Menaker Siapkan Strategi agar Pemagangan Nasional 2026 Jangkau Semua Provinsi

Rabu, 25 Februari 2026 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaktara – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menargetkan Program Pemagangan Nasional (MagangHub) 2026 menjangkau seluruh provinsi di Indonesia. Pemerintah ingin program magang tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi tersebar merata agar kesempatan kerja bagi lulusan muda semakin terbuka di berbagai daerah.

“Dari data MagangHub, saat ini memang masih banyak penumpukan magang di Pulau Jawa. Kita ingin agar ini tersebar jadi ada di tiap provinsi,” kata Yassierli saat melakukan monitoring dan evaluasi pemagangan nasional di PT Ecogreen Oleochemicals, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (24/2/2026).

Untuk mewujudkan pemerataan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan penguatan ekosistem magang di daerah.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Strateginya dimulai dari pemetaan target setiap provinsi berdasarkan sektor unggulan dan kapasitas industrinya, serta memperbanyak mitra penyelenggara pemagangan, baik perusahaan maupun instansi pemerintah.

“Kita tetapkan peta target per provinsi yang realistis, berbasis sektor unggulan dan kapasitas industri daerah, bukan sekadar pemerataan angka,” ujar Yassierli.

Setiap daerah, lanjut dia, didorong memiliki jumlah mitra aktif, mentor yang siap membimbing, serta rencana pembelajaran yang jelas agar kualitas tetap terjaga meski program diperluas

Menaker juga menekankan agar proses pemilihan tempat magang melalui MagangHub dibuat lebih adil bagi semua daerah. Peserta tetap bebas memilih perusahaan tujuan, tetapi pemerintah akan membuat perusahaan di luar Jawa lebih mudah ditemukan di platform dan lebih menarik untuk dipilih, terutama yang memiliki standar pembinaan yang baik.

“Peserta magang memilih sendiri perusahaan tujuan. Jadi ini juga menjadi tantangan bagi perusahaan, bagaimana agar mereka dapat dipilih oleh para peserta magang? Ada kompetisi sesama peserta, dan juga sesama perusahaan,” katanya.

Menurut Yassierli, perusahaan yang ingin diminati peserta harus menunjukkan komitmen nyata, termasuk menyediakan pembelajaran yang terstruktur serta dukungan fasilitas yang memadai.

Dalam kunjungannya ke PT Ecogreen Oleochemicals, Yassierli mengapresiasi standar pembinaan yang diterapkan perusahaan tersebut.

Ia menilai perusahaan ini tidak hanya menjalankan aktivitas industri, tetapi membangun jembatan transisi bagi lulusan baru menuju dunia kerja profesional, termasuk dengan menyediakan fasilitas makan dan tempat tinggal bagi peserta.

“Kami mengapresiasi PT Ecogreen Oleochemicals yang telah memberikan standar tinggi dalam pemagangan. Ini adalah contoh konkret kolaborasi pemerintah dan industri untuk menyiapkan fresh graduate menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya,” ujarnya.

Salah satu peserta magang, Radja Ghiffary Al Hakim, lulusan Teknik Mesin Universitas Syiah Kuala, mengaku mendapatkan peningkatan signifikan pada kemampuan teknis maupun keterampilan nonteknis selama mengikuti program tersebut.

“Saya merasa beruntung bisa bergabung dalam program magang nasional ini. Keterampilan saya benar-benar terasah dan siap untuk terjun ke dunia kerja profesional,” kata Radja.

Pada hari yang sama, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor juga meninjau program MagangHub di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Plant 1, Karawang, Jawa Barat. Ia menegaskan industri harus berperan sebagai “laboratorium pencetak ahli” untuk menjembatani kesenjangan antara teori pendidikan dan kebutuhan nyata di pabrik.

“Industri bukan lagi sekadar pemakai tenaga kerja, tapi harus menjadi laboratorium pencetak ahli. Kontribusi TMMIN dalam MagangHub ini adalah bukti bahwa kolaborasi nyata bisa memangkas jurang pemisah antara teori sekolah dan kebutuhan pabrik,” ujar Afriansyah.

TMMIN dinilai memiliki ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang matang, mulai dari Vocation Program, Internship Program, hingga Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan jangkauan sekitar 250 orang per tahun. Untuk program MagangHub tahun ini, sebanyak 21 peserta mengikuti pelatihan intensif di Plant 1.

“Dengan infrastruktur pelatihan yang sudah matang ini, TMMIN layak menjadi role model bagi perusahaan manufaktur lain. Kita ingin melihat standar pelatihan di sini ditiru oleh industri lain agar kompetensi tenaga kerja kita merata secara nasional,” tegasnya.

Berita Terkait

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada
Prabowo: Biaya Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Harus Gratis
Kronologi Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Erupsi Anak Krakatau
KSOP Banten Bersama Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Menhub Dudy Perpanjang Penutupan 8 Bandara Akibat Abu Vulkanik
Kemkomdigi Larang Operator Hanguskan Sisa Kuota Internet
Bukan Cuma Tren, Ini Cara Gen-Z Selamatkan Indonesia dari Bahaya Sisa Pangan!
MagangHub Batch 2 Kemnaker Dibuka Besok, Ini Tahapan Seleksinya

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 11:24 WIB

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Prabowo: Biaya Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Harus Gratis

Kamis, 10 September 2026 - 09:14 WIB

Kronologi Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Erupsi Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 - 08:54 WIB

KSOP Banten Bersama Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Senin, 7 September 2026 - 08:06 WIB

Menhub Dudy Perpanjang Penutupan 8 Bandara Akibat Abu Vulkanik

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Nasional

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:24 WIB