Prabowo: Saya yang Bertanggung Jawab Kalau Bangsa Ini Lapar

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaktara.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar persoalan ekonomi atau komoditas perdagangan, melainkan menyangkut keberlangsungan hidup dan kedaulatan suatu bangsa.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Kamis, 15 Mei 2026.

“Selalu saya katakan, pangan adalah masalah hidup dan mati suatu bangsa. Saya tidak memandang pangan sebagai sekadar komoditas. Pangan adalah masalah hidup suatu bangsa,” tegas Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyoroti keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan di tengah berbagai tantangan global. Menurutnya pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras pemerintah bersama para petani serta seluruh pihak yang terlibat dalam sektor pangan nasional.

“Saya beri tugas ke Menteri Pertanian dan semua timnya. Saya minta swasembada dalam 4 tahun. Mereka bisa hasilkan dalam 1 tahun. Saya terima kasih,” ujarnya.

Prabowo menyampaikan bahwa sebagai kepala negara, dirinya memandang ketahanan pangan sebagai tanggung jawab langsung yang tidak dapat ditawar. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan pangan bagi ratusan juta rakyat Indonesia merupakan amanah besar yang menentukan masa depan bangsa.

“Saya yang bertanggung jawab kalau bangsa ini lapar. Saya yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa pandangannya mengenai pentingnya pangan juga dipengaruhi pengalaman selama menjalani karier militer. Sebagai mantan komandan pasukan, Prabowo memahami bahwa kekuatan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh persenjataan, tetapi juga oleh ketersediaan pangan.

“Sebelum kita berangkat operasi, kita cek berapa beras yang kita punya. Kalau pasukan tidak ada beras, kalau pasukan tidak makan, tidak bisa perang,” ucapnya.

Prabowo menegaskan bahwa pangan tidak dapat dipandang semata berdasarkan pertimbangan efisiensi ekonomi atau harga yang lebih murah melalui impor. Menurut Prabowo, yang terpenting adalah memastikan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga dalam situasi apa pun, terutama di tengah ketidakpastian global.

Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan Indonesia menjaga ketahanan pangan kini mulai mendapat perhatian dari negara lain. Di tengah dinamika global dan pembatasan ekspor pangan di sejumlah negara, Indonesia justru menjadi salah satu negara yang diminta untuk memasok kebutuhan pangan.

“Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita. Minta beli beras dari kita,” ungkapnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kepentingan rakyat Indonesia dan kesejahteraan petani nasional tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Ia meminta agar setiap kebijakan tetap menjaga keseimbangan antara solidaritas internasional dan perlindungan terhadap kepentingan dalam negeri.

“Jangan nyetop, tapi jangan jual terlalu murah. Ingat, krisis bisa lama ini. Yang utama kita amankan rakyat kita dulu,” tegas Prabowo.

Prabowo menilai bahwa keberhasilan menjaga ketahanan pangan sekaligus menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kemampuan besar untuk berdiri di atas kekuatannya sendiri. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk meninggalkan rasa rendah diri dan membangun kepercayaan terhadap kemampuan nasional.

“Kita juga harus berani untuk mengiklankan diri kita sendiri. Bukan mengiklankan kebohongan tapi kebenaran,” tutupnya.

Berita Terkait

Pelatihan Vokasi Batch 2 Dibuka Mulai 19 Mei, Kuota 30 Ribu Peserta
Prabowo Resmikan Museum Marsinah sebagai Penghormatan terhadap Perjuangan Pekerja
487 Ribu Kendaraan Keluar Jabotabek di H-1 sampai H+1 Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus
Prabowo: Tidak Ada Negara Kuat Tanpa Pangan yang Aman dan Berkesinambungan
Prabowo Janjikan Perbaikan Hidup bagi 6 Juta Nelayan
Prabowo ke Aplikator: Kalau Tak Mau Ikut Aturan, Tak Usah Berusaha di Indonesia
Prabowo Hadiri Peringatan Hari Buruh di Monas, Tegaskan Komitmen Bela Rakyat
KAI Mulai Uji Coba KRL Lintas Bekasi–Cikarang 

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:43 WIB

Pelatihan Vokasi Batch 2 Dibuka Mulai 19 Mei, Kuota 30 Ribu Peserta

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:59 WIB

Prabowo Resmikan Museum Marsinah sebagai Penghormatan terhadap Perjuangan Pekerja

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

487 Ribu Kendaraan Keluar Jabotabek di H-1 sampai H+1 Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:15 WIB

Prabowo: Tidak Ada Negara Kuat Tanpa Pangan yang Aman dan Berkesinambungan

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:08 WIB

Prabowo Janjikan Perbaikan Hidup bagi 6 Juta Nelayan

Berita Terbaru

<p>Pramono Upayakan tak Ada PHK PPPK di Pemprov DKI</p>

Ekonomi & Bisnis

Potret Dunia Kerja RI: Cuma 40% Bekerja Sesuai Pendidikan

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:50 WIB