Hasil Survei: 70% Bos di RI Tolak Kandidat Tanpa Skill Dasar AI

Minggu, 26 April 2026 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaktara.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menyoroti urgensi penguasaan AI bagi para lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Berdasarkan survei, hampir 70% pemimpin bisnis di Indonesia menyatakan tidak akan merekrut kandidat yang tidak memiliki kemampuan dasar terkait AI.

Yassierli menyebut peningkatan permintaan pekerjaan dengan AI skills di Asia Tenggara bahkan telah melonjak hingga 2,4 kali lipat dalam lima tahun terakhir.

“Saat ini yang dicari industri adalah skills, not school. Kami melihat peningkatan empat kali lipat jumlah lowongan kerja yang lebih mementingkan kompetensi nyata dibanding sekadar gelar administratif dalam satu dekade terakhir,” tegas dia dalam keterangannya, dikutip Minggu (26/4/2026).

Yassierli mengatakan bahwa ijazah akademik bukan lagi jaminan tunggal untuk memenangkan persaingan di pasar kerja global yang kian dinamis.

Oleh karenanya dia mengimbau para lulusan perguruan tinggi untuk membekali diri dengan strategi “Triple Readiness” (Tiga Kesiapan) guna menghadapi disrupsi teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Dia memaparkan data yang menunjukkan bahwa pergeseran lanskap dunia kerja sedang terjadi secara masif. Mengutip data LinkedIn, ia menyebutkan bahwa 80 persen judul pekerjaan saat ini tidak ada 20 tahun yang lalu. Bahkan, diprediksi sekitar 50 persen pekerjaan yang ada saat ini akan menjadi tidak relevan dalam sepuluh tahun ke depan.

“Dunia kerja terus berubah seiring perubahan teknologi. Tantangan terbesar kita saat ini adalah digital skill gap. Saat ini, pekerja kita yang memiliki keterampilan digital baru mencapai 27 persen, jauh di bawah standar global yang berada di angka 60 hingga 70 persen,” ujar Yassierli.

Namun, di balik pergeseran lanskap dunia kerja ini, Menaker menyatakan ada peluang ekonomi baru yang harus dioptimalkan oleh generasi muda seperti greeneconomy, digital platform, dan care economy. Oleh karenanya, agar lulusan perguruan tinggi dapat menangkap peluang-peluang pada lanskap dunia kerja baru tersebut,

Lebih lanjut, Yassierli menjelaskan, lulusan perguruan tinggi perlu menyiapkan penguasaan keterampilan teknis yang relevan dengan industri masa depan, seperti keterampilan digital tingkat lanjut (advanced digital skills) dan keterampilan ekonomi hijau (green jobs). Ia mengingatkan bahwa kemampuan sekadar menggunakan media sosial bukanlah keterampilan digital yang dicari industri.

Kedua, Human Skills Readiness. Di tengah masifnya penggunaan AI, Menaker menegaskan bahwa human skills seperti berpikir kritis, empati, kepemimpinan, dan kreativitas tetap menjadipembeda utama.

“AI tidak akan bekerja optimal tanpa sentuhan manusia. Human skills membuat pengguna memahami konteks, batasan, dan risiko AI,” tambahnya.

Ketiga, Market Entry Readiness. Ia menyebut kesiapan ini berkaitan dengan kemampuan lulusan untuk memahami dinamika industri. Oleh karenanya, Ia mendorong wisudawan untuk memiliki portofolio yang kuat, pengalaman magang, dan sertifikasi kompetensi sebagai bukti konkret kapabilitas mereka di mata perusahaan.

Berita Terkait

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 dan Pertamax Green Rp17.000 per Liter
Bank Indonesia Naikan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen
Libur Sekolah 2026, ASDP Berikan Diskon Tarif Jasa Pelabuhan hingga 100%
Pemerintah Didesak Reformasi Cukai dan Benahi Tata Kelola DBH CHT
Menguji Ketahanan Fiskal Indonesia: Aman tapi Belum Bebas Risiko
Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System Buat Perkuat Ekosistem Kota
Pemprov DKI Pastikan Stok Minyakita Aman
Potret Dunia Kerja RI: Cuma 40% Bekerja Sesuai Pendidikan

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:55 WIB

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 dan Pertamax Green Rp17.000 per Liter

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:59 WIB

Bank Indonesia Naikan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:39 WIB

Libur Sekolah 2026, ASDP Berikan Diskon Tarif Jasa Pelabuhan hingga 100%

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:53 WIB

Pemerintah Didesak Reformasi Cukai dan Benahi Tata Kelola DBH CHT

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:01 WIB

Menguji Ketahanan Fiskal Indonesia: Aman tapi Belum Bebas Risiko

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 dan Pertamax Green Rp17.000 per Liter

Rabu, 10 Jun 2026 - 07:55 WIB

Ekonomi & Bisnis

Bank Indonesia Naikan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen

Selasa, 9 Jun 2026 - 12:59 WIB