Bitcoin Tertekan, 10 Crypto Ini Justru Tetap Bersinar

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaktara – Harga Bitcoin (BTC) turun ke kisaran 68.800 dolar AS di kuartal pertama 2026 dan bergerak di bawah level psikologis 70.000 dolar AS. Penurunan ini terjadi di tengah arus keluar dana dari ETF spot serta aksi deleveraging oleh investor institusi.

Meski Bitcoin terkoreksi, tidak seluruh pasar kripto bergerak searah. Data year-to-date (YTD) menunjukkan sejumlah altcoin justru mencatatkan kenaikan signifikan sejak awal tahun, dengan beberapa aset melonjak lebih dari 70 persen di tengah tekanan pada BTC.

Tekanan terhadap Bitcoin pada 2026 tidak dipicu satu peristiwa ekstrem. Koreksi kali ini lebih banyak dipengaruhi faktor struktural di level institusi.

Strategi basis trade yang sebelumnya menguntungkan mulai kehilangan daya tarik. Selisih imbal hasil antara ETF spot dan kontrak futures menyempit, membuat hedge fund menutup posisi. Yield yang sebelumnya berada di kisaran 17 persen turun hingga di bawah 5 persen, memicu aksi unwind besar-besaran.

Di sisi lain, ETF spot Bitcoin mencatat arus keluar bersih lebih dari 3 miliar dolar AS sepanjang Januari 2026. Setelah sepanjang 2025 dipenuhi inflow, pergeseran ini menjadi sinyal rotasi modal.

Fenomena negative Coinbase premium juga muncul sepanjang Februari. Bitcoin diperdagangkan lebih murah di Coinbase dibanding bursa offshore, yang sering diartikan sebagai indikasi tekanan jual dari investor institusi berbasis Amerika Serikat.

Kombinasi faktor tersebut membuat sebagian analis menyebut fase ini sebagai “hard reset” pasar kripto 2026.

10 Crypto yang Tetap Naik YTD

Di tengah dominasi sentimen negatif, data menunjukkan ada aset yang mampu mencatat performa positif sejak awal tahun.

Melansir dari CryptoTicker, berikut daftar 10 crypto dengan kenaikan YTD signifikan:

1. Kite (KITE) — +151,56% YTD

KITE adalah Layer-1 yang dirancang untuk infrastruktur ekonomi AI agent. Momentum peluncuran dan narasi AI mendorong lonjakan harga.

2. Pippin (PIPPIN) — +78,27% YTD

PIPPIN merupakan AI autonomous agent berbasis Solana (SOL) yang menggabungkan eksperimen teknologi dengan kultur komunitas.

3. Stable (STABLE) — +67,88% YTD

Ekosistem pembayaran stablecoin dengan fokus settlement berbasis USDT.

4. LayerZero (ZRO) — +42,40% YTD

ZRO adalah rotokol interoperabilitas lintas blockchain yang memungkinkan transfer pesan dan aset antar jaringan.

5. Decred (DCR) — +41,84% YTD

Kripto dengan mekanisme hybrid PoW dan PoS serta tata kelola berbasis voting komunitas.

6. Humanity Protocol (H) — +40,05% YTD

Jaringan identitas terdesentralisasi dengan pendekatan biometrik untuk proof of humanity.

7. Morpho (MORPHO) — +24,86% YTD

Protokol lending DeFi yang meningkatkan efisiensi pencocokan pinjaman dan likuiditas.

8. Hyperliquid (HYPE) — +21,54% YTD

Layer-1 yang mendukung perdagangan perpetual futures berbasis decentralized exchange.

9. PAX Gold (PAXG) — +16,23% YTD

PAXG merupakan token berbasis emas fisik, masing-masing mewakili satu troy ounce emas.

10. Tether Gold (XAUt) — +15,61% YTD

Sama dengan PAXG, XAUt juga merupakan Token emas digital dengan cadangan fisik di vault Swiss.

Daftar ini memperlihatkan bahwa pelemahan Bitcoin tidak selalu identik dengan koreksi merata di seluruh pasar.

 

Berita Terkait

LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah PT BPR Koperindo
Wuling Siapkan Posko Mudik hingga Bengkel 24 Jam Selama Lebaran 2026
Baru 10 Hari Dibuka, Posko THR Kemnaker Sudah Terima 1.134 Konsultasi Pekerja
Lebih Dari 25 Ribu Buruh Tidak Mendapatkan THR
Mobil Listrik Polytron Salip Merek Global di Pasar Indonesia
Garuda Indonesia Group Siapkan 1,3 Juta Kursi Penerbangan Selama Lebaran
Selat Hormuz Memanas, Harga Bitcoin Tergelincir Lagi di Bawah US$70.000
Efek Domino Perang Iran-AS: Potensi Defisit APBN Membengkak hingga Rp204 Triliun

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:23 WIB

LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah PT BPR Koperindo

Sabtu, 14 Maret 2026 - 09:59 WIB

Wuling Siapkan Posko Mudik hingga Bengkel 24 Jam Selama Lebaran 2026

Sabtu, 14 Maret 2026 - 09:29 WIB

Baru 10 Hari Dibuka, Posko THR Kemnaker Sudah Terima 1.134 Konsultasi Pekerja

Sabtu, 14 Maret 2026 - 09:18 WIB

Lebih Dari 25 Ribu Buruh Tidak Mendapatkan THR

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:22 WIB

Mobil Listrik Polytron Salip Merek Global di Pasar Indonesia

Berita Terbaru

Bank Perekonomian Rakyat Koperindo, yang berlokasi di Wisma Techking 2, Jl. A.M Sangaji No.24 3, RT.3/RW.4 10130 Petojo Utara, Jakarta Pusat. Izin BPR Koperindo dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhitung sejak tanggal 9 Maret 2026. (Dok: LPS)

Ekonomi & Bisnis

LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah PT BPR Koperindo

Sabtu, 14 Mar 2026 - 12:23 WIB

Ekonomi & Bisnis

Wuling Siapkan Posko Mudik hingga Bengkel 24 Jam Selama Lebaran 2026

Sabtu, 14 Mar 2026 - 09:59 WIB

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal

Ekonomi & Bisnis

Lebih Dari 25 Ribu Buruh Tidak Mendapatkan THR

Sabtu, 14 Mar 2026 - 09:18 WIB