ke angka 5, yang masuk kategori Extreme Fear. Level ini tergolong sangat rendah dan jarang terjadi.

Sejumlah analis membandingkan kondisi tersebut dengan periode akhir 2018, crash Maret 2020, serta fase koreksi besar pada 2022. Pada periode-periode tersebut, sentimen ekstrem muncul mendekati fase dasar sebelum terjadi pemulihan signifikan.

Meski begitu, kondisi ketakutan ekstrem tidak otomatis menjamin pembalikan harga dalam waktu dekat.

Area Kritis: US$70.000 Jadi Penentu

Sumber Gambar: X.com/DVSignals

Dari sisi teknikal jangka pendek, Bitcoin disebut berada tepat di area channel support dan tertekan dalam pola falling wedge. Jika harga tidak segera bergerak naik dari zona ini, risiko tekanan lanjutan masih terbuka.

“BTC perlu bertahan di area ini sekarang juga. Harga sedang berada tepat di level channel support dengan pola falling wedge yang semakin tertekan. Jika tidak segera bergerak naik dari zona ini, pergerakan berikutnya berpotensi menjadi penurunan tajam lanjutan,” ujar analis DeepValue.

Sumber Gambar: X.com/columbus0x

Analis Columbus mencatat Bitcoin saat ini bergerak dalam rentang sempit sekitar US$67.000–US$68.000, dengan likuiditas tebal di atas US$70.000 dan penumpukan bid di area pertengahan US$60.000.

Kondisi kompresi harga seperti ini sering mendahului pergerakan besar. Break tegas di atas US$69.500–US$70.000 dinilai dapat membuka ruang kenaikan lebih lanjut, termasuk menguji proyeksi US$85.000. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support berpotensi memicu penurunan lanjutan.

Sumber Berita: Indodax

Berita Terkait

Fokus Efisiensi, Kepala BGN Nanik Siap Tata Ulang Program Makan Bergizi Gratis
Wamendagri Bima Arya: Desartada Jadi Pedoman Penataan Daerah
BEI Jatuhkan 845 Sanksi ke 494 Emiten, Pelanggaran Free Float Mendominasi
InJourney Airports Layani 4,41 Juta Penumpang Pesawat Selama Periode Lebaran
Prabowo Apresiasi Pemulihan Pascabanjir Aceh Tamiang yang Capai 100 Persen
Mirae Asset Sekuritas Peringatkan Risiko Volatilitas Pasar di Tengah Kenaikan Harga Minyak
Posko THR DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Simak Jadwal dan Cara Mengadu
Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Resiprokal Trump

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 20:40 WIB

Fokus Efisiensi, Kepala BGN Nanik Siap Tata Ulang Program Makan Bergizi Gratis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:16 WIB

Wamendagri Bima Arya: Desartada Jadi Pedoman Penataan Daerah

Jumat, 24 April 2026 - 07:17 WIB

BEI Jatuhkan 845 Sanksi ke 494 Emiten, Pelanggaran Free Float Mendominasi

Senin, 23 Maret 2026 - 10:36 WIB

InJourney Airports Layani 4,41 Juta Penumpang Pesawat Selama Periode Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 - 10:38 WIB

Prabowo Apresiasi Pemulihan Pascabanjir Aceh Tamiang yang Capai 100 Persen

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 dan Pertamax Green Rp17.000 per Liter

Rabu, 10 Jun 2026 - 07:55 WIB

Ekonomi & Bisnis

Bank Indonesia Naikan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen

Selasa, 9 Jun 2026 - 12:59 WIB