Ada Momentum Lebaran, Inflasi Maret Terkerek Capai 0,41 Persen

Rabu, 1 April 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Inflasi. (Dok: Istimewa)

Ilustrasi Inflasi. (Dok: Istimewa)

Jaktara – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Maret 2026 terjadi inflasi sebesar 0,41 persen (m-to-m) atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,50 pada Februari 2026 menjadi 110,95 pada Maret 2026.

Angka inflasi bulanan ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1,65 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender tercatat sebesar 0,94 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 1,07 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,32 persen.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi kelompok ini adalah ikan segar, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng serta daging sapi,” jelas Ateng dalam konferensi pers, di Kantornya Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Selain itu, terdapat komoditas yang masih memberikan andil deflasi pada Maret 2026, di antaranya tarif angkutan udara dan emas perhiasan, masing-masing sebesar 0,03 persen.

Berdasarkan komponen, inflasi pada Maret 2026 utamanya didorong oleh inflasi komponen bergejolak dengan andil inflasi sebesar 0,27 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit dan daging sapi. Selanjutnya, komponen inti memberikan andil inflasi sebesar 0,08 persen.

“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada kelompok ini adalah minyak goreng dan nasi dengan lauk,” kata dia.

Sementara itu, komponen harga diatur pemerintah memberikan andil inflasi sebesar 0,06 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen ini adalah bensin, tarif angkutan antarkota, dan Sigaret Kretek Mesin (SKM).

Menurut wilayah, secara bulanan tercatat 34 provinsi mengalami inflasi, sedangkan 4 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Pegunungan sebesar 2,57 persen. Adapun deflasi terdalam terjadi di Maluku sebesar 0,75 persen.

BPS secara khusus juga melaporkan inflasi kelompok transportasi pada momen lebaran. Berdasarkan historis lima tahun terakhir, selalu terjadi inflasi di setiap momen Ramadan dan Lebaran, kecuali pada tahun 2025.

“Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah bensin dan tarif angkutan antarkota dengan andil inflasi terhadap umum masing-masing 0,04 persen dan 0,03 persen,” jelas Ateng.

Ia melanjutkan bahwa tarif angkutan udara menjadi peredam inflasi pada kelompok ini dengan andil deflasi terhadap umum sebesar 0,03 persen.

Berita Terkait

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar
Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026
Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen
Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia
Pemerintah Bongkar Dugaan Mafia Beras, Kerugian Negara Tembus Rp71 T
KKP Dukung Pemanfaatan Ruang Laut untuk Lindungi Mangrove & Populasi Kerang Dara di Belitung
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Nasional

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:24 WIB