Baru Awal Tahun, APBN Sudah Defisit Rp54,6 Triliun

Senin, 23 Februari 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi Pers APBN Kita.

Konferensi Pers APBN Kita.

Jaktara – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) defisit Rp54,6 triliun atau setara 0,21 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per 31 Januari 2026.

“Posisi defisit APBN Rp54,6 triliun atau hanya 0,21 persen dari PDB. Angka ini masih sangat terkendali dan berada dalam koridor desain APBN 2026,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (21/2/2026).

APBN per Januari 2026 mencetak defisit meski pendapatan negara mengalami pertumbuhan positif sebesar 20,5 persen (year-on-year/yoy).

Nilai realisasi pendapatan negara tercatat sebesar Rp172,7 triliun atau 5,5 persen dari target APBN sebesar Rp3.153,6 triliun.

Kinerja itu ditopang oleh penerimaan perpajakan yang terealisasi sebesar Rp138,9 triliun atau 5,2 persen dari target, dengan rincian penerimaan pajak mencapai Rp116,2 triliun (4,9 persen target) dan kepabeanan dan cukai Rp22,6 triliun (6,7 persen target).

“Pajak di bulan Januari itu tumbuh 30,7 persen dibandingkan tahun lalu. Ini artinya ada perbaikan makro sedikit atau banyak dari efisiensi pengumpulan pajak di Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Saya harap ke depannya berlanjut terus,” ujar Purbaya.

Sementara itu, pendapatan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp33,9 triliun atau 7,4 persen dari target. Meski pertumbuhannya terkoreksi 20,4 persen, Purbaya menyebut kinerja ini menunjukkan pemulihan di luar komponen non-berulang tahun lalu.

Sebagai catatan, serapan PNBP mengalami penyesuaian sejak komponen penerimaan dari dividen Badan Usaha Milik Negara beralih ke Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Dari sisi belanja, realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp227,3 triliun atau 5,9 persen dari target, tumbuh 25,7 persen (yoy).

Menurut Purbaya, pertumbuhan itu menunjukkan bahwa pemerintah telah mengakselerasi penyaluran belanja sejak awal tahun, khususnya dalam mendukung program prioritas, menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026.

Pertumbuhan belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai 53,3 persen (yoy) dengan realisasi Rp131,9 triliun atau 4,2 persen dari target.

Pertumbuhan yang tinggi terlihat pada komponen belanja kementerian/lembaga sebesar 128,9 persen (yoy). Nilai realisasi belanja K/L tercatat sebesar Rp55,8 triliun atau 3,7 persen dari target.

Sedangkan belanja non-K/L terealisasi sebesar Rp76,1 triliun atau 4,6 persen dari target, tumbuh 23,4 persen (yoy).

Adapun realisasi transfer ke daerah (TKD) mengalami pertumbuhan tipis 0,6 persen (yoy) dengan realisasi Rp95,3 triliun atau 13,8 persen dari target.

Dengan kinerja itu, keseimbangan primer tercatat defisit Rp4,2 triliun. Bendahara negara mengatakan realisasi ini mencerminkan posisi fiskal yang terkelola dengan hati-hati.

Sementara realisasi pembiayaan anggaran tercatat sebesar Rp105,1 triliun atau 15,2 persen dari target. Purbaya memastikan pembiayaan anggaran dilakukan secara terukur dan antisipatif untuk menjaga likuiditas serta stabilitas pasar keuangan.

Secara keseluruhan, Purbaya menyatakan APBN 2026 tetap berfungsi optimal sebagai “shock absorber” sekaligus motor penggerak ekonomi.

“Dengan pendapatan yang tumbuh positif, belanja yang terakselerasi, dan defisit yang tetap terkendali, kami optimistis APBN akan terus menjaga stabilitas sekaligus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026,” tutur Purbaya.

Berita Terkait

Pemerintah Resmi Gelontorkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun untuk Semester II-2026
Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen
Seskab Teddy Ungkap Arahan Prabowo soal Transformasi BUMN dan Optimalisasi Aset Negara
Investor Dapat Perlindungan Hukum Jika Beli Patriot Bond & Merah Putih Bind
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Dibuka, Targetkan 20 Ribu Peserta
Purbaya Kantongi Dukungan Penuh dari China Terkait Penerbitan Panda Bond
Berganti Kepemimpinan, Ini Daftar Transformasi PELNI Ddi Bawah Tri Andayani
Dukung Ekonomi Biru, KKP Ajak Dunia Usaha Perkuat Investasi Berkelanjutan di Ruang Laut

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 21:07 WIB

Pemerintah Resmi Gelontorkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun untuk Semester II-2026

Senin, 22 Juni 2026 - 20:41 WIB

Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen

Senin, 22 Juni 2026 - 13:47 WIB

Seskab Teddy Ungkap Arahan Prabowo soal Transformasi BUMN dan Optimalisasi Aset Negara

Senin, 22 Juni 2026 - 13:39 WIB

Investor Dapat Perlindungan Hukum Jika Beli Patriot Bond & Merah Putih Bind

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:14 WIB

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Dibuka, Targetkan 20 Ribu Peserta

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen

Senin, 22 Jun 2026 - 20:41 WIB