Jaktara – Pemerintah mengklaim kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap penghematan keuangan negara dan pengeluaran masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memperkirakan kebijakan WFH mampu menghasilkan penghematan langsung terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp6,2 triliun.
Penghematan tersebut berasal dari berkurangnya kompensasi bahan bakar minyak (BBM) seiring menurunnya mobilitas masyarakat.
“Sementara secara total belanja BBM masyarakat akan berpotensi hemat sebesar Rp59 Triliun,” kata Airlangga dalam Konferensi Pers Transformasi Budaya Kerja Nasional & Kebijakan Energi di Seoul, Korea Selatan, Selasa (31/3) waktu setempat.
Airlangga menambahkan, pemerintah saat ini tengah melakukan langkah strategis dalam pengelolaan keuangan negara melalui prioritisasi dan refocusing belanja Kementerian/Lembaga.
Pengalihan anggaran dilakukan dari belanja yang kurang prioritas, seperti perjalanan dinas, rapat, belanja non operasional, dan kegiatan seremonial, menuju belanja yang lebih produktif dan berdampak langsung kepada masyarakat, termasuk penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera.
Pemerintah juga terus mendorong percepatan belanja kementerian/lembaga serta penajaman belanja melalui optimalisasi anggaran. Potensi prioritisasi dan refocusing anggaran K/L mencapai Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun.









