Presiden Prabowo dan Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan

Selasa, 14 April 2026 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mendapat sambutan hangat dari Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, saat melakukan pertemuan di Istana Kremlin, Moskow, pada Senin, 13 April 2026. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mendapat sambutan hangat dari Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, saat melakukan pertemuan di Istana Kremlin, Moskow, pada Senin, 13 April 2026. (Foto: BPMI Setpres)

Jaktara.com – Presiden Prabowo Subianto, mendapat sambutan hangat dari Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, saat melakukan pertemuan di Istana Kremlin, Moskow, pada Senin, 13 April 2026.

Dalam pengantarnya, Presiden Putin menegaskan bahwa kunjungan Presiden Prabowo memiliki arti penting dalam memperkuat hubungan strategis kedua negara di tengah dinamika global saat ini.

“Kami lihat bahwa kunjungan Yang Mulia memiliki makna yang sangat besar dan sangat penting, terutama di situasi dan perkembangan sekarang di dunia, juga dari segi peningkatan kerja sama bilateral terutama di bidang ekonomi,” ucap Presiden Putin.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden Putin menyampaikan bahwa hubungan antara Indonesia dan Rusia terus berkembang secara konsisten dan memiliki substansi yang makin kuat. Apalagi setelah disepakatinya deklarasi kemitraan strategis antara Indonesia dan Rusia pada tahun 2025 lalu.

“Saya sangat senang bahwa kita melaksanakan langkah-langkah yang memberikan makna dan isi yang cukup besar antara hubungan kedua negara kita,” katanya.

Lebih lanjut, Presiden Putin menyoroti perkembangan kerja sama ekonomi dan perdagangan yang menjadi salah satu pilar utama hubungan bilateral kedua negara. Menurutnya, nilai perdagangan antara Indonesia dan Rusia mengalami peningkatan signifikan mencapai angka 12 persen.

“Pada awal tahun ini, kita menyaksikan sedikit perlambatan dalam perdagangan bilateral, tetapi kami punya berbagai cara untuk meningkatkannya. Kami memberikan makna besar kepada komisi bersama antarpemerintah, dan kami berharap bahwa dalam pertemuan hari ini, Yang Mulia, kita akan sempat mencari berbagai solusi untuk tetap meningkatkan kemitraan antara kedua negara kita,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Putin menegaskan bahwa kedua negara terus memprioritaskan penguatan kerja sama di sejumlah sektor strategis yang dinilai memiliki peran kunci dalam hubungan bilateral. Ia menyebut bahwa berbagai peluang pengembangan kerja sama telah secara intensif dibahas oleh kedua pihak.

“Antara lain, kita bicara mengenai kerja sama di bidang energi, di bidang antariksa, juga di bidang pertanian, di bidang penghasil industri, serta di bidang farmasi. Kami memberikan makna besar untuk mengembangkan kerja sama di bidang humaniter, antara lain di bidang pendidikan,” kata Presiden Putin.

Selain itu, Presiden Putin turut menyoroti eratnya koordinasi antara Kementerian Luar Negeri kedua negara dalam berbagai forum internasional. Menutup pengantarnya, Presiden Putin menilai keanggotaan Indonesia dalam kelompok BRICS membuka peluang baru yang semakin luas bagi kolaborasi strategis, termasuk dengan kawasan Uni Ekonomi Eurasia.

“Indonesia sudah menjadi anggota BRICS, hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerja sama kita. Hal sama kita bisa bicara mengenai kerja sama dengan Uni Ekonomi Eurasia,” tandasnya.

Pertemuan ini menegaskan komitmen kuat Indonesia dan Rusia untuk melangkah lebih jauh yang tidak hanya sebagai mitra bilateral, tetapi sebagai kekuatan kolaboratif dalam mendorong stabilitas dan kemajuan global.

Berita Terkait

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar
Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026
Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen
Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia
Pemerintah Bongkar Dugaan Mafia Beras, Kerugian Negara Tembus Rp71 T
KKP Dukung Pemanfaatan Ruang Laut untuk Lindungi Mangrove & Populasi Kerang Dara di Belitung
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Nasional

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:24 WIB