Jaktara.com – Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta memastikan stok minyak goreng rakyat, Minyakita, di pasar-pasar Jakarta aman terkendali. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan pasokan tetap tersedia serta harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Kepala Dinas PPKUKM, Elisabeth Ratu Rante Allo, memastikan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai langkah antisipatif di tengah adanya pembahasan penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita oleh pemerintah pusat.
“Kami terus melakukan pemantauan secara intens terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok, termasuk minyak goreng rakyat Minyakita. Hingga saat ini, stok masih tersedia dan distribusi di pasar-pasar Jakarta berjalan dengan baik,” ujarnya dalam keterangan, Sabtu (6/6/2026).
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dinas PPKUKM juga telah mengambil sejumlah langkah untuk memperkuat pasokan Minyakita di Jakarta. Salah satunya dengan mengundang produsen dan distributor minyak goreng swasta guna menjajaki kerja sama dengan BUMD pangan sebagai mitra penyaluran Minyakita, dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar rakyat dan jaringan kios kebutuhan masyarakat di antaranya pada gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
“Selain itu, kami juga berkolaborasi dengan Perum Bulog dalam memperluas penyaluran Minyakita di pasar-pasar rakyat. Kami turut memberikan pendampingan kepada para pedagang pasar dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha, agar dapat menjadi mitra Bulog untuk penyaluran Minyakita kepada masyarakat,” papar Ratu.
Ratu kemudian memaparkan hasil pemantauan lapangan terkait harga minyak goreng di Jakarta. Berdasarkan hasil pemantauan harga terbaru, Sabtu (6/6), harga minyak goreng curah di Jakarta masih menunjukkan variasi antarwilayah maupun antar pasar.
“Jakarta Selatan tercatat sebagai wilayah dengan harga rata-rata tertinggi, sementara Jakarta Utara menjadi wilayah dengan harga rata-rata terendah,” kata dia.
Pada tingkat pasar, harga tertinggi tercatat mencapai Rp23.000 per kilogram dan ditemukan di beberapa pasar, antara lain Pasar Kelapa Gading, Pasar Rumput, Pasar Pesanggrahan, dan Pasar Kebayoran Lama. Sementara itu, harga terendah tercatat sebesar Rp15.500 per kilogram di Pasar Kebayoran Lama.
Data tersebut menunjukkan disparitas harga minyak goreng curah antarwilayah di Jakarta mencapai sekitar Rp3.650 per kilogram, sedangkan perbedaan harga antar pasar dapat mencapai Rp7.500 per kilogram.
Meski demikian, Ratu memastikan Dinas PPKUKM terus melakukan pengawasan dan pemantauan untuk menjaga harga tetap terkendali serta pasokan tersedia bagi masyarakat.
“Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga. Yang terpenting bagi kami adalah memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan mudah dan pasokan tetap tersedia,” kata Ratu.
Sebagai bagian dari upaya pengendalian harga dan menjaga stabilitas pasokan, Dinas PPKUKM secara rutin melakukan pemantauan bahan pokok sebanyak delapan kali setiap bulan dan pemantauan barang penting sebanyak empat kali setiap bulan. Kegiatan ini bertujuan memastikan harga tetap sesuai ketentuan serta menjaga ketersediaan stok di lapangan.








