Jaktara.com – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi di Indonesia sepanjang kuartal I-2026 mencapai Rp498,8 triliun. Dari jumlah tersebut Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp250,0 triliun atau 50,1 persen dari total investasi, tumbuh 8,5 persen YoY.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rosan Roeslani, menyampaikan Singapura menjadi negara dengan realisasi investasi PMA terbesar pada kuartal I-2026. Sepanjang Januari–Maret 2026, investasi asal Singapura tercatat mencapai US$4,6 miliar.
“Memang kalau kita lihat selama 10 tahun terakhir ini Singapura konsisten dari segi pencatatannya menjadi negara terbesar FDI ke Indonesia yaitu Singapura kurang lebih US$4,6 miliar,” kata Rosan dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Kamis (22/4/2026).
Posisi kedua ditempati Hong Kong dengan nilai investasi sebesar US$2,7 miliar. Sementara itu, Tiongkok berada di urutan ketiga dengan realisasi investasi US$2,2 miliar.
“Sehingga walaupun kalau kita ini kita gabung antara Hongkong dan Tiongkok mereka menjadi investor terbesar Indonesia kurang lebih US$4,9 miliar dolar,” kata dia.
Adapun investor utama lainnya berasal dari Amerika Serikat dengan nilai investasi US$1,3 miliar dan Jepang sebesar US$1,0 miliar.
“Dan negara-negara lain berikutnya seperti Korea Selatan dan juga Malaysia dan Belanda itu mengikuti diurutan berikutnya,” ungkap Rosan.
Sementara jika dilihat berdasarkan sebarannya, Jawa Barat menjadi tujuan investasi asing terbesar pada awal tahun ini. Realisasi investasi asing di Jawa Barat tercatat mencapai US$3,1 miliar atau setara 20,2 persen dari total PMA nasional.
Di peringkat kedua, DKI Jakarta membukukan investasi sebesar US$1,9 miliar dengan kontribusi 12,3 persen . Selanjutnya, Sulawesi Tengah menempati posisi ketiga dengan realisasi investasi US$1,8 miliar atau 12,2 persen.
Peringkat keempat ditempati Maluku Utara dengan nilai investasi US$1,3 miliar (8,9 persen). Sementara itu, Kepulauan Riau berada di posisi kelima dengan realisasi PMA sebesar US$0,9 miliar atau 5,6 persen.
Editor : Dwi Rizky









