Menaker Minta Serikat Pekerja BUMN Tak Hanya Urus Upah

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaktara – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, meminta serikat pekerja di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak hanya fokus pada isu upah dan kesejahteraan, tetapi ikut berperan menjaga keberlanjutan perusahaan.

Menurutnya, keberlanjutan BUMN menentukan masa depan jutaan pekerja dan penciptaan lapangan kerja.

“Kalau perusahaan tidak berkelanjutan, kesejahteraan tidak akan pernah aman. Serikat pekerja harus ikut menjaga bisnis tetap hidup,” kata Yassierli saat membuka Kongres Luar Biasa (KLB) Konfederasi Serikat Pekerja (KSP) BUMN 2026 di Yogyakarta, Kamis (29/1/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai tantangan BUMN ke depan semakin kompleks. Disrupsi akal imitasi (AI) dan transisi menuju industri hijau, menurutnya, berpotensi mengubah struktur pekerjaan secara besar-besaran jika tidak dikelola dengan baik.

“Perubahan ini tidak bisa dihindari. Tapi kalau salah kelola, pekerja yang paling terdampak,” ujarnya.

Oleh karena itu, Yassierli meminta serikat pekerja mengambil peran lebih strategis sebagai mitra dialog dalam proses transformasi. Tujuannya memastikan perubahan berjalan adil dan tidak mengorbankan pekerja.

“Transformasi harus adil. Jangan sampai perusahaan berubah, tapi pekerjanya tertinggal,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Yassierli menambahkan kontribusi lain yang dapat diberikan SP/SB yakni dapat memiliki sertifikat ahli produktivitas selaras dengan Gerakan Produktivitas Nasional (GPN) yang sedang dibangun Kemnaker.

Ia menyebut, pada tahun lalu Kemnaker telah mensertifikasi sekitar 700 ahli produktivitas.

“Kami ingin teman-teman semua punya sertifikat sebagai ahli produktivitas sehingga dapat memahami persoalan yang dihadapi perusahaan, mengusulkan program dan menjadi champion di perusahaan masing-masing,” katanya.

Yassierli lalu mengaitkan peran BUMN dengan kondisi pengangguran nasional. Data Badan Pusat Statistik mencatat, hingga Agustus 2025 jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,46 juta orang.

Menurutnya, BUMN yang tidak tumbuh dan berkelanjutan akan memperparah persoalan tersebut. Sebaliknya, BUMN yang kuat bisa menjadi penopang utama penciptaan lapangan kerja.

“Kalau BUMN tumbuh, pengangguran bisa ditekan. Kalau tidak, risikonya justru makin besar,” ucap Yassierli.

Sementara itu, Presiden KSP BUMN, Ahmad Irfan Nasution mengatakan pekerja BUMN siap menjawab tantangan tersebut agar BUMN mampu menjadi pemain utama di dalam negeri sekaligus bersaing di pasar global.

Berita Terkait

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada
Prabowo: Biaya Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Harus Gratis
Kronologi Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Erupsi Anak Krakatau
KSOP Banten Bersama Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Menhub Dudy Perpanjang Penutupan 8 Bandara Akibat Abu Vulkanik
Kemkomdigi Larang Operator Hanguskan Sisa Kuota Internet
Bukan Cuma Tren, Ini Cara Gen-Z Selamatkan Indonesia dari Bahaya Sisa Pangan!
MagangHub Batch 2 Kemnaker Dibuka Besok, Ini Tahapan Seleksinya

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 11:24 WIB

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Prabowo: Biaya Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Harus Gratis

Kamis, 10 September 2026 - 09:14 WIB

Kronologi Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Erupsi Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 - 08:54 WIB

KSOP Banten Bersama Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Senin, 7 September 2026 - 08:06 WIB

Menhub Dudy Perpanjang Penutupan 8 Bandara Akibat Abu Vulkanik

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Nasional

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:24 WIB