Wamendagri Bima Arya Nilai Integrasi Aglomerasi Akan Tentukan Masa Depan Jakarta

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaktara.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa penyelesaian berbagai persoalan perkotaan di Jakarta pada masa mendatang tidak dapat dilepaskan dari penguatan tata kelola kawasan aglomerasi.

Menurut dia, isu strategis seperti banjir, kemacetan, hingga pengelolaan sampah membutuhkan pendekatan lintas wilayah yang terintegrasi dan didukung oleh kewenangan bersama yang jelas.

“Semakin besar kawasan metropolitan, maka semakin besar kebutuhan untuk kewenangan otoritas yang jelas, sehingga masa depan Jakarta tidak bisa dipisahkan dari konteks aglomerasi,” ujarnya dalam Acara Urban Talks Jakarta Future Festival di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bima menjelaskan, Jakarta saat ini telah berkembang menjadi salah satu kawasan megapolitan terbesar di dunia. Bahkan, dalam konteks aglomerasi—digabungkan dengan wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi—Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat jumlah penduduk kawasan ini mencapai 41,9 juta jiwa. Jumlah tersebut melampaui populasi kawasan metropolitan di Tokyo maupun Dhaka.

Dengan kontribusi sebesar 16,71 persen terhadap perekonomian nasional, kawasan Jakarta dan sekitarnya memiliki peran yang sangat strategis.

Namun, menurut dia, berbagai persoalan perkotaan kerap sulit diselesaikan karena masih adanya fragmentasi kewenangan antarwilayah yang memunculkan perbedaan prioritas pembangunan, agenda politik, serta penganggaran.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah tengah mendorong penguatan peran Dewan Kawasan Aglomerasi sebagai wadah koordinasi lintas daerah. Melalui mekanisme tersebut, berbagai layanan publik yang bersifat regional dapat dikelola secara lebih terpadu dan efektif.

“Dewan Aglomerasi ini nanti bisa fokus pada isu-isu spesifik, ada badan yang ngurusi soal sampah, ada badan yang ngurusi soal transportasi, soal air minum, dan lain-lain,” ungkapnya.

Selain itu, Bima juga mengapresiasi berbagai bentuk kolaborasi yang telah berkembang di Jakarta. Ia menilai upaya membangun identitas kota yang inklusif melalui kegiatan olahraga dan pariwisata berskala internasional menjadi modal penting dalam memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.

“Dua event ini menggambarkan Jakarta on the right track untuk menjadi kota modern dalam menjemput usia ke-5 abad,” pungkasnya.

Berita Terkait

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada
Prabowo: Biaya Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Harus Gratis
Kronologi Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Erupsi Anak Krakatau
KSOP Banten Bersama Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Menhub Dudy Perpanjang Penutupan 8 Bandara Akibat Abu Vulkanik
Pemprov DKI Terapkan Pembelajaran Jarak Akibat Dampak Abu Vulkanik
Kemkomdigi Larang Operator Hanguskan Sisa Kuota Internet
Bukan Cuma Tren, Ini Cara Gen-Z Selamatkan Indonesia dari Bahaya Sisa Pangan!

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 11:24 WIB

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Prabowo: Biaya Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Harus Gratis

Kamis, 10 September 2026 - 09:14 WIB

Kronologi Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Erupsi Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 - 08:54 WIB

KSOP Banten Bersama Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Senin, 7 September 2026 - 08:06 WIB

Menhub Dudy Perpanjang Penutupan 8 Bandara Akibat Abu Vulkanik

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Nasional

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:24 WIB