Jaktara – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan pertimbangan ekonomi di balik keputusan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), meski langkah tersebut kerap dipertanyakan oleh pelaku ekonomi global.
“Yang pertama yang jelas ketika BBM naik beban hidup rakyat utamanya yang kecil kan terganggu,” kata Purbaya kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Dalam perspektif ekonomi, kata Purbaya, kebijakan menaikkan harga BBM pada dasarnya hanya memindahkan kapasitas belanja dari masyarakat ke pemerintah.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah dalam hal ini memang memperoleh tambahan ruang anggaran, tetapi konsumsi masyarakat berpotensi menurun akibat daya beli yang melemah.
“Kalau saya naikin BBM-nya uangnya kan jadi punya saya. Tapi rakyat kan harus bayar lebih, jadi melambatkan ekonominya,” kata Purbaya.
Oleh karena itu, lanjut Purbaya, pertanyaan penting saat ini perlu diperdebatkan adalah siapa yang lebih efisien menggunakan ruang ekonomi tersebut, pemerintah atau masyarakat.
Apabila pemerintah mampu membelanjakan tambahan ruang fiskal secara lebih produktif, dampak terhadap pertumbuhan ekonomi bisa tetap terjaga.
Namun dalam jangka pendek, ia menilai masyarakat sering kali lebih efisien dalam mengalokasikan pengeluaran.
“Jadi saya pikir itu salah satu perhitungan konsiderasi keputusan ekonominya,” ungkap dia.







