Ada Libur Panjang, Rupiah Berpotensi Tertekan Hingga Mendekati Rp17.200 per USD

Senin, 16 Maret 2026 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta.

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta.

Jaktara – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi melemah hingga mendekati level Rp17.200 pada perdagangan pekan depan. Tekanan utama mata uang Garuda datang dari kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal pemerintah.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan defisit anggaran negara diperkirakan akanmelewati batas psikologis 3% dari produk domestik bruto (PDB). Bahkan, pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa defisit anggaran berpeluang mencapai lebih dari 4%.

“Nah ini yang kemungkinan besar akan membuat rupiah mengalami pelemahan,” jelas Ibrahim dalam pernyataannya kepada wartawan, Minggu (15/3/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelemahan rupiah, lanjut Ibrahim juga dipengaruhi momentum libur panjang menjelang dan selama Idulfitri. Periode libur panjang biasanya membuat likuiditas pasar domestik menurun, sehingga pergerakan nilai tukar menjadi lebih rentan terhadap tekanan eksternal.

Pengalaman pada periode Idulfitri di tahun-tahun sebelumnya menunjukkan pola serupa. Pada periode 2024 hingga 2025, rupiah juga tercatat mengalami pelemahan yang cukup signifikan bertepatan dengan libur Lebaran.

“Libur panjang untuk Idulfitri ini, ini yang ditakutkan bahwa rupiah ini akan tembus ke level tertingginya,” ucap dia.

Sementara dari sisi eksternal, potensi eskalasi konflik geopolitik juga menjadi faktor yang patut diwaspadai. Ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, berpotensi memicu gejolak pasar keuangan global

“Ini yang harus bisa diantisipasi, sehingga rupiah pelemahannya kemungkinan besar itu bisa mencapai di level Rp17.150 sampai di Rp17.200. Ini tinggal melihat situasi dan kondisi tersebut,” pungkas dia.

Editor : Dwi Rizky

Berita Terkait

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar
Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026
Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen
Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia
Pemerintah Bongkar Dugaan Mafia Beras, Kerugian Negara Tembus Rp71 T
KKP Dukung Pemanfaatan Ruang Laut untuk Lindungi Mangrove & Populasi Kerang Dara di Belitung
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Nasional

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:24 WIB