Bahlil Beberkan 3 Senjata Kejar Target Lifting Migas Nasional

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaktara – Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan lifting dan produksi minyak dan gas bumi (migas), meski capaian lifting minyak bumi tahun 2025 telah mencapai 605,3 ribu barel, melebihi target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, menyampaikan senjata utama untuk optimalisasi peningkatan lifting migas, salah satunya dengan penerapan teknologi lanjutan pada sumur migas eksisting, seperti Enhanced Oil Recovery (EOR), fracking, dan horizontal drilling

“Untuk meningkatkan lifting, mau tidak mau, harus kita suntik dengan teknologi. Sumur-sumur yang sudah lama ini kita suntik pakai teknologi, nggak ada cara lain. EOR salah satunya,” ujar Bahlil pada Kuliah Umum Media Indonesia di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Namun demikian, Bahlil tidak memungkiri bahwa penerapan teknologi lanjutan kerap kali terkendala dari aspek keekonomian.

Maka dari itu, Pemerintah memberikan fleksibilitas skema kontrak kerja sama bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang akan melaksanakan kegiatan eksplorasi dan operasi produksi. KKKS diperbolehkan untuk memilih skema kontrak kerja sama Gross Split atau Cost Recovery.

Kebijakan ini adalah jalan tengah untuk menjaga keberlanjutan produksi migas nasional, sekaligus mengoptimalkan upaya menuju ketahanan energi.

Menurut Bahlil, kegiatan yang dilakukan negara tidak boleh berorientasi pada keuntungan, harus melayani kebutuhan masyarakat.

“Negara itu tidak hanya bicara tentang berapa profit, negara itu nggak boleh bicara hanya profit oriented. Tapi negara juga harus bicara tentang pelayanan, ketersediaan, dan ketahanan. Kita ini melayani rakyat, bukan profit oriented. Kalau ada profit itu sunnatullah. Itu multiplier effect gitu,” tegasnya.

Langkah kedua yang dilakukan Pemerintah adalah mendorong pengelolaan sumur-sumur tua (idle well).

Saat ini terdapat 6.305 sumur idle yang memiliki potensi hidrokarbon, dengan 787 sumur dapat direaktivasi dan 3.972 sumur berpotensi untuk dikerjasamakan. Upaya ini dinilai penting untuk mendorong penambahan produksi minyak Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat realisasi proyek-proyek yang telah menyelesaikan Plan of Development (POD) namun belum masuk tahap konstruksi dan produksi.

Bahlil menegaskan Pemerintah akan bersikap tegas kepada KKKS yang tidak segera melaksanakan pekerjaan yang sudah mendapatkan izin.

Sebagai strategi jangka panjang, Pemerintah juga mendorong percepatan eksplorasi potensi migas di Indonesia Timur.

Upaya ini dilakukan melalui skema kerja sama dan insentif yang leih menarik. Untuk mendukung percepatan ini Pemerintah menawarkan 110 blok migas potensial yang dapat digarap KKKS.

Berita Terkait

Pemerintah Resmi Gelontorkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun untuk Semester II-2026
Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen
Seskab Teddy Ungkap Arahan Prabowo soal Transformasi BUMN dan Optimalisasi Aset Negara
Investor Dapat Perlindungan Hukum Jika Beli Patriot Bond & Merah Putih Bind
Hampir 30.000 Pekerja di Bandung dan Mojokerto Terancam PHK
YLKI Desak Prabowo Turun Tangan Atasi Persoalan Listrik
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Dibuka, Targetkan 20 Ribu Peserta
Ada Demo di DPR, Jasa Marga Tutup Sementara Akses Keluar Tol Slipi Imbas 

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 21:07 WIB

Pemerintah Resmi Gelontorkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun untuk Semester II-2026

Senin, 22 Juni 2026 - 20:41 WIB

Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen

Senin, 22 Juni 2026 - 13:47 WIB

Seskab Teddy Ungkap Arahan Prabowo soal Transformasi BUMN dan Optimalisasi Aset Negara

Senin, 22 Juni 2026 - 13:39 WIB

Investor Dapat Perlindungan Hukum Jika Beli Patriot Bond & Merah Putih Bind

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:41 WIB

Hampir 30.000 Pekerja di Bandung dan Mojokerto Terancam PHK

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen

Senin, 22 Jun 2026 - 20:41 WIB