Selat Hormuz Memanas, Harga Bitcoin Tergelincir Lagi di Bawah US$70.000

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bitcoin

Ilustrasi Bitcoin

Jaktara – Harga Bitcoin (BTC) kembali turun di bawah level psikologis US$70.000 setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz.

Sumber Gambar: TradimgView

Laporan intelijen yang menyebut Iran diduga mulai menempatkan ranjau laut di jalur pelayaran strategis tersebut memicu kekhawatiran pasar global dan meningkatkan tekanan pada aset berisiko, termasuk kripto.

Sentimen negatif ini muncul ketika investor global merespons potensi gangguan pada salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun Selat Hormuz merupakan jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Jalur ini memegang peran krusial karena sekitar 20% pasokan minyak global melewatinya setiap hari.

Ketika muncul laporan bahwa Iran kemungkinan menempatkan ranjau laut di kawasan tersebut, risiko terhadap distribusi energi global langsung meningkat.

Kekhawatiran pasar sempat mendorong harga minyak melonjak hingga sekitar US$120 per barel sebelum kembali turun mendekati US$90 setelah muncul spekulasi bahwa situasi masih bisa mereda.

Namun laporan terbaru yang menyebut aktivitas militer di wilayah tersebut kembali memicu ketidakpastian di pasar global.

Laporan Intelijen Picu Kekhawatiran Baru

Menurut sumber yang mengetahui penilaian intelijen Amerika Serikat, Iran dilaporkan masih memiliki kemampuan untuk menempatkan ranjau laut menggunakan kapal kecil dan kapal penebar ranjau.

Beberapa sumber menyebut puluhan ranjau diduga telah ditempatkan dalam beberapa hari terakhir. Jika jalur pelayaran tersebut terganggu, distribusi minyak global dapat terhambat dalam jangka waktu yang cukup lama.

Potensi gangguan pasokan energi ini membuat investor global mengambil posisi lebih defensif, terutama pada aset dengan volatilitas tinggi.

Bitcoin Terseret Sentimen Risk-Off

Ketika risiko geopolitik meningkat, pasar keuangan global biasanya bergerak menuju mode risk-off. Dalam kondisi ini, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset yang dianggap lebih berisiko.

Kripto, termasuk Bitcoin, sering ikut terdampak oleh perubahan sentimen tersebut. Penurunan harga di bawah $70.000 mencerminkan reaksi pasar terhadap meningkatnya ketidakpastian global.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa dinamika geopolitik kini semakin memengaruhi pasar kripto, terutama ketika ketegangan berpotensi berdampak pada ekonomi global.

Pernyataan Trump Sempat Memberi Ruang Pemulihan

Di tengah meningkatnya ketegangan, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memberikan komentar melalui media sosial.

Trump menuntut agar ranjau laut segera dihapus jika laporan tersebut benar adanya dan memperingatkan potensi konsekuensi militer jika aktivitas tersebut dikonfirmasi.

Sumber Gambar: Truthsocial

“Jika Iran benar-benar telah menempatkan ranjau di Selat Hormuz, dan sejauh ini kami belum menerima laporan resmi mengenai hal itu, maka kami menuntut agar ranjau tersebut segera dihapus. Jika dengan alasan apa pun ranjau telah ditempatkan dan tidak segera disingkirkan, maka konsekuensi militer bagi Iran akan berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis Trump.

Namun ia juga menyatakan belum ada laporan intelijen resmi yang benar-benar memverifikasi penempatan ranjau tersebut.

Ketidakjelasan informasi ini sempat meredakan sebagian tekanan pasar dan memberikan ruang bagi pemulihan terbatas pada harga Bitcoin.

Di hari sebelumnya, harga Bitcoin sempat berada di atas level US$70.000 karena pernyataan Trump terkait perang AS-Iran yang hampir usai. Hal ini juga menyebabkan harga minyak dunia turun drastis.

Selama ketidakpastian terkait situasi di Timur Tengah masih berlangsung, pasar kemungkinan akan terus merespons setiap perkembangan baru yang muncul.

Berita Terkait

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar
Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026
Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen
Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia
Pemerintah Bongkar Dugaan Mafia Beras, Kerugian Negara Tembus Rp71 T
KKP Dukung Pemanfaatan Ruang Laut untuk Lindungi Mangrove & Populasi Kerang Dara di Belitung
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Nasional

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:24 WIB