Jaktara – Sejumlah Fraksi Partai Politik (Parpol) di DPR RI mendukung opsi Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi gaji pejabat, khususnya anggota kabinet maupun anggota DPR RI sebagai langkah antisipasi dampak krisis global.
Ketua Fraksi Golkar DPR RI, Muhammad Sarmuji, mengatakan bahwa dirinya siap dipotong gaji jika negara membutuhkan. Menurut dia, hal itu adalah upaya dalam menciptakan kepekaan terhadap keadaan serta menyesuaikan diri.
“Pemerintah harus sudah melakukan simulasi tentang apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi keadaan,” kata Sarmuji di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (18/3/2026).
Sementara itu, Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR RI Ahmad Sahroni menyatakan mendukung upaya Presiden dalam mencari solusi demi menyejahterakan rakyat di tengah situasi global terkini itu.
Pemerintah, kata dia, memiliki berbagai opsi untuk mengefisienkan anggaran, tetapi harus tetap dikaji secara mendalam
“Apalagi yang terkait gaji, harus didiskusikan dengan sangat matang. Karena apabila tidak dikaji secara matang, efisiensi di pos gaji berpotensi memunculkan efek turunan,” kata Sahroni.
Meski begitu, dia menegaskan bahwa sikap dan prinsip DPR akan senada dengan pemerintah, yakni bahwa kepentingan rakyat adalah hal yang utama.
Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PAN DPR RI, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti arahan dari Presiden. Dia menilai negara harus mendahulukan kepentingan rakyat.
“Jadi apa yang diusul Bapak Presiden saya kira sudah sangat lengkap, komprehensif, dan kita sepakat dengan apa yang beliau sampaikan,” kata Eddy.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto tengah mengkaji penghematan besar-besaran dampak dari eskalasi konflik di Timur Tengah. Prabowo pun mencontohkan langkah-langkah penghematan anggaran yang dilakukan Pakistan.
Negara Pakistan, kata Prabowo kini sudah mulai memangkas gaji anggota DPR sebesar 25 persen. Bahkan, anggota kabinetnya tidak diberikan gaji.
“Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR, dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah,” tutur Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, dikutip Rabu (18/3/2026).
Editor : Dwi Rizky









