Pemerintah Bakal Beri Insentif Konversi Motor Bensin ke Listrik

Senin, 9 Maret 2026 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Dok: BPMI Sekretariat Presiden)

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Dok: BPMI Sekretariat Presiden)

Jaktara – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, akan memberikan insentif untuk program konversi motor bensin menjadi motor listrik, sebagaimana yang sebelumnya telah dilakukan oleh Kementerian ESDM.

“Sudah barang tentu negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika dikonversi dari bensin ke motor listrik. Pasti ada semacam sweetener-nya,” ucap Bahlil ketika dijumpai di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin (9/3/2026)

Akan tetapi, ia belum menentukan berapa jumlah target motor yang akan dikonversi, maupun nilai subsidi yang akan digelontorkan untuk program konversi motor listrik. Target maupun jumlah insentif akan dibahas dalam rapat Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi.

“Satgas kan baru dibentuk, saya rapat satgas dulu baru nanti saya akan laporkan,” ucap Bahlil.

Konversi motor bensin menjadi motor listrik, kata Bahlil, merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi polusi dan melakukan transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan.

Diwartakan sebelumnya, Bahlil mengumumkan pemerintah membentuk Satgas Percepatan Transisi Energi untuk mempercepat implementasi program, termasuk konversi motor konvensional menjadi listrik.

Ia menyampaikan skema dukungan masih akan dibahas lebih lanjut oleh satuan tugas (satgas) yang baru dibentuk untuk mempercepat implementasi energi bersih.

Satgas ini dibentuk untuk percepatan konversi dari kendaraan bermotor konvensional yang jumlahnya mencapai 120 juta motor menjadi motor listrik.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan implementasi program tersebut dapat berjalan maksimal dalam waktu tiga hingga empat tahun, bahkan diharapkan bisa terealisasi lebih cepat

Editor : Dwi Rizky

Berita Terkait

Efek Domino Perang Iran-AS: Potensi Defisit APBN Membengkak hingga Rp204 Triliun
Menakar Ketahanan Energi Nasional di Tengah Perang Iran-AS
Bahlil Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga BBM
Harga ICP Februari 2026 Naik USD4,38 Per Barel
PLN EPI Pastikan Pasokan Energi Primer Pembangkit Aman Jelang Lebaran
Prabowo Targetkan Bangun 100 Gigawatt Energi Surya Secepatnya
PLN Nusantara Power Percepat Pengembangan PLTS Terapung Karangkates
Elnusa Realisasikan Capex Rp566 Miliar untuk Perkuat Momentum Pertumbuhan

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:11 WIB

Efek Domino Perang Iran-AS: Potensi Defisit APBN Membengkak hingga Rp204 Triliun

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:27 WIB

Menakar Ketahanan Energi Nasional di Tengah Perang Iran-AS

Kamis, 12 Maret 2026 - 08:32 WIB

Bahlil Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga BBM

Kamis, 12 Maret 2026 - 07:28 WIB

Harga ICP Februari 2026 Naik USD4,38 Per Barel

Rabu, 11 Maret 2026 - 20:01 WIB

PLN EPI Pastikan Pasokan Energi Primer Pembangkit Aman Jelang Lebaran

Berita Terbaru

Bank Perekonomian Rakyat Koperindo, yang berlokasi di Wisma Techking 2, Jl. A.M Sangaji No.24 3, RT.3/RW.4 10130 Petojo Utara, Jakarta Pusat. Izin BPR Koperindo dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhitung sejak tanggal 9 Maret 2026. (Dok: LPS)

Ekonomi & Bisnis

LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah PT BPR Koperindo

Sabtu, 14 Mar 2026 - 12:23 WIB

Ekonomi & Bisnis

Wuling Siapkan Posko Mudik hingga Bengkel 24 Jam Selama Lebaran 2026

Sabtu, 14 Mar 2026 - 09:59 WIB

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal

Ekonomi & Bisnis

Lebih Dari 25 Ribu Buruh Tidak Mendapatkan THR

Sabtu, 14 Mar 2026 - 09:18 WIB