Luhut Soroti Sistem Coretax: Sudah Mahal, Bertahun-Tahun Tak Jalan

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Rencana Induk Pemerintahan Digital Nasional 2025–2045.

Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Rencana Induk Pemerintahan Digital Nasional 2025–2045.

Jaktara – Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Panjaitan, mengkritik kinerja sistem digital perpajakan Coretax yang dinilainya belum berfungsi optimal meski telah menelan biaya besar.

Luhut mengaku telah menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati kala itu. Ia menilai ada yang tidak beres dalam implementasi sistem digitalisasi yang digunakan.

“Saya beritahu sama Menteri Keuangan, tidak bisa coretax-corrtax mu itu. Kita beli coretax mahal berapa tahun tidak jalan,”kata Luhut dalam acara Rencana Induk Pemerintahan Digital Nasional 2025–2045, dikutip Jumat (27/2/2026).

Alih-alih menggunakan coretax, Luhut justru mendorong agar Kementerian Keuangan melakukan transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI).

Lewat transformasi ini, sistem data nasional semakin terintegrasi dan transparan, sehingga tidak ada lagi ruang untuk menyembunyikan informasi aset maupun aktivitas ekonomi.

Menurut Luhut, integrasi data lintas sektor akan menghubungkan berbagai informasi penting, mulai dari kepemilikan kendaraan, saham, hingga laporan harta pejabat dan masyarakat.

“Jadi enggak ada lagi di sosmed bilang, wah Luhut punya harta Rp271 triliun, banyak juga sih. Tidak bisa lagi orang bilang, atau saya sembunyikan diri, kalau saya katanya punya saham, misalnya di TOBA tidak bisa lagi,” jelas dia.

Meski demikian, Luhut juga mengingatkan adanya konsekuensi terhadap aspek privasi. Ia mencontohkan praktik pemantauan berbasis teknologi di sejumlah negara yang mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan lebih dini melalui analisis data otomatis

“Kalau saya akan melantur sedikit, kenapa di Cina misalnya Anda baca jenderalnya yang diberhentikan, iu terbaca bahwa jenderalnya akan melakukan ini-itu ada pre-emptive,” kata dia.

Berita Terkait

Pemerintah Resmi Gelontorkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun untuk Semester II-2026
Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen
Seskab Teddy Ungkap Arahan Prabowo soal Transformasi BUMN dan Optimalisasi Aset Negara
Investor Dapat Perlindungan Hukum Jika Beli Patriot Bond & Merah Putih Bind
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Dibuka, Targetkan 20 Ribu Peserta
Purbaya Kantongi Dukungan Penuh dari China Terkait Penerbitan Panda Bond
Berganti Kepemimpinan, Ini Daftar Transformasi PELNI Ddi Bawah Tri Andayani
Dukung Ekonomi Biru, KKP Ajak Dunia Usaha Perkuat Investasi Berkelanjutan di Ruang Laut

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 21:07 WIB

Pemerintah Resmi Gelontorkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun untuk Semester II-2026

Senin, 22 Juni 2026 - 20:41 WIB

Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen

Senin, 22 Juni 2026 - 13:47 WIB

Seskab Teddy Ungkap Arahan Prabowo soal Transformasi BUMN dan Optimalisasi Aset Negara

Senin, 22 Juni 2026 - 13:39 WIB

Investor Dapat Perlindungan Hukum Jika Beli Patriot Bond & Merah Putih Bind

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:14 WIB

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Dibuka, Targetkan 20 Ribu Peserta

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen

Senin, 22 Jun 2026 - 20:41 WIB