Mendag Lepas Ekspor 9 Ton Keripik Pisang Kepok ke Malaysia

Sabtu, 28 Februari 2026 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaktara – Menteri Perdagangan, Budi Santoso, melepas ekspor sembilan ton keripik pisang kepok merek Archila ke Malaysia. Pelepasan ekspor senilai Rp270 juta tersebut berlangsung pada Jumat, (27/2) di Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara.

Pelepasan ekspor ini membuktikan kemampuan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah untuk naik kelas dan menembus pasar internasional.

“Ekspor ini membuktikan bahwa UMKM daerah memiliki daya saing dan kualitas yang mampu diterima pasar global. Kami berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mengikuti jejak menembus pasar ekspor,” ujar Mendag Busan.

Keripik Pisang Kepok Keling Archila dirintis sejak 2016 dari skala rumahan. Kini, usaha tersebut telah berkembang dengan berbagai varian produk, memiliki legalitas usaha dan sertifikasi halal, serta rutin ekspor ke Malaysia sejak 2022.

Mendag Busan menjelaskan, Kemendag menginisiasi UMKM Berani Inovasi Siap Adaptasi (BISA) Ekspor sebagai langkah strategis memperluas akses UMKM ke pasar internasional. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan utama UMKM dalam menembus pasar global, yakni keterbatasan akses terhadap buyer mancanegara.

Melalui program tersebut, Kemendag aktif memfasilitasi UMKM dalam serangkaian kegiatan pitching dan penjajakan bisnis (business matching), didukung 46 perwakilan perdagangan RI yang tersebar di 33 negara.

“Kami memfasilitasi UMKM melalui business matching dengan perwakilan perdagangan RI di luar negeri. Pada 2025, kami telah memfasilitasi sekitar 1.200 UMKM dengan total transaksi mencapai USD134,8 juta atau sekitar Rp2,2 triliun. Sebanyak 70 persen di antaranya merupakan UMKM yang belum pernah ekspor,” ungkap Mendag Busan.

Sejalan dengan program UMKM BISA Ekspor, Kemendag turut menjalankan program Desa Bisa Ekspor untuk membina desa-desa berpotensi ekspor melalui pelatihan, pengemasan produk, hingga fasilitasi promosi. Mendag Busan berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat terus bersinergi mengidentifikasi UMKM potensial dan memaksimalkan peluang ekspor.

“Kami ingin UMKM tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar global. Baik UMKM besar, menengah, kecil, di kota maupun di desa, semuanya harus punya kesempatan yang sama untuk ekspor,” pungkas Mendag Busan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatra Utara Surya menyampaikan, sektor pertanian, khususnya subsektor komoditas hortikultura dan perkebunan, masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah.

Menurut Surya, pelepasan ekspor kali ini tidak sekadar mengirimkan barang ke luar negeri, tetapi juga mencerminkan komitmen dalam menjaga kualitas, kontinuitas produksi, standar mutu, serta kepercayaan mitra dagang.

“Pemerintah Provinsi Sumatra Utara terus mendorong hilirisasi sektor pertanian agar nilai tambah tidak berhenti pada produk mentah, tetapi berkembang menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” kata Surya.

Wali Kota Tebing Tinggi Iman Irdian Saragih berharap kunjungan kerja Mendag Busan ke Tebing Tinggi semakin mempererat sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Tebing Tinggi dalam membangun ekosistem perdagangan yang sehat, modern, dan berkelanjutan.

“Kami berharap kunjungan kerja ini semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga UMKM di Kota Tebing Tinggi dapat terus naik kelas, menjadi tuan rumah di negeri sendiri, serta mampu berjaya di pasar global,” ujar Iman.

Pemilik Keripik Pisang Kepok Keling Archila, Budiarti menyampaikan, ia telah mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas produknya. Ia berharap, dukungan dan pendampingan dari pemerintah dapat terus diperkuat agar jangkauan ekspor produknya semakin luas.

“Kami sudah ekspor ke Malaysia selama empat tahun terakhir. Harapan kami, ke depan tidak hanya ke Malaysia, tetapi juga bisa menembus negara lain. Kami berharap dukungan dan pendampingan pemerintah dapat terus berlanjut agar produk kami bisa masuk ke pasar seperti Thailand dan negara lainnya,” tutur Budiarti.

Resmikan Pusat Konveksi Kota Tebing Tinggi

Selain melepas ekspor keriping pisang, Mendag Busan juga meresmikan Pusat Konveksi Kota Tebing Tinggi di hari yang sama. Upaya ini untuk memperkuat industri lokal dan mendorong kemajuan UMKM. Mendag Busan menandatangani prasasti dalam peresmian tersebut.

“Hari ini kami meresmikan pusat konveksi. Kami ingin mendorong UMKM Indonesia agar terus maju dengan memanfaatkan fasilitas secara optimal. Kami di Kemendag menginisiasi Gerakan Kamis Pakai Lokal (Gaspol) sebagai bentuk dukungan nyata terhadap industri dalam negeri,” ujar Mendag Busan.

Mendag Busan menegaskan, optimalisasi fasilitas yang tersedia dan peningkatan penggunaan produk lokal menjadi kunci dalam memajukan pusat konveksi tersebut. Selain itu, keberadaan pusat konveksi harus dimanfaatkan secara maksimal agar mampu meningkatkan daya saing pelaku UMKM.

Sementara itu, terkait Gaspol Kemendag, Mendag Busan mengatakan, Kemendag menginisiasi gerakan tersebut untuk membiasakan para pegawai menggunakan sekaligus mencintai produk-produk lokal.

Inisiatif yang pada awalnya diterapkan setiap hari Kamis itu kini telah berkembang sehingga pegawai menggunakan produk lokal setiap hari.

“Dengan demikian, produk-produk dalam negeri akan digunakan dan dikenal secara luas karena kualitasnya sangat baik dan tidak kalah saing,” kata Mendag Busan.

Berita Terkait

Pemerintah Resmi Gelontorkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun untuk Semester II-2026
Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen
Seskab Teddy Ungkap Arahan Prabowo soal Transformasi BUMN dan Optimalisasi Aset Negara
Investor Dapat Perlindungan Hukum Jika Beli Patriot Bond & Merah Putih Bind
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Dibuka, Targetkan 20 Ribu Peserta
Purbaya Kantongi Dukungan Penuh dari China Terkait Penerbitan Panda Bond
Berganti Kepemimpinan, Ini Daftar Transformasi PELNI Ddi Bawah Tri Andayani
Dukung Ekonomi Biru, KKP Ajak Dunia Usaha Perkuat Investasi Berkelanjutan di Ruang Laut

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 21:07 WIB

Pemerintah Resmi Gelontorkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun untuk Semester II-2026

Senin, 22 Juni 2026 - 20:41 WIB

Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen

Senin, 22 Juni 2026 - 13:47 WIB

Seskab Teddy Ungkap Arahan Prabowo soal Transformasi BUMN dan Optimalisasi Aset Negara

Senin, 22 Juni 2026 - 13:39 WIB

Investor Dapat Perlindungan Hukum Jika Beli Patriot Bond & Merah Putih Bind

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:14 WIB

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Dibuka, Targetkan 20 Ribu Peserta

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen

Senin, 22 Jun 2026 - 20:41 WIB