Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 26,1 Juta per 24 April 

Minggu, 26 April 2026 - 08:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Bursa Efek Indonesia.

PT Bursa Efek Indonesia.

Jaktara.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan positif jumlah investor pasar modal hingga 24 April 2026 telah mencapai 26,1 juta single investor identification (SID). Posisi ini meningkat sebesar 28,37 persen secara tahunan (year-to-date/ytd).

Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan BEI, Aulia Noviana Utami Putri, menyampaikan dari jumlah tersebut, penambahan investor baru pasar modal tercatat sebanyak 5,7 juta SID baru, dengan rata-rata penambahan mencapai 50.645 SID per hari.

“Ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal Indonesia,” kata dia dikutip dari keterbukaan informasi, Minggu (26/4/2026).

Sementara itu, jumlah investor saham juga menunjukkan peningkatan dengan total mencapai 9,5 juta SID, atau tumbuh 10,69 persen secara ytd.

Adapun sepanjang tahun berjalan, jumlah investor saham baru tercatat sebanyak 919.448 SID, dengan rata-rata penambahan sebanyak 8.065 SID per hari.

Sebelumnya, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Manullang, menyampaikan bahwa meski pertumbuhan jumlah investor tinggi, masih terdapat tantangan besar, terutama terkait kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi pasar modal.

“Di balik pertumbuhan tersebut, terdapat tantangan yang perlu kita jawab bersama. Tingkat literasi pasar modal telah mencapai 17,78%, sementara tingkat inklusi masih berada di level 1,34%,” ujarnya di BEI, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Kristian menilai kondisi tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memahami investasi, tetapi belum semuanya berani memulai berinvestasi secara langsung.

Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan menjadi kunci utama untuk mendorong partisipasi masyarakat, terutama melalui pengenalan instrumen investasi yang lebih sederhana dan mudah diakses.

Berita Terkait

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 dan Pertamax Green Rp17.000 per Liter
Bank Indonesia Naikan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen
Libur Sekolah 2026, ASDP Berikan Diskon Tarif Jasa Pelabuhan hingga 100%
Pemerintah Didesak Reformasi Cukai dan Benahi Tata Kelola DBH CHT
Menguji Ketahanan Fiskal Indonesia: Aman tapi Belum Bebas Risiko
Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System Buat Perkuat Ekosistem Kota
Pemprov DKI Pastikan Stok Minyakita Aman
Potret Dunia Kerja RI: Cuma 40% Bekerja Sesuai Pendidikan

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:55 WIB

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 dan Pertamax Green Rp17.000 per Liter

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:59 WIB

Bank Indonesia Naikan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:39 WIB

Libur Sekolah 2026, ASDP Berikan Diskon Tarif Jasa Pelabuhan hingga 100%

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:53 WIB

Pemerintah Didesak Reformasi Cukai dan Benahi Tata Kelola DBH CHT

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:01 WIB

Menguji Ketahanan Fiskal Indonesia: Aman tapi Belum Bebas Risiko

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 dan Pertamax Green Rp17.000 per Liter

Rabu, 10 Jun 2026 - 07:55 WIB

Ekonomi & Bisnis

Bank Indonesia Naikan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen

Selasa, 9 Jun 2026 - 12:59 WIB