Bahlil Targetkan Indonesia Stop Impor Solar Tahun Ini Berkat B40

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaktara – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menekankan bahwa swasembada energi harus dipandang sebagai pekerjaan besar yang membutuhkan langkah berbeda, bukan sekadar target administratif, melainkan rangkaian terobosan konkret.

Bahlil menegaskan bahwa upaya mencapai kemandirian energi mesti dilandasi tindakan nyata dan inovasi teknologi. Ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada importir adalah bukti kegagalan mendorong kemandirian secara serius.

“Teman-teman semua, jangan pernah kita bermimpi akan menjadi swasembada energi kalau tidak kita melakukan terobosan. Dan para impor (energi) ini adalah yang mendapatkan manfaat dari ketidakmampuan kita untuk bagaimana mendorong swasembada,” jelas Bahlil di Sidang Pleno XVIII Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/2/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahlil menyoroti beberapa permasalahan teknis utama di sektor energi, misalnya jumlah sumur minyak bumi yang sudah menua sehingga lifting migas tidak maksimal.

“Sumur-sumur tua ini mau tidak mau kita harus intervensi lewat teknologi. Tidak ada cara lain dari total 39.000 sumur sampai 40.000 sumur kita itu yang beroperasi hanya 17.000 sampai 18.000 sumur. Selebihnya idle weld karena udah tua nah ini kita kerja samakan,” jelasnya.

Langkah terobosan lain yang diusulkan adalah mempercepat pelaksanaan sumur-sumur yang sudah masuk plan of development (POD). Di samping itu, Kementerian ESDM akan segera membuka tender untuk 110 blok minyak dan gas (migas) baru guna memperkuat ketahanan pasokan energi.

Bahlil menegaskan bahwa percepatan eksekusi, investasi teknologi, dan kemitraan strategis antara pemerintah dan sektor swasta harus berjalan beriringan.

Ia juga menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas pengolahan dalam negeri. Beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang diresmikan oleh Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026 menjadi contoh konkret.

“Beroperasinya RDMP Balikpapan menghasilkan 5 juta kiloliter (KL) bensin dan 3,9 juta KL solar, maka tahun (2026) ini dengan program B40 tidak lagi kita melakukan impor solar dan ini pertama kalinya dalam sejarah peradaban bangsa kita,” ujarnya.

Swasembada energi sendiri merupakan salah satu pilar Asta Cita Presiden Prabowo yang bertujuan mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional.

Kebijakan ini menargetkan optimalisasi sumber daya energi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada pihak luar, sekaligus menjamin keberlanjutan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat

Berita Terkait

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada
Prabowo: Biaya Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Harus Gratis
Kronologi Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Erupsi Anak Krakatau
KSOP Banten Bersama Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Menhub Dudy Perpanjang Penutupan 8 Bandara Akibat Abu Vulkanik
Kemkomdigi Larang Operator Hanguskan Sisa Kuota Internet
Bukan Cuma Tren, Ini Cara Gen-Z Selamatkan Indonesia dari Bahaya Sisa Pangan!
MagangHub Batch 2 Kemnaker Dibuka Besok, Ini Tahapan Seleksinya

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 11:24 WIB

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Prabowo: Biaya Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Harus Gratis

Kamis, 10 September 2026 - 09:14 WIB

Kronologi Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Erupsi Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 - 08:54 WIB

KSOP Banten Bersama Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Senin, 7 September 2026 - 08:06 WIB

Menhub Dudy Perpanjang Penutupan 8 Bandara Akibat Abu Vulkanik

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Nasional

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:24 WIB