Jaktara.com – Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka.
Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut, sementara korban luka mendapatkan penanganan di berbagai fasilitas kesehatan.
“Sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit. Evakuasi telah kami lakukan bersama tim gabungan, dan saat ini kami memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan terbaik,” ujar Bobby.
Bobby menambahkan bahwa KAI menyiapkan posko tanggap darurat untuk mendampingi keluarga korban.
“Kami menyiapkan posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Gambir, serta layanan Contact Center 121. Posko ini akan kami siagakan sekitar dua minggu ke depan untuk membantu kebutuhan informasi bagi keluarga,” jelasnya.
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi Soerjanto Tjahjono menyampaikan bahwa proses investigasi akan dilakukan secara menyeluruh dan independen.
“Seluruh aspek akan kami dalami dalam proses investigasi untuk memastikan penyebab kejadian dapat diidentifikasi secara objektif,” ujarnya.
Penanganan korban dilakukan di sejumlah rumah sakit, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
KAI memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal. Seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung oleh asuransi bersama KAI.
Sebagai bentuk pendampingan kepada keluarga, KAI menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Gambir yang akan disiagakan selama dua minggu ke depan. Keluarga dapat memperoleh informasi melalui Contact Center KAI 121.
Untuk sementara waktu, Stasiun Bekasi Timur belum melayani naik dan turun penumpang. Perjalanan KRL dilayani hingga Stasiun Bekasi, sementara jalur hilir telah dibuka untuk operasional dengan pengaturan terbatas dan jalur hulu masih dalam proses penanganan.









