Mentan Amran Klaim Produksi Gula Nasional Capai 2,6 Juta Ton

Minggu, 8 Februari 2026 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaktara – Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat capaian positif produksi tebu dan gula nasional sepanjang 2025 sebagai fondasi kuat menuju swasembada gula.

Hasil evaluasi akhir giling 2025 menunjukkan produksi gula nasional mencapai 2,67 juta ton atau sekitar 97,54 persen dari target yang ditetapkan, menegaskan tren peningkatan produksi dalam negeri.

Capaian tersebut sejalan dengan peningkatan produksi tebu nasional yang pada tahun 2025 mencapai 39,07 juta ton, dengan produktivitas rata-rata 69,35 ton per hektare.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka ini melampaui target Rencana Strategis (Renstra) Perkebunan dan mencerminkan keberhasilan berbagai intervensi pemerintah di sektor hulu.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penguatan produksi tebu akan terus diakselerasi untuk mewujudkan swasembada gula dan mengurangi ketergantungan impor.

Pemerintah, kata dia, terus mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi dari hulu hingga hilir. Berdasarkan Roadmap Swasembada Gula Nasional sesuai Kepmenko Nomor 418 Tahun 2023, pemerintah menargetkan produksi gula nasional mencapai 3,27 juta ton pada 2027.

“Swasembada gula adalah keharusan. Pemerintah fokus meningkatkan produktivitas tebu, memperluas areal, menyediakan benih unggul, serta melakukan modernisasi industri gula,” kata Mentan Amran dalam keterangannya, dikutip Minggu (8/2/2026).

Plt Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menjelaskan bahwa capaian produksi tebu 2025 didorong oleh berbagai program strategis, antara lain bongkar ratoon, penggunaan varietas tebu unggul, serta pendampingan teknis yang intensif kepada petani.

“Capaian ini didorong berbagai intervensi pemerintah, mulai dari bongkar ratoon, penggunaan varietas unggul, hingga pendampingan petani,” kata Roni.

Roni menambahkan bahwa pemerintah juga mendorong varietas tebu unggul dan memperkuat sistem perbenihan nasional untuk mewujudkan swasembada gula nasional.

Dari sisi wilayah, Jawa Timur masih menjadi sentra utama produksi tebu nasional, diikuti Lampung dan Jawa Tengah.

Selain itu, pengembangan kawasan tebu juga terus diperluas di sejumlah provinsi lain, seperti Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari strategi ekstensifikasi.

Kementan juga memperkuat sistem perbenihan nasional guna memastikan ketersediaan varietas unggul, sekaligus mendorong peningkatan efisiensi pabrik gula melalui program revitalisasi.

Dukungan pembiayaan melalui KUR Khusus Tebu, penyediaan alat dan mesin pertanian, serta penguatan kelembagaan petani menjadi bagian dari upaya terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Tantangan Perubahan Iklim

Meski dihadapkan pada tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan efisiensi industri gula, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat peningkatan produksi nasional.

Respons petani terhadap program pengembangan tebu pun dinilai positif karena berdampak langsung pada peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, dan peluang peningkatan pendapatan.

Dengan capaian produksi gula dan tebu yang terus meningkat sepanjang 2025, Kementerian Pertanian berharap target swasembada gula nasional dapat dicapai sesuai peta jalan yang telah ditetapkan.

Pemerintah memastikan penguatan produksi dari hulu hingga hilir akan terus dilanjutkan secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga gula dalam negeri tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi nasional, tetapi juga memperkuat kesejahteraan petani tebu dan ketahanan pangan nasional.

Berita Terkait

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar
Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026
Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen
Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia
Pemerintah Bongkar Dugaan Mafia Beras, Kerugian Negara Tembus Rp71 T
KKP Dukung Pemanfaatan Ruang Laut untuk Lindungi Mangrove & Populasi Kerang Dara di Belitung
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Nasional

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:24 WIB