Purbaya Minta Ekonom ‘Buka Buku’ Lagi, Jangan Asal Bicara Soal Krisis!

Senin, 6 April 2026 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaktara – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, meminta para ekonom untuk ‘buka buku’ kembali untuk mempelajari sejarah perekonomian nasional.

Permintaan itu disampaikan lantaran masih ada ekonom-ekonom yang tidak memahami arah kebijakan ekonomi Indonesia sehingga kerap memunculkan persepsi keliru.

“Dan saya harap ekonomi-ekonomi luar yang enggak ngerti mulai membuka-buka buku lagi untuk melihat apa yang saya lakukan, sehingga tidak menceritakan hal-hal yang salah mengerti, yang cenderung menimbulkan sentimen negatif di perekonomian.,” kata Purbaya dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR, di Jakarta, Senin (6/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Purbaya menekankan Indonesia telah memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi tekanan ekonomi global maupun domestik. Termasuk krisis 1998, krisis global 2008, tekanan pasar pada 2015, pandemi 2020, hingga penyesuaian kebijakan ekonomi terbaru pada 2025.

Bendahara Negara itu menjelaskan, pengalaman krisis 1998 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah. Terutama terkait koordinasi kebijakan moneter dan fiskal serta pengelolaan sistem nilai tukar yang saat itu mengalami perubahan mendadak menuju rezim kurs fleksibel.

“Karena kita tahu di tahun 1998 ada kesalahan fatal yang dilakukan oleh moneter dan fiskal kita pada waktu itu. Karena kita menghadapi fleksibel exchange rate yang tiba-tiba berubah,” kata dia.

Pada krisis keuangan global 2008 pemerintah menerapkan kebijakan berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Pendekatan serupa kembali dilakukan saat terjadi tekanan ekonomi pada 2015, kemudian disesuaikan lagi ketika pandemi melanda pada 2020.

“Dan 2025 kemarin juga kita ubah ke arah yang bagus. Itu bukan karangan saya, tapi dari pengalaman negara Indonesia selama 25 tahun terakhir tambah krisis 1998,” ungkap dia.

Ia menegaskan narasi yang menyebut Indonesia berpotensi kembali mengalami krisis seperti 1998 tidak memiliki dasar kuat dan mengabaikan pembelajaran sejarah yang telah dilakukan pemerintah dan otoritas ekonomi.

“Jadi kalau ada bilang kita menuju krisis 1998 lagi, dia gak pernah belajar dari sejarah. Jadi pengetahuan kolektif kita, bapak-bapak ibu-ibu yang kita bisa gunakan untuk memastikan ekonomi kita masih akan aman dan anggaranya juga akan terjaga,” pungkas dia.

Berita Terkait

Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026
Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen
Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia
Pemerintah Bongkar Dugaan Mafia Beras, Kerugian Negara Tembus Rp71 T
KKP Dukung Pemanfaatan Ruang Laut untuk Lindungi Mangrove & Populasi Kerang Dara di Belitung
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia
Bandara Husein Sastranegara Kantongi Sertifikat Layani Pesawat Jet Sekelas Boeing 737-800

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Pemerintah Bongkar Dugaan Mafia Beras, Kerugian Negara Tembus Rp71 T

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026

Rabu, 5 Agu 2026 - 12:46 WIB

Ekonomi & Bisnis

Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang

Rabu, 5 Agu 2026 - 12:38 WIB

Ekonomi & Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen

Rabu, 5 Agu 2026 - 12:00 WIB