BI Resmi Gabung Proyek Nexus, Apa Keuntungannya?

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaktara – Bank Indonesia (BI) resmi bergabung dalam proyek Nexus. BI akan turut mempersiapkan dan mengimplementasikan Nexus bersama lima bank sentral lain, yaitu Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS), Bank of Thailand (BOT) dan Reserve Bank of India (RBI).

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Nexus merupakan langkah strategis untuk menyediakan solusi pembayaran antarnegara yang efisien dan terjangkau bagi masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia.

“Indonesia merupakan salah satu koridor remitansi terbesar di dunia, baik sebagai negara asal utama pekerja migran maupun sebagai penerima remitansi,” kata Perry dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).

“Selain itu, keterhubungan pembayaran antarnegara yang semakin terpadu dan tanpa hambatan juga dapat meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan negara-negara di kawasan,” lanjut Perry.

Proyek Nexus merupakan insiatif dari Bank for International Settlements (BIS) yang diinisiasi pada 2021 untuk meningkatkan kelancaran pembayaran antar negara dengan menghubungkan berbagai sistem pembayaran instan domestik (Instant Payment Systems / IPS).

Pada 2025, proyek Nexus telah memasuki fase implementasi yang ditandai dengan pendirian Nexus Global Payments (NGP) oleh beberapa bank sentral. BI yang sebelumnya berpartisipasi sebagai special observer, kini menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi secara penuh sebagai anggota Nexus dan akan mengembangkan sistem pembayaran instan, BI FAST, untuk dapat terhubung dengan Nexus.

Selanjutnya, interkoneksi BI-FAST dengan Nexus diharapkan memperkuat efisiensi dan keterjangkauan transaksi lintas negara, serta memperkuat inklusi keuangan.

LInisiatif ini dilakukan untuk mendukung kepentingan nasional dengan menjaga kedaulatan dan akan memastikan proses kliring dan setelmen transaksi domestik tetap dilakukan di dalam negeri.

Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 dan sejalan dengan kerangka Regional Payment Connectivity yang dicanangkan ASEAN pada 2022.

Penguatan konektivitas ini diharapkan akan mewujudkan pembayaran antar negara yang lebih efisien dan terjangkau sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, inklusi keuangan, dan pembangunan berkelanjutan.

Sinergi BI dan NGP mendukung agenda reformasi pembayaran lintas negara yang dicanangkan oleh G20. Ke depan, BI akan terus memperluas jaringan pembayaran antarnegara melalui penguatan kolaborasi dengan bank sentral dan otoritas terkait di berbagai yurisdiksi.

Penulis : Tasya

Editor : Wira Dika

Berita Terkait

Jasa Marga Catat 1,3 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H-4 Idulfitri
6 Juta Orang Gunakan Angkutan Umum untuk Mudik, Naik 10,98% dari Tahun Lalu
Telkom Akses Kerahkan 20 Ribu Teknisi Jaga Kualitas Jaringan Jelang Idulfitri
Prabowo Kaji Pangkas Gaji Anggota DPR dan Kabinet Imbas Konflik Timur Tengah
4 Siasat Agar Duit THR Tidak Sekadar Numpang Lewat
Skenario Terburuk Bitcoin Jika Minyak Naik ke $200 karena Perang Iran-AS
812 Ribu Kendaraan Meninggalkan Jabotabek Pada H-10 Sampai H-6 Libur Idulfitri
Kemenhub Pantau Dampak Konflik Timur Tengah pada Penerbangan

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:38 WIB

Jasa Marga Catat 1,3 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H-4 Idulfitri

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:00 WIB

6 Juta Orang Gunakan Angkutan Umum untuk Mudik, Naik 10,98% dari Tahun Lalu

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:14 WIB

Telkom Akses Kerahkan 20 Ribu Teknisi Jaga Kualitas Jaringan Jelang Idulfitri

Rabu, 18 Maret 2026 - 08:00 WIB

Prabowo Kaji Pangkas Gaji Anggota DPR dan Kabinet Imbas Konflik Timur Tengah

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:57 WIB

4 Siasat Agar Duit THR Tidak Sekadar Numpang Lewat

Berita Terbaru