Pramono Pastikan Stok dan Harga Daging Stabil Selama Ramadan hingga Lebaran

Selasa, 24 Februari 2026 - 05:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau kedatangan sapi impor asal Australia di Dermaga 101 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (23/2/2026). (Foto: Humas Pemprov DKI)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau kedatangan sapi impor asal Australia di Dermaga 101 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (23/2/2026). (Foto: Humas Pemprov DKI)

Jaktara – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan stok daging sapi aman dan harga tetap stabil selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Kepastian itu disampaikannya saat meninjau kedatangan sapi impor asal Australia di Dermaga 101 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (23/2/2026).

“Faktor inflasi di Jakarta biasanya meningkat saat Ramadan dan Idulfitri, terutama pada komoditas daging, cabai, dan beras. Dengan masuknya sapi dari Australia ini, kami berharap harga daging bisa tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Perumda Dharma Jaya resmi menerima kedatangan sapi impor dari Australia sebagai upaya menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga daging menjelang Idulfitri.

Hingga saat ini, sebanyak 3.100 ekor sapi telah tiba dari total 7.500 ekor yang direncanakan dalam tahap awal pengadaan.

Gubernur Pramono mengatakan, impor ini menjadi momentum penting setelah 28 tahun Jakarta tidak melakukan impor sapi langsung dari Australia.

Ia menegaskan, kepercayaan yang diberikan kepada Pemprov DKI menjadi bukti kesiapan Jakarta dalam mengelola pasokan daging secara mandiri dan profesional.

Menurutnya, impor tersebut tidak lepas dari hubungan kerja sama internasional yang telah terjalin, termasuk skema sister city antara Jakarta dan sejumlah kota di Australia.

Kerja sama itu dinilai memperkuat kepercayaan serta memperlancar proses distribusi dan pengawasan kualitas ternak.

“Kami memiliki kerja sama sister city dengan beberapa kota di Australia, dan itu ikut memperkuat hubungan serta kepercayaan yang ada. Dengan dasar kerja sama tersebut, proses impor ini dapat berjalan lebih baik dan terkontrol,” ungkapnya.

Gubernur Pramono menandaskan, kepercayaan ini harus dijaga dengan memastikan seluruh prosedur dipenuhi, termasuk aspek kesehatan dan kelayakan ternak yang masuk ke Jakarta.

Menyoal ketersediaan stok, ia menyebut saat ini cadangan daging mencapai sekitar 1.000 ton dan akan terus diperkuat melalui mekanisme repeat order jika diperlukan.

Untuk sapi hidup, stok di kandang Dharma Jaya tercatat sekitar 1.500 ekor, termasuk 590 ekor yang baru saja diturunkan.

Sebagai informasi, kebutuhan daging sapi/kerbau di DKI Jakarta mencapai sekitar 65 ton per hari dan mengalami kenaikan signifikan saat hari besar keagamaan, seperti Ramadan dan Lebaran, yakni sekitar 4 persen.

Masyarakat dapat memantau stok dan harga pangan melalui sistem Info Pangan Jakarta yang terintegrasi dengan aplikasi JAKI (Jakarta Kini).

“Stok ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Ramadan sekaligus menggantikan sebagian sapi yang akan dipanen bulan ini. Jadi, pasokan tetap aman dan terjaga,” ucap Gubernur Pramono.

Ia juga memastikan seluruh sapi impor dalam kondisi sehat dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara ketat sebelum dan setelah kedatangan ternak di Jakarta. Hal ini penting untuk menjamin keamanan pangan masyarakat.

Sapi impor. (Foto:dok Humas Pemprov DKI)

“Kami sudah mendapatkan laporan bahwa sapi yang datang dari Australia dalam kondisi sehat dan tidak terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku. Dari sekitar 2.000 ekor yang sudah tiba sebelumnya, tidak ada satu pun yang terindikasi sakit,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Pramono menyampaikan Pemprov DKI tengah memproses rencana pengelolaan lahan rumput di Ciangir untuk mendukung penggemukan sapi secara berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian pasokan daging Jakarta.

“Jika ini berjalan baik, kebutuhan Jakarta bisa lebih banyak dikelola secara langsung oleh Dharma Jaya. Kami ingin Jakarta semakin mandiri dalam penyediaan daging. Infrastruktur sudah ada, tinggal kita optimalkan agar pasokan tetap stabil dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemprov DKI Jakarta melalui Perumda Dharma Jaya memberikan dukungan penuh dalam mengelola ketahanan pangan strategis, tidak hanya untuk skala Jakarta tetapi juga sebagai penopang kebutuhan pangan nasional.

“Terima kasih kepada seluruh stakeholder yang ikut mendukung program ketahanan pangan Jakarta,” pungkas Gubernur Pramono.

Berita Terkait

Jakarta Fair 2026 Jadi Bukti Nyata Stabilitas dan Geliat Ekonomi Jakarta
Hubungkan 6 Moda Transportasi, Pemprov DKI Jakarta Mulai Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas
Tarif MRT Jakarta Rp1 Juni 2026: Cek Tanggal Berlaku dan Aturannya
Kado HUT Jakarta: Wajah Baru Jalan Rasuna Said hingga Jembatan Penghubung Ancol-JIS 
Pemprov DKI Optimalkan Teknologi dan AI dalam Tata Kelola Kota
Netflix Lirik Jakarta sebagai Lokasi Syuting Unggulan di Asia Tenggara
Peringati HUT Jakarta, Ancol Gratiskan Tiket Masuk Selama Tiga Hari di Tanggal Ini
Sambut HUT Jakarta, Masuk Ragunan Gratis di Tanggal Ini

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 09:39 WIB

Jakarta Fair 2026 Jadi Bukti Nyata Stabilitas dan Geliat Ekonomi Jakarta

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:55 WIB

Tarif MRT Jakarta Rp1 Juni 2026: Cek Tanggal Berlaku dan Aturannya

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:20 WIB

Kado HUT Jakarta: Wajah Baru Jalan Rasuna Said hingga Jembatan Penghubung Ancol-JIS 

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:52 WIB

Pemprov DKI Optimalkan Teknologi dan AI dalam Tata Kelola Kota

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:40 WIB

Netflix Lirik Jakarta sebagai Lokasi Syuting Unggulan di Asia Tenggara

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen

Senin, 22 Jun 2026 - 20:41 WIB