Anak Usaha PLN Nusantara Power Gandeng KEPCO KPS Bidik Pasar Global

Senin, 2 Maret 2026 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PLN NPS Jakfar Sadiq (kiri)  berjabat tangan dengan President & CEO KEPCO KPS Kim Hongyoun (kanan) seusai menandatangani  nota kesepahaman terkait kolaborasi bisnis spada sektor energi untuk pasar global pada Selasa (24/2) di Jakarta.

Direktur Utama PLN NPS Jakfar Sadiq (kiri) berjabat tangan dengan President & CEO KEPCO KPS Kim Hongyoun (kanan) seusai menandatangani nota kesepahaman terkait kolaborasi bisnis spada sektor energi untuk pasar global pada Selasa (24/2) di Jakarta.

Jaktara – Anak usaha PLN Nusantara Power di bidang jasa operasi dan pemeliharaan pembangkit, PLN Nusantara Power Services (PLN NPS), menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan global asal Korea Selatan, KEPCO Plant Service & Engineering (KEPCO KPS).

Kolaborasi ini ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bertajuk Strategic Business Collaboration in the Power Sector for Global Markets pada Selasa (24/2/2026) di Jakarta.

MoU ditandatangani oleh Direktur Utama PLN NPS Jakfar Sadiq dan President & CEO KEPCO KPS Kim Hongyoun sebagai tonggak awal kemitraan jangka panjang untuk memperkuat posisi kedua perusahaan sebagai penyedia layanan ketenagalistrikan berstandar global.

Kolaborasi ini mencakup pengembangan proyek bersama, partisipasi dalam tender internasional, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta sinergi teknologi dan inovasi di sektor pembangkitan listrik.

Fokus kerja sama meliputi layanan operasi dan pemeliharaan (operation & maintenance/O&M), maintenance repair & overhaul (MRO), engineering services, peningkatan keandalan dan efisiensi pembangkit, hingga inisiatif dekarbonisasi dan transisi energi.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis PLN NP Group dalam memperkuat daya saing global sekaligus memperluas pasar internasional.

“Kolaborasi PLN NP Services dengan KEPCO KPS menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapabilitas teknis, memperluas jaringan bisnis global, serta mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi. Kami meyakini sinergi ini akan memperkuat posisi PLN Nusantara Power Group sebagai pemain kelas dunia di sektor jasa pembangkitan dan energi berkelanjutan,” ujar Ruly.

Direktur Utama PLN NPS, Jakfar Sadiq, menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperluas jejaring global sekaligus memperkuat daya saing di industri jasa O&M dan engineering.

“Kemitraan ini mencerminkan komitmen PLN NP Services untuk terus bertumbuh dan bertransformasi sebagai perusahaan jasa O&M dan engineering yang kompetitif di tingkat internasional. Sinergi dengan KEPCO KPS diharapkan dapat membuka peluang ekspansi pasar global sekaligus mendorong alih pengetahuan dan teknologi,” jelas Jakfar.

Sementara itu, President & CEO KEPCO KPS, Kim Hongyoun, menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga kontribusi terhadap tantangan energi global.

“Kerja sama ini akan menjadi fondasi penting bagi penciptaan nilai jangka panjang. Bersama PLN NP Services, kami tidak hanya meningkatkan kinerja pembangkit dan profitabilitas, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan ketersediaan listrik serta pengurangan emisi karbon. Kami optimistis kemitraan ini menjadi model kolaborasi energi berkelanjutan di pasar global,” ungkap Kim.

Lebih dari sekadar seremoni, penandatanganan MoU ini menandai awal sinergi strategis kedua perusahaan dalam memperkuat kompetensi, memperluas cakupan pasar internasional, serta menghadirkan layanan berstandar global di industri energi.

Kolaborasi ini juga mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung transformasi sektor ketenagalistrikan menuju sistem energi yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan di tingkat global.

PLN NPS sendiri merupakan perusahaan yang telah berpengalaman dalam pengelolaan jasa O&M, MRO, engineering services, hingga energi hijau dengan portofolio pengelolaan 128 mesin di 58 lokasi pembangkit berkapasitas total 7.175 MW di Indonesia, serta pengalaman proyek internasional di berbagai negara seperti Arab Saudi, Kuwait, Malaysia, Hong Kong, dan Bangladesh.

Dengan rekam jejak tersebut, kolaborasi dengan KEPCO KPS diharapkan menjadi fondasi kuat untuk mempercepat ekspansi bisnis di pasar ketenagalistrikan global.

Berita Terkait

Efek Domino Perang Iran-AS: Potensi Defisit APBN Membengkak hingga Rp204 Triliun
Menakar Ketahanan Energi Nasional di Tengah Perang Iran-AS
Bahlil Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga BBM
Harga ICP Februari 2026 Naik USD4,38 Per Barel
PLN EPI Pastikan Pasokan Energi Primer Pembangkit Aman Jelang Lebaran
Prabowo Targetkan Bangun 100 Gigawatt Energi Surya Secepatnya
PLN Nusantara Power Percepat Pengembangan PLTS Terapung Karangkates
Elnusa Realisasikan Capex Rp566 Miliar untuk Perkuat Momentum Pertumbuhan

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:11 WIB

Efek Domino Perang Iran-AS: Potensi Defisit APBN Membengkak hingga Rp204 Triliun

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:27 WIB

Menakar Ketahanan Energi Nasional di Tengah Perang Iran-AS

Kamis, 12 Maret 2026 - 08:32 WIB

Bahlil Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga BBM

Kamis, 12 Maret 2026 - 07:28 WIB

Harga ICP Februari 2026 Naik USD4,38 Per Barel

Rabu, 11 Maret 2026 - 20:01 WIB

PLN EPI Pastikan Pasokan Energi Primer Pembangkit Aman Jelang Lebaran

Berita Terbaru

Bank Perekonomian Rakyat Koperindo, yang berlokasi di Wisma Techking 2, Jl. A.M Sangaji No.24 3, RT.3/RW.4 10130 Petojo Utara, Jakarta Pusat. Izin BPR Koperindo dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhitung sejak tanggal 9 Maret 2026. (Dok: LPS)

Ekonomi & Bisnis

LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah PT BPR Koperindo

Sabtu, 14 Mar 2026 - 12:23 WIB

Ekonomi & Bisnis

Wuling Siapkan Posko Mudik hingga Bengkel 24 Jam Selama Lebaran 2026

Sabtu, 14 Mar 2026 - 09:59 WIB

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal

Ekonomi & Bisnis

Lebih Dari 25 Ribu Buruh Tidak Mendapatkan THR

Sabtu, 14 Mar 2026 - 09:18 WIB