Evaluasi Reformasi Pasar Modal, MSCI Bekukan Perubahan Indeks Saham Indonesia

Selasa, 21 April 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Bursa Efek Indonesia.

PT Bursa Efek Indonesia.

Jaktara.com – Penyedia indeks saham global, Morgan Stanley Capital International (MSCI) mempertahankan pembatasan terhadap saham-saham Indonesia pada review indeks Mei 2026.

Dalam pengumuman terbarunya, MSCI menyoroti sejumlah langkah reformasi pasar modal mencakup peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih rinci, penerapan kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta peningkatan batas minimum free float menjadi 15%.

“Seiring dengan proses evaluasi tersebut, MSCI memastikan akan mempertahankan perlakuan sementara terhadap saham-saham Indonesia pada peninjauan indeks Mei 2026,” tulis MSCI dalam pengumumannya, Selasa (21/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keputusan MSCI ini juga mencakup pembekuan peningkatan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak adanya penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI Investable Market Indexes (IMI).

Selain itu, MSCI juga menunda kenaikan kelas saham antar segmen kapitalisasi, termasuk promosi saham dari kategori small cap ke standard index.

Dalam kebijakan tersebut, saham yang masuk dalam kerangka Highly Speculative Counters (HSC) berdasarkan identifikasi otoritas Indonesia tetap akan dikeluarkan dari indeks sesuai standar global MSCI.

HSC merupakan daftar emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sebagian besar sahamnya terkonsentrasi pada sedikit pihak atau kelompok afiliasi tertentu. Data ini dirilis oleh BEI untuk meningkatkan transparansi, meminimalkan risiko praktik spekulatif serta memenuhi standar investor global.

MSCI menyatakan tetap dapat memanfaatkan data keterbukaan pemegang saham di atas 1% untuk melakukan penyesuaian estimasi free float apabila diperlukan. Namun, sumber data baru lainnya belum akan dimasukkan ke dalam metodologi perhitungan indeks sampai proses evaluasi rampung dan masukan dari pelaku pasar selesai dihimpun.

Langkah ini diambil guna membatasi potensi perputaran indeks sekaligus memitigasi risiko investabilitas bagi investor global, sembari memberikan waktu bagi implementasi reformasi transparansi pasar modal Indonesia.

Ke depan, MSCI membuka ruang dialog dengan pelaku pasar dan regulator domestik untuk menilai efektivitas kebijakan baru tersebut. Pembaruan selanjutnya dijadwalkan akan disampaikan dalam Market Accessibility Review pada Juni 2026.

Berita Terkait

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar
Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026
Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen
Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia
Pemerintah Bongkar Dugaan Mafia Beras, Kerugian Negara Tembus Rp71 T
KKP Dukung Pemanfaatan Ruang Laut untuk Lindungi Mangrove & Populasi Kerang Dara di Belitung
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Nasional

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:24 WIB