Menaker: Tanpa Skill Baru, Anak Muda Bisa Tersisih dari Pasar Kerja

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaktara – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengingatkan generasi muda agar tidak bertahan pada kemampuan lama. Menurutnya, anak muda yang enggan menambah keterampilan atau skill baru berisiko kehilangan peluang kerja dan tersisih dari persaingan kerja yang makin ketat.

“Untuk menang dalam persaingan lokal dan global, kita tidak cukup mengandalkan satu kompetensi. Be unique, be different, be a champion. Model kompetensi itu nggak satu lagi, sudah bergeser,” kata Yassierli saat memberikan kuliah umum di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, dikutip Selasa (10/2/2026).

Peringatan itu, lanjut Yassierli, muncul karena perubahan teknologi dan ekonomi global membuat kebutuhan industri ikut bergeser.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah sektor baru terus tumbuh, mulai dari ekonomi digital dan kreatif, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), care economy, hingga ekonomi berkelanjutan. Dampaknya, tenaga kerja dituntut lebih adaptif—terutama generasi muda yang sedang bersiap masuk atau baru memulai karier.

Dalam konteks tersebut, Yassierli menilai cara pandang “cukup satu keahlian” sudah tidak relevan. Ia menyebut sekitar 59 persen pekerja di dunia diperkirakan perlu mempelajari keterampilan baru agar tetap sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Perubahan kebutuhan itu juga tercermin pada model kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Jika dulu seseorang cukup menjadi pakar di satu bidang, kini dibutuhkan kemampuan yang berlapis dan saling terhubung.

Yassierli menyebut model T-Shaped (mendalam di satu bidang, memahami bidang lain), Pi-Shaped (memiliki dua keahlian utama), hingga M-Shaped atau multi-spesialisasi yang terintegrasi sebagai gambaran skillset yang perlu dibangun anak muda.

Agar generasi muda memiliki akses untuk mengembangkan skillset tersebut, Yassierli menegaskan Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat peran Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai pusat pelatihan vokasi yang adaptif.

Menurutnya, BLK tidak lagi hanya mengajarkan keterampilan konvensional, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan talenta yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

Ia menambahkan, kunci agar proses peningkatan kompetensi berjalan konsisten adalah growth mindset. Yassierli mengingatkan sekitar 50 persen pekerjaan di industri diprediksi akan berubah dalam 10 tahun ke depan, sehingga kemampuan untuk terus belajar ulang menjadi keharusan bagi pekerja, termasuk generasi muda.

“Tantangan kita saat ini adalah pekerja yang tidak mau belajar hal baru. Padahal, growth mindset adalah kunci manusia beradaptasi. Teruslah belajar di balai-balai kami,” ujarnya.

Selain menyiapkan kompetensi, Yassierli juga menyoroti peluang yang kini terbuka lebih luas bagi daerah. Ia menilai ekonomi digital tidak lagi hanya terpusat di kota besar.

Dengan 70 persen pengguna digital baru berada di daerah, Kabupaten Lahat disebut memiliki potensi besar untuk mengembangkan UMKM dan ekonomi kreatif.

Karena itu, Yassierli mendorong kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan dan pengembangan talenta di daerah. Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.

“Permasalahan tenaga kerja tidak akan selesai hanya oleh seorang Menteri atau satu Kementerian saja, melainkan oleh inisiatif pemerintah daerah sebagai penggerak utama,” pungkasnya.

Berita Terkait

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada
Prabowo: Biaya Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Harus Gratis
Kronologi Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Erupsi Anak Krakatau
KSOP Banten Bersama Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Menhub Dudy Perpanjang Penutupan 8 Bandara Akibat Abu Vulkanik
Kemkomdigi Larang Operator Hanguskan Sisa Kuota Internet
Bukan Cuma Tren, Ini Cara Gen-Z Selamatkan Indonesia dari Bahaya Sisa Pangan!
MagangHub Batch 2 Kemnaker Dibuka Besok, Ini Tahapan Seleksinya

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 11:24 WIB

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Prabowo: Biaya Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Harus Gratis

Kamis, 10 September 2026 - 09:14 WIB

Kronologi Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Erupsi Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 - 08:54 WIB

KSOP Banten Bersama Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Senin, 7 September 2026 - 08:06 WIB

Menhub Dudy Perpanjang Penutupan 8 Bandara Akibat Abu Vulkanik

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Nasional

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:24 WIB