Harga Plastik dan Bahan Pokok Naik Tajam Saat BBM Stabil

Rabu, 1 April 2026 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaktara – Pengamat komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyoroti kenaikan sejumlah harga barang meski pemerintah menahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kondisi di lapangan, bahkan ada beberapa komoditas kenaikannya telah melampaui 100 persen.

Ibrahim menyebut fenomena ini menjadi indikasi kuat bahwa gejolak global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Hal ini menyebabkan tekanan nyata terhadap perekonomian domestik.

“Kita melihat bahwa walaupun pemerintah tidak menaikkan bahan bakar minyak tetapi di lapangan harga-harga sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” kata dia kepada wartawan, Rabu (1/4/2026).

Kondisi di lapangan, kata Ibrahim, harga plastik telah melonjak tajam. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, kini harga telah menembus lebih dari Rp60.000 per kilogram. Artinya, terjadi kenaikan lebih dari 100 persen dalam waktu relatif singkat.

“Ini mengindikasikan bahwa bahan dasar yang diimpor ya dari luar negeri berupa adalah campuran karatan-karatan dari minyak mentah ini membuat apa? Membuat impor untuk bahan mentah ini mengalami penurunan yang cukup signifikan,” kata dia.

Di sisi lain, kata Ibrahim, harga kebutuhan pokok juga sudah mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut, dinilai akan berdampak terhadap makanan siap saji yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat.

“Kemudian di sisi lain pun juga kita melihat barang-barang elektronik pun juga kemungkinan ya akan kembali naik, pupuk impor ya, untuk kacang kedelai semua pun juga akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” ujar dia.

Oleh karena itu, Ibrahim turut mengapresiasi langkah pemerintah untuk tidak menaikan harga BBM di tengah dinamika global yang terjadi. Ia memahami, tujuan pemerintah tersebut agar masyarakat tenang.

“Secara teori mobilitas sudah cukup bagus mempertahankan harga BBM, tetapi secara teknis lapangan harga-harga sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” kata dia.

Kondisi ini menandakan bahwa kenaikan harga-harga barang di Indonesia saat ini tidak lagi bergantung pada penyesuaian harga BBM. Pasalnya, kondisi di lapangan harga barang tetap alami penyesuaian walaupun BBM tidak naik.

Berita Terkait

Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia
Pemerintah Bongkar Dugaan Mafia Beras, Kerugian Negara Tembus Rp71 T
KKP Dukung Pemanfaatan Ruang Laut untuk Lindungi Mangrove & Populasi Kerang Dara di Belitung
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia
Bandara Husein Sastranegara Kantongi Sertifikat Layani Pesawat Jet Sekelas Boeing 737-800
Pemerintah Resmi Gelontorkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun untuk Semester II-2026
Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen
Seskab Teddy Ungkap Arahan Prabowo soal Transformasi BUMN dan Optimalisasi Aset Negara

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Pemerintah Bongkar Dugaan Mafia Beras, Kerugian Negara Tembus Rp71 T

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:22 WIB

KKP Dukung Pemanfaatan Ruang Laut untuk Lindungi Mangrove & Populasi Kerang Dara di Belitung

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:24 WIB

Bandara Husein Sastranegara Kantongi Sertifikat Layani Pesawat Jet Sekelas Boeing 737-800

Senin, 22 Juni 2026 - 21:07 WIB

Pemerintah Resmi Gelontorkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun untuk Semester II-2026

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia

Senin, 3 Agu 2026 - 19:05 WIB

Ekonomi & Bisnis

Pemerintah Bongkar Dugaan Mafia Beras, Kerugian Negara Tembus Rp71 T

Senin, 3 Agu 2026 - 18:09 WIB

Nasional

Tekanan Politik DPR di Balik Pengunduran Diri Perry Warjiyo

Selasa, 28 Jul 2026 - 09:00 WIB