Jaktara – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat backlog atau persentase penduduk yang belum memiliki rumah secara nasional masih mencapai 13%. Berdasarkan perbandingan antarprovinsi, backlog kepemilikan rumah tertinggi tercatat di Provinsi DKI Jakarta mencapai 40,59%.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan jika ditelusuri lebih rinci pada tingkat kota, wilayah dengan backlog tertinggi berada di Jakarta Pusat.
Sebanyak 55,83% rumah tangga di Jakarta Pusat, disebut belum memiliki rumah dengan status milik sendiri, atau hampir 150 ribu rumah tangga.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari rumah tangga di Kota Jakarta Pusat tidak memiliki rumah dengan status milik sendiri, atau dengan kata lain sekitar 146.729 rumah tangga,” kata dia dalam konferensi pers, di BP BUMN, Rabu (1/4/2026).
Kondisi tersebut menjadi dasar pemerintah untuk memprioritaskan intervensi kebijakan perumahan di wilayah dengan tingkat backlog tertinggi.
Program penanganan dilakukan melalui kolaborasi antara Menteri Perumahan bersama Wakil Menteri BUMN, dengan dukungan sejumlah BUMN strategis, termasuk PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan InJourney Airports.
Sinergi lintas kementerian dan BUMN tersebut dinilai sebagai langkah strategis karena langsung menyasar wilayah dengan tingkat ketidakpemilikan rumah paling tinggi di Indonesia, yakni Jakarta Pusat
“Ini sesuatu yang luar biasa karena memang mengintervensi di mana backlog-nya yang paling tinggi atau backlog kepemilikan yang paling tinggi yaitu di Kota Jakarta Pusat,” kata Amalia.







