Sukses Terbitkan Global Bond Danantara, Pemerintah Ajak Pelaku Ekonomi Perkuat Fundamental Pasar

Senin, 15 Juni 2026 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Pers Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 15 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres/Rusman

Keterangan Pers Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 15 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres/Rusman

Jaktara.com – Pemerintah memastikan upaya memperkuat kepercayaan pasar dan pelaku ekonomi terus dilakukan melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk penguatan iklim investasi, percepatan deregulasi, serta dorongan terhadap hilirisasi dan industrialisasi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam keterangan persnya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

Mensesneg menyampaikan bahwa hasil penerbitan obligasi global (global bond) Danantara menjadi salah satu bukti meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Itu target dari Danantara yang berkenaan dengan masalah global bond, bahwa ternyata itu juga kemudian membuktikan kepercayaan investor baik di Amerika, kemudian tadi dari Eropa, maupun dari Asia terhadap global bond yang diterbitkan oleh Danantara sebetulnya itu sesuatu yang perlu kita patut syukuri dan terima kasih Pak Rosan atas kerja kerasnya,” ujar Mensesneg.

Mensesneg menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat fundamental ekonomi, menjaga persepsi pasar, serta meningkatkan iklim investasi nasional.

“Dalam satu dua minggu ini kita semua terus berupaya untuk memperkuat koordinasi, memperkuat kerja sama, dan terutama mengambil kebijakan-kebijakan yang kita berharap dapat memperkuat yang tadi disampaikan, memperkuat mata uang kita, memperkuat persepsi publik, memperkuat persepsi pasar,” jelasnya.

Selain menjaga kepercayaan investor, Mensesneg menyampaikan bahwa pemerintah juga terus mendorong reformasi struktural melalui deregulasi dan percepatan hilirisasi serta industrialisasi.

“Berkenaan dengan masalah deregulasi, yang berkali-kali Bapak Presiden menyampaikan bahwa kita harus terus berupaya untuk mempermudah perizinan-perizinan kita supaya iklim investasi dapat berkembang, supaya ekosistem ekonomi kita juga dapat berkembang dengan jauh lebih kompetitif gitu,” ungkapnya.

Selanjutnya, Mensesneg menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong percepatan hilirisasi dan industrialisasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

“Di satu sisi industrialisasi dan hilirisasi ini adalah untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap barang-barang impor, yang kedua juga pada akhirnya kita berharap produk yang kita hasilkan dari proses hilirisasi dan industrialisasi dapat memberikan nilai tambah yang itu membawa penambahan kekayaan bagi bangsa dan negara kita,” tambah Mensesneg.

Lebih lanjut, Mensesneg menegaskan bahwa stabilitas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga iklim usaha dan memperkuat perekonomian nasional. Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku pasar, serta pelaku ekonomi untuk bersama-sama menjaga kepercayaan dan berkolaborasi dalam upaya memulihkan serta memperkuat ekonomi Indonesia.

“Mari kita semua–kepada seluruh masyarakat, kepada seluruh pelaku pasar, kepada seluruh pelaku ekonomi untuk mari bergandengan tangan kita bekerjasama dan kita bekerja keras untuk mengembalikan atau memulihkan dan memperkuat ekonomi kita,” tutup Mensesneg.

Berita Terkait

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar
Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026
Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen
Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia
Pemerintah Bongkar Dugaan Mafia Beras, Kerugian Negara Tembus Rp71 T
KKP Dukung Pemanfaatan Ruang Laut untuk Lindungi Mangrove & Populasi Kerang Dara di Belitung
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Nasional

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:24 WIB